Become A Mother

Become A Mother
Pesta Penyambutan Pangeran Mahkota


__ADS_3

Ketika Aliesa dan Lois berjalan bersama keluar dari kediaman mereka melihat sesuatu yang membuat hati masing-masing di antara mereka terasa hangat. Bagaimana tidak di sana terlihat Flora yang sedang mendengarkan Viscount Lincoln membacakan sebuah buku dongeng di sofa di ruang keluarga.


Bahkan Lois melihat kapan terakhir Kakeknya terlihat bahagia. Mungkin itu adalah hari di mana sebelum kematian Ibunda nya.


" Aku sudah lama tidak pernah melihat Kakekku sebahagia ini. Lebih baik kita pergi sekarang jangan mengganggu mereka." ucap Lois yang menutup pintu dengan perlahan-lahan supaya tidak mengganggu keadaan mereka berdua.


Aliesa yang melihatnya hanya tersenyum melihat sepertinya dirinya dan Puterinya di terima baik di sini.


" Kau benar." ucap Aliesa sambil menggenggam tangan Lois.


Lois merasakan perasaan bahagia ketika tangan mereka saling bertautan. Perasaan yang sudah lama hilang telah kembali dan dia yakin dengan perasaannya untuk melindungi keluarganya meskipun kehilangan segalanya bahkan nyawanya.


...****************...


Puteri Mahkota Annika yang saat ini sedang memperhatikan penampilannya tersenyum puas. Bertapa tidak gaunnya yang sudah ia pesan secara khusus bisa digunakan sekarang.


Puteri Mahkota Annika takjub dengan penampilannya yang begitu cantik dan mahkotanya yang berwarna merah Ruby menyala pasti membuat semua orang iri padanya.

__ADS_1


Dan terpenting tidak akan ada seseorang yang meragukannya dengan posisinya sebagai Puteri Mahkota.


" Apa kau sudah siap, jangan membuang-buang waktu dengan hanya bercermin saja." ucap Alarick yang terdengar sarkas melihat dengan bosan Puteri Mahkota yang sayangnya adalah isterinya sekarang.


Puteri Mahkota Annika mendengar suara Pangeran Mahkota Alarick membalikan badannya sambil tersenyum senang.


" Anda sudah datang Pangeran Mahkota lihat penampilan ku. Apa sekarang aku terlihat cantik." ucap Annika sambil memutar gaunnya hingga mengembang dan mahkotanya yang bersinar di bawah sinar rembulan.


Pangeran Mahkota Alarick menggelengkan kepalanya pelan. Melihat penampilan Puteri Mahkota Annika membuat nya terkesan aneh dan terlalu terang glamor. Catat ini Pangeran Mahkota Alarick yang sekarang sama sekali tidak suka dengan sesuatu yang bersinar karena bisa membuat matanya sakit.


" Tidak." ucap Alarick dengan singkat dan jelas.


" Tetapi saya sud..." ucap Annika terpotong melihat Pangeran Mahkota Alarick yang melotot kepadanya. Membuat Puteri Mahkota Annika langsung bungkam dan menundukkan kepalanya takut merasakan aura Pangeran Mahkota Alarick.


" Sudah cukup kita pergi bersama-sama atau pergi sendiri aku tidak peduli. Jika hanya kau berdiam diri seperti patung." ucap Alarick yang tajam.


Puteri Mahkota Annika langsung berjalan dan mendekati Pangeran Mahkota Alarick dan memegang lengannya dengan mesra.

__ADS_1


Selama perjalanan menuju aula Puteri Mahkota dan Pangeran Mahkota hanya diam tanpa mengeluarkan pembicaraan satu kata pun. Sampai di depan pintu Pangeran Mahkota Alarick memberikan anggukan menyuruh prajurit mengumumkan kedatangan mereka.


" PANGERAN MAHKOTA ALARICK WILIAMS GRISAM DAN PUTERI MAHKOTA ANNIKA SEPHIA GRISAM TELAH SAMPAI RUANGAN."


Pintu ruangan aula dibuka lebar-lebar Puteri Mahkota Annika memasang senyum lembutnya dan wajahnya yang sedikit ke atas terkesan angkuh meskipun tidak secara terang-terangan. Berbeda jauh dengan Pangeran Mahkota Alarick yang hanya memasang raut wajah datar tanpa ekspresi melihat seluruh ruangan yang berisikan orang-orang kaya dan memiliki kekuasaan.


Tetapi pandangannya tertuju ke arah seseorang yang sedang menatapnya membuat nya seketika terpaku. Dibuatnya.


" Tidak mungkin...


Countine...


Selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin bagi yang menjalankannya.


Dan disini Author yang mengatakan permohonan maaf jika pernah melakukan kesalahan secara tidak sengaja maupun tidak.


Mohon maaf juga mungkin dari tanggal 2 sampai 18. Kemungkinan akan jarang up mengingat Author akan melaksanakan UTBK penerimaan masuk perguruan tinggi negeri.

__ADS_1


Jadi harus belajar lebih banyak lagi karena waktu nya sudah hampir dekat.


Doakan Author supaya masuk ke dalam universitas negeri.


__ADS_2