
Sedangkan di sisi lain Pangeran Mahkota Alarick yang sekarang jiwanya di isi oleh Revano sedang berpikir untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada wilayahnya sekarang.
Dengan cuaca yang sering terjadi salju cukup sulit untuk menanam padi atau pun berkebun mengingat tanaman nya akan mati akibat tertumpuk salju.
Masalah Shilla dirinya bisa berpikir nanti karena sekarang dirinya harus membantu masyarakat di sini supaya tidak terjadi kelaparan dan kematian secara masalah.
Tok...Tok...
" Yang Mulia saya membawakan anda makan malam." ucap Arthur sambil membungkuk hormat di hadapannya.
Pangeran Mahkota Alarick yang sekarang berpikir mengalihkan perhatian nya ke arah sebuah kereta dorong yang berisi makanan malam. Seperti daging, apel, dan secangkir teh hangat.
Arthur yang melihat bahwa Pangeran Mahkota Alarick hanya diam mulai bertanya.
__ADS_1
" Apa ada masalah dengan makanan nya, Yang Mulia. Saya akan panggilkan pelayan untuk mengganti makanan sesuai keinginan anda?" tanya Arthur.
" Tidak, apa wilayah barat ini ada sumber pencarian untuk warga?" tanya Alarick yang mengejutkan Arthur.
Arthur terkejut mengingat selama ini di sini Pangeran Mahkota Alarick hanya menghabiskan waktu bersantai dan menyuruh bawahannya yang pergi secara langsung untuk menemui warga.
Arthur sudah hapal sekali dengan sifat Pangeran Mahkota Alarick yang sejak dirinya bekerja dengannya. Beliau berbeda sekali dengan Pangeran kedua Lois yang memiliki sifat dingin, anti sosial, tetapi peduli dengan kesejahteraan rakyat, dan tidak suka berfoya-foya. Beda dengan Pangeran Mahkota Alarick yang sejak kecil dimanjakan oleh Ratu Rieta membuatnya sikap yang kasar, tidak suka diatur, menghabiskan untuk kebutuhan yang sama sekali tidak perlu, dan tidak peduli dengan masalah rakyat.
Awalnya Arthur sempat khawatir bahwa Pangeran Mahkota Alarick tidak menyelesaikan pekerjaannya. Kaisar Wiliams akan melucuti gelar Pangeran Mahkota sekaligus pewaris tahta. Pastinya hal itu bukan hal yang baik. Pangeran Mahkota Alarick akan mendapatkan banyak gunjingan dari banyak orang karena tidak mampu mengembangkan tugasnya dan posisinya.
" Awalnya para rakyat biasanya menjual balok es keseluruh ibu kota. Tetapi sayangnya mengingat sekarang sudah memasuki musim dingin. Pastinya es itu tidak akan laku dan mereka berusaha untuk menahan kelaparan, Yang Mulia." ucap Arthur yang menjawab pertanyaan Pangeran Mahkota Alarick.
Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya cukup sedih dengan kondisi para warga di sini dan memutuskan untuk mengunjungi mereka besok.
__ADS_1
" Besok kita akan berkeliling desa dan pastikan bawa pasokan makanan, selimut untuk dibagikan kepada warga." perintah Alarick.
Sedangkan Arthur sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Mendengar perintah yang tidak biasa Pangeran Mahkota Alarick. Ia sama sekali tidak menyangka hal itu. Tetapi dalam hati dirinya bersyukur jika Pangeran Mahkota Alarick sudah memikirkan nasib mereka.
" Baiklah, Yang Mulia." ucap Arthur sambil membungkuk.
Pangeran Mahkota Alarick hanya diam sambil tangannya mengambil sepiring daging asap dan memotong nya sebenarnya dimasukkan ke dalam mulut.
" Ini awal aku harus merubah kehidupan Pangeran Mahkota. Jika tidak ingin diperalat lagi oleh ibunya dan isterinya. Aku jadi penasaran seperti apa isterinya sampai membuat pemilik tubuh ini tergila-gila olehnya." batin Alarick yang penasaran dengan wajah Puteri Mahkota yang merupakan isteri nya sekarang.
Tetapi walaupun begitu Pangeran Mahkota Alarick akan menyelidik seperti apa Isteri nya di zaman ini. Ia tidak ingin mengalami kesalahan untuk kedua kalinya seperti apa yang dirinya lakukan saat menjadi Revano.
Countine...
__ADS_1