
Sampai di depan Aliesa dengan perlahan menarik sesuatu dari tangannya dan sebuah belati.
Makhluk hitam itu menatap bingung sekaligus menarik.
Aliesa tidak mengatakan apapun melainkan langsung melempar belati itu ke arah makhluk hitam. Tentu saja makhluk hitam bisa menghindari nya dengan mudah.
" Apa ini kemampuan anda Duchess?" tanya nya memandang remeh Aliesa.
Aliesa hanya diam sambil tangannya diletakkan di bagian dada makhluk gelap itu.
" Terima kasih atas sindirannya tapi sayangnya kita harus mengucapkan kata perpisahan selamat tinggal." ucap Aliesa yang membaca sebuah mantra.
Makhluk hitam itu terkejut dan berusaha ingin melepaskan diri. Ia tahu bahwa mantra ini akan membuatnya mati tapi sayangnya ketika mau melarikan diri. Tiba-tiba saja ada seseorang yang meletakan sesuatu di punggung belakangnya.
" Wah...Anda berani sekali meremehkan isteriku. Jadi kau harus mati." ucap Lois yang juga membaca mantra dengan kedua bola matanya berubah merah.
Tidak lama kemudian di bawah mereka ada sebuah lingkaran bintang dan perlahan-lahan mengambil jiwa makhluk gelap itu.
__ADS_1
" KALIAN GILA LEPASKAN AKU. AKU AKAN MENGHABISI KALIAN BERDUA." ucap nya sambil berteriak menggeram menahan rasa sakit.
" Tidak akan, saya tidak akan membiarkan kau menghancurkan kami." ucap Lois yang berusaha menahan sihirnya di satu titik.
" Benar, kau harus mati." ucap Aliesa yang juga melakukan seperti Lois.
Sinar berwarna putih menandakan sihir Aliesa keluar dan Lois berwarna hitam. Sihir mereka yang saling bertentangan kali ini bersatu.
"ARGGGH...." teriakan makhluk hitam itu sebelum tubuh nya mulai membengkak dan meledak.
Duaarr...
Lois menghela nafasnya sebelum kemudian terjatuh karena kelelahan. Aliesa yang melihatnya langsung berlari dan memeluk Lois.
" Kau baik-baik saja kan?" tanya Aliesa khawatir mengingat sepertinya Lois tampak kelelahan.
Lois mengatur nafasnya sebelum kemudian tidak lama menjawab.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja, ini hanya kelelahan akibat sihir ku sudah terkuras. Aku sudah tidak membantu lagi kita cuma bisa berharap semoga Kaisar bisa menangani mantan isterinya itu." ucap Lois sambil memejamkan matanya.
...****************...
Kaisar Alarick yang melihat ledakan itu berusaha menyingkirkan sisi negatifnya tentang Lois. Ia yakin bahwa Lois orang yang kuat dan tidak mati dengan mudah.
" HAHAHAHA....adikmu sudah mati sekarang apa yang akan lakukan Kaisar. Menyerah lah dan serahkan kekaisaran ini kepadaku aku akan mengampuni nyawamu sekaligus keluarga mu." ucap Annika yang menawarkan sesuatu kepada Kaisar Alarick.
Kaisar Alarick yang mendengarnya langsung memejamkan mata nya berpikir. Di sisi lain ia ingin sekali menyelamatkan nyawa keluarga nya sekarang terutama Aliesa yang ia yakini adalah Shilla. Tapi di sisi lain dirinya tidak bisa mengorbankan kekaisaran yang sudah menjadi tanggung jawab nya ada rakyat nya butuh pertolongan nya.
" Sayangnya aku sama sekali tidak menerima tawaran mu itu. Aku tahu jika bersepakat orang yang seperti dirimu mungkin saja kau akan berbohong dan tetap membunuhku. Lebih baik sekarang kita lanjutkan duel siapa yang akan hidup dan mati." ucap Alarick dengan tekat yang kuat.
Tepat setelah mengatakan itu sebuah cahaya hijau terang memenuhi tangan Kaisar Alarick suara daun-daun yang berterbangan di sekitar membuat suasana sedikit mencengkam.
Annika yang melihatnya langsung terkejut melihat sebuah bentuk di tangan Kaisar Alarick.
" Tidak mungkin...
__ADS_1
Countine...