
" Jadi nama mu siapa?" tanya Aliesa kepada wanita pirang yang berjalan di sampingnya.
" Nama saya Lumina Style, Grand Duchess." jawab Lumina dengan anggun.
Aliesa yang mendengarnya menggangguk kepalanya sambil berjalan menuju ke arah taman. Sampai di sana sudah ada persediaan oleh pelayan.
" Silahkan duduk Lumina." ucap Aliesa menyuruh Lumina untuk duduk.
Lumina langsung duduk di seberang Aliesa sambil menunggu kedatangan Kaisar Alarick , Lois, dan Flora
Tidak lama kemudian Kaisar Alarick datang bersama Flora di gendongan nya dan Lois yang mengikutinya dari belakang.
" Mama." ucap Flora memanggil Aliesa sambil meminta Kaisar Alarick untuk menurunkannya.
Ketika Kaisar Alarick menurunkan nya Flora langsung berlari dan memeluk perut Aliesa.
" Hallo adik. Bagaimana kabarmu apa di sana nyaman. Cepatlah keluar biar kita bisa bermain bersama." ucap Flora sambil mengelus perut buncit Aliesa di balik gaunnya.
Aliesa yang mendengarnya tersenyum senang melihat Flora menerima adiknya dengan tangan terbuka.
" Aku senang kau bisa membuat Aliesa bahagia tidak seperti ku yang membuat nya kehilangan anak kami." ucap Kaisar Alarick dengan sorot mata sedih mengingat penyebab kematian calon anaknya.
Lois yang mendengarnya melirik ke arah Kaisar Alarick.
__ADS_1
" Kau tidak perlu menyalahkan dirimu sekarang semuanya sudah berubah. Kalian sudah berbaikan dan aku cuma sarankan jadikan ini pelajaran." ucap Lois sambil melangkah kakinya mendekat dan memberikan ciuman di kening Aliesa.
Kaisar Alarick yang mendengarnya terpaku sebelum pandangannya mengarah ke Lumina yang memberikan senyum lembutnya. Membuat perasaan nya menjadi lebih baik dengan perlahan ia berjalan mendekat dan duduk di samping Lumina.
Mereka saling menikmati acara minum teh sampai dimana Aliesa membuka pembicaraan.
" Jadi Kaisar siapa wanita ini?" tanya Aliesa sambil menanyakan keberadaan Lumina.
Kaisar Alarick terdiam sebentar sebelum meraih telapak tangan Lumina untuk menunjukkan sebuah cincin yang di hiasi sebuah permata cantik di tengahnya.
Aliesa yang mengerti maksudnya langsung tersenyum senang sambil melihat ke arah mereka.
" Kalau begitu selamat untuk kalian berdua. Jadi kapan acara pernikahan kalian di mulai?" tanya Aliesa yang menanyakan tanggal pernikahan Kaisar Alarick dan Lumina.
Kaisar Alarick dan Lumina saling menatap satu sama lain sebelum kemudian menjawab.
Sebulan kemudian....
" Yang Mulia. apa anda menerima Lady Lumina Style sebagai isteri anda?" tanya nya kepada Kaisar Alarick.
Kaisar Alarick melihat Lumina yang sedang menatapnya malu-malu.
" Ya." ucap Alarick sambil tersenyum melihat Lumina dengan sorot mata cinta.
__ADS_1
" Dan anda Lady Lumina apa anda menerima Kaisar Alarick sebagai suami anda?" tanya nya lagi kepada Lumina.
" Iya." ucap Lumina sambil tersenyum haru melihat bahwa dia menikahi pria yang di cintai.
Orang kuil yang mendengarnya menggangguk kepalanya.
" Dengan ini kalian di nyatakan sebagai pasangan suami isteri. Silahkan, Yang Mulia. anda boleh mencium pasangan anda." ucap nya.
Kaisar Alarick tanpa mendengar nya langsung mencium Lumina dengan lembut.
Plok...
Plok...
Semua orang yang melihatnya bertepuk tangan dengan meriah termasuk Aliesa dan Lois yang menghadirinya sebagai bagian keluarga inti.
Terutama Aliesa yang bahagia melihat mantan suaminya sekaligus cinta pertamanya memulai membuka hatinya dan menikahi yang menjadi cinta sejati nya.
Pandangan Aliesa tertuju ke arah Lois yang juga sedang memandangi nya dengan hangat membuatnya sedikit malu.
Lois yang melihat sikap malu Aliesa hanya tertawa pelan sebelum kemudian mencium bibirnya.
" Jangan banyak pikiran ingat di sini ada calon anak kita." ucap Lois sambil mengelus perut Aliesa yang semakin membuncit.
__ADS_1
Aliesa yang mendengarnya menggangguk kepalanya sambil menyandarkannya di bahu melihat kebahagiaan Kaisar Alarick dengan pasangannya.
Countine...