Become A Mother

Become A Mother
Tekat Kuat


__ADS_3

Aku akan menyelamatkan mereka sekaligus melawannya." ucap Aliesa dengan sorot mata serius ke arah depan.


Puteri Madeleine membelakak matanya mendengar pernyataan Aliesa.


" Kau gila Aliesa, tidak mungkin kita bisa membantu mereka Annika cukup kuat. Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi." ucap Madeleine tidak menyetujui keinginan Aliesa.


Aliesa memejamkan mata menghela nafasnya sebelum membalikan badannya menghadap Puteri Madeleine.


" Saya harus melakukannya Madeleine. Saya tidak ingin kehilangan siapapun apalagi Lois aku tidak sanggup kehilangan cinta ku untuk kedua kalinya." ucap Aliesa yang berusaha menghalau air matanya tetap bersikap kuat kepada pendiriannya.


" Aku harap kau melindungi Flora sampai kami kembali." ucap Aliesa sambil tersenyum sendu.


Puteri Madeleine hanya menghela nafasnya mengetahui Aliesa sudah mengambil keputusan bulat.


" Baiklah aku cuma berharap kalian bisa mengalahkannya. Aku tidak bisa membayangkan bahwa kekaisaran ini di perintah oleh nya mungkin sudah hancur." ucap Madeleine sambil bergidik membayangkan sesuatu yang ada di kepalanya.


Aliesa yang mendengarnya hanya tertawa sebelum kemudian membalikkan badannya kembali dan berjalan keluar dari bailer pelindung.


" Kita mulai." ucap Aliesa yang langsung menembus bailer tersebut menggunakan sihirnya.


Sebelum pergi Aliesa menghadap ke belakang melihat sekali lagi Puteri Madeleine yang sedang menggendong Flora sedang tertidur. Sampai akhirnya dia pergi menuju arena pertempuran.


...****************...


BRUK....

__ADS_1


BOOM....


Kaisar Alarick dan Lois berjalan mundur melihat Annika hampir melemparkan api hitam kepada mereka.


" Ini gila kita tidak bisa menyentuhnya." ucap Alarick sambil menyeka darah yang keluar dari mulutnya.


" Kita tidak bisa menyentuhnya selama makhluk yang menjadi pelindung nya masih ada. Sepertinya aku harus mengalihkan perhatiannya terlebih dahulu." ucap Lois menyusun rencana.


Kaisar Alarick melirik sebentar ke arah Lois sebelum kembali fokus ke arah musuh.


" Baik, tidak ada cara lain kita tidak bisa mengalahkan mereka secara sekaligus. Kalau begitu kau melawan makhluk gelap itu dan aku akan melawan wanita gila itu." ucap Alarick menyetujui rencana Lois.


" Cih...padahal wanita gila itu adalah mantan isteri yang kau cintai sampai gila." ucap Lois menyindir Kaisar Alarick.


" Tat...kita akan melawannya ayo." ucap Lois yang langsung menyerang makhluk hitam itu bersama Tat.


Sedangkan Kaisar Alarick berlari maju melawan Annika.


" HAHAHA....KALIAN TIDAK BISA MENGALAHKAN MU TERUTAMA KAU KAISAR HYAA.." ucap Annika yang melempar sihir hitam ke arah Kaisar Alarick.


Kaisar Alarick langsung menghindari secepat mungkin.


Tring...


" Aku tidak percaya wanita gila seperti mu bisa menggunakan pedang." ucap Alarick yang sedang beradu pedang dengan Annika.

__ADS_1


Tring...


" Diamlah orang lemah aku akan menang." ucap Annika yang membalas serangan Kaisar Alarick.


Mereka saling beradu pedang dengan sengit sedangkan di sisi lain Lois sedang beradu menggunakan sihir hitam nya kepada makhluk hitam itu


Boom...


Suara ledakan terdengar di mana-mana akibat sihir yang di lemparkan oleh mereka.


" Saya cukup tersanjung bisa melawan salah satu seorang ahli sihir gelap seperti anda." ucap Mahkluk hitam itu memuji Lois.


" Terima kasih tapi saya tidak butuh pujian dari anda. Tat serang dia." ucap Lois yang menyuruh Tat menyerang.


Tat yang mendengarnya langsung menyerang nya dengan sihir petir tapi sayangnya karena kekuatan makhluk hitam milik Annika sangat kuat. Akhirnya serangan tersebut melesat dan mengenai pohon di belakangnya.


Lois yang melihatnya berusaha tetap berdiri tapi sepertinya dirinya tidak bisa dan malah kembali duduk.


" Sial...aku kebanyakan menggunakan sihir." ucap Lois sambil berdecih.


Makhluk hitam itu menyeringai mendengar gumaman Lois.


" Senang bisa berjumpa dan bertarung bersama tapi sayangnya.....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2