Become A Mother

Become A Mother
Chapter 194


__ADS_3

Baiklah aku terima ucapan terima kasih mu tapi sebelum itu aku akan membunuh Puteri mu dulu." ucap Annika yang langsung melancarkan serangannya kepada Flora.


Sontak saja Aliesa yang mengetahuinya terkejut dan secara refleks membalikan punggungnya melindungi Flora dari sihir hitam.


BRAK....


Suara keras menghancurkan sebagian taman tersebut membentuk sebuah kawah berukuran sedang. Aliesa memejamkan matanya tapi dirinya tidak merasakan sakit apapun dan ketika membuka matanya ia melihat bahwa sosok makhluk hitam berdiri di depannya.


Lois yang melihatnya bernafas lega setidaknya Tat datang tepat waktu. Kemudian pandangan Lois kembali mengarah ke arah Annika yang juga tampak nya terkejut.


" Berani sekali kau mencoba melukai keluarga ku. Aku tidak akan pernah mengampuni mu. Kaisar saya meminta anda untuk membuat sihir pelindung untuk Aliesa, Madeleine, Flora. setelah itu bantu aku bukannya kita butuh peregangan otot." ucap Lois sambil menyeringai melirik ke arah Kaisar Alarick.


Kaisar Alarick yang mendengarnya juga ikutan menyeringai. Karena dirinya juga tidak lama melawan musuh mungkin sebab kehidupannya sebelumnya banyak musuh yang mengincar nyawanya membuatnya harus pandai menggunakan otot dan otak nya.


Meskipun di sini sedikit berbeda karena alat satu-satunya adalah sihir bukannya senjata api.


" Aliesa dan Madeleine saya meminta kalian untuk membuat pelindung awalnya dulu setelah itu aku akan membuatnya semakin kuat dengan lapisan. Kalian mengerti." ucap Lois.

__ADS_1


Aliesa dan Puteri Madeleine menggangguk sebelum mengucapkan sesuatu dan tidak lama sebuah bailer pelindung tercipta dengan warna biru muda. Kaisar Alarick menggunakan sihirnya yang sudah di latih nya selama ini dan membuat pelindung itu semakin kuat dengan warna merah.


" Kalian akan aman karena yang di incar adalah kalian. Jangan sampai kalian keluar dari pembantas bailer ini. Aku akan membantu Lois sekarang." ucap Alarick yang berjalan maju sebelum Aliesa mengucapkan sesuatu yang membuat sekujur tubuhnya menegang.


" Tolong lindungi Lois, Vano." ucap Aliesa sambil tersenyum sendu.


Kaisar Alarick sempat membalikan badannya melihat ke arah Aliesa yang menatapnya dengan pandangan berkaca-kaca. Melihat itu Kaisar Alarick mata nya berkaca-kaca juga mengetahui bahwa wanita di depannya adalah Shilla nya. Ingin sekali dia memeluknya tapi segera pikirannya sadar bahwa dia harus membantu Lois.


" Tentu saja." ucap Alarick sambil tersenyum tipis.


...****************...


Sriing....


Suara ledakan dan aduan pedang terdengar sebuah arena pelatihan yang biasanya di gunakan oleh para prajurit istana untuk melatih kekuatan nya.


Annika menyerang Lois secara membabi-buta dengan menyuruh para makhluk kegelapan.

__ADS_1


Lois yang berusaha menghindari dengan menggunakan pedangnya menangkis semua serangan sihir yang di tunjukkan kepadanya.


Untungnya saja dirinya sudah berpengalaman melawan para pemberontak, musuh.


" SIALAN AKU TIDAK BISA MENYERANG NYA." ucap Annika sambil berteriak kesal melihat semua serangan nya di hadang Lois dengan begitu mudahnya.


Lois yang mendengar ucapan Annika merasa geli.


" Apa anda sudah menyerah mantan Puteri Mahkota?" tanya Lois sambil menunjukkan senyuman mengejek.


Annika yang tidak terima langsung mengeluarkan semuanya sampai semua area di tutupi oleh aura gelap. Dengan kecepatan penuh Annika mendekati Lois.


Lois yang belum siap untuk menyerang tubuhnya langsung terlempar mengenai pohon di belakangnya.


Annika yang melihatnya menyeringai licik sambil memandang Lois dengan tatapan hina nya.


Lois batuk-batuk karena serangan nya sebelum nya.

__ADS_1


" Tidak akan ada kata bagi bangsawan rendah di antara kalian semua....


Countine....


__ADS_2