Become A Mother

Become A Mother
Merasakan Kebebasan


__ADS_3

Saya tidak bisa melakukannya Aliesa, Karena pria bodoh ini telah menyembunyikan seorang pembunuh." ucap Lois dengan mata emasnya bersinar terang membara seolah ingin menghabisi seseorang yang saat ini di hadapannya.


Aliesa yang mendengarnya terkejut kemudian melirik Kaisar Wiliams yang hanya diam dengan sorot mata dingin. Tapi dia bisa melihat ada pancaran sendu di dalamnya.


" Lois, kamu tidak bisa membunuh seorang Kaisar. Aku tidak ingin kehilanganmu, aku dan Flora membutuhkan mu." ucap Aliesa yang langsung memeluk tubuh belakang Pangeran kedua Lois.


Membuat Pangeran kedua Lois dan Kaisar Wiliams terkejut. Tetapi tindakan Aliesa telah membuat Pangeran kedua Lois sedikit tenang.


Apalagi mendengar Aliesa dan Puteri nya membutuhkannya. Ia mengurungkan niatnya untuk membunuh Kaisar yang sialnya ayah kandungnya sendiri.


" Baiklah, saya tidak akan melakukannya tapi ini demi keluargaku. Saya tidak akan pernah meninggalkan mereka seperti anda yang membuang kami, dan mulai hari ini saya Lois Jacxuel Grisam memutuskan hubungan ku dengan Kaisar Wiliams dan posisiku sebagai Pangeran kedua di kekaisaran." ucap Lois dengan lantang.


Membuat Aliesa dan Kaisar Wiliams terkejut apalagi saat ini Pangeran kedua Lois sudah mulai mengiris tangannya sebelum di cegah oleh Kaisar.


" Tolong jangan lakukan itu Lois. Cukup aku tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya." ucap Kaisar Wiliams yang memohon untuk Pangeran kedua Lois menghentikan sumpahnya.

__ADS_1


Aliesa yang melihatnya merasa iba dengan Kaisar Wiliams dan memegang bahu Pangeran kedua Lois dengan pelan sambil menggelengkan kepalanya menyuruhnya untuk mengurungkan niatnya.


Aliesa tidak ingin hubungan antara ayah dan anak hancur begitu saja. Apalagi melihat raut ketakutan yang begitu jelas di wajah Kaisar Wiliams.


Pangeran kedua Lois yang melihatnya mengurungkan niatnya sebelum mengajukan pertanyaan kepada Aliesa.


" Apa kau masih mau menerimaku jika saya bukan Pangeran lagi?" tanya Lois dengan pelan.


Aliesa cukup terkejut mendengar pertanyaan dari Pangeran kedua Lois sebelum sedetik kemudian ia tersenyum.


" Saya tidak peduli jika anda adalah seorang Pangeran, Kstaria, bahkan seorang rakyat biasa karena yang saya inginkan memiliki seorang suami dan ayah yang baik dan melindungi kamu berdua. Itu sudah lebih dari cukup buatku. Saya tidak butuh harta jika itu membuat suatu keluarga hancur." ucap Aliesa menjawabnya dengan tenang tanpa raut wajah penyesalan sama sekali.


Sedangkan Pangeran kedua Lois tersenyum tipis mendengar jawaban Aliesa yang membuatnya puas.


" Terima kasih atas jawabannya dan saya tidak akan ragu lagi." ucap Lois yang langsung mengarahkan kembali tangannya.

__ADS_1


Street...


Flashback off...


Aliesa masih memikirkan bagaimana Pangeran kedua Lois mengiris tangannya dan menuangkan darahnya ke sebuah cawan sambil mengatakan sumpahnya.


Dia masih mengingat pertapa putus asanya Kaisar Wiliams ketika meninggalkan kediaman Viscount Lincoln.


Sampai membuatnya tersadar ketika Pangeran kedua Lois mengangkat tubuhnya dan menaruhnya di pangkuannya membuat Aliesa terpekik terkejut dan repleks memukul bahu Pangeran kedua Lois atau sekarang bisa dipanggil Lois.


Tanpa embel-embel Pangeran yang sudah dicabut oleh Lois sendiri.


Lois hanya terkekeh pelan sambil melihat Flora yang juga tertawa pelan.


" Kau membuatku terkejut, Lois." ucap Aliesa yang kesal tapi tidak ayal dirinya malu apalagi melihat para pelayan yang memperhatikan mereka dari jauh.

__ADS_1


Lois yang melihatnya hanya diam tetapi dalam hati dirinya bisa merasakan kebebasan meninggalkan gelarnya. Dia bisa merasakan kebebasan walaupun cuma sementara.


Countine...


__ADS_2