Become A Mother

Become A Mother
Kecemburuan Lois


__ADS_3

Lois memperhatikan Aliesa yang sedang melihat sesuatu membuatnya langsung memperhatikan tatapan yang menjadi tujuannya.


Diam-diam Lois mengepalkan tangannya tampak cemburu melihat Aliesa yang sedang melihat Kakaknya. Ia pun langsung menarik tangannya lembut dan membawanya ke tengah-tengah lantai dansa.


Aliesa yang tersadar melihat bahwa mereka sedang menjadi perhatian banyak orang. Karena merasa malu Aliesa mendekatkan diri ke Lois.


Lois yang melihat sikap tidak nyaman Aliesa langsung menatapnya dan tangannya memeluk pinggangnya.


" Tataplah aku jangan pedulikan orang lain." ucap Lois dengan suara sedikit lembut.


Aliesa yang mendengarnya langsung mengangkat kepalanya sebelumnya menunduk. Ia bisa melihat tatapan Lois yang terkesan dalam. Sebelum kepalanya menggangguk pelan dan tangannya memeluk leher Lois.


Lois tersenyum sambil menggerakkan badannya mengikuti aluran musik menuntun Aliesa untuk berdansa. Sedangkan Aliesa hanya mengikuti semua gerakan Lois. Untuk kedua kalinya mereka berdansa selain pesta pernikahan nya. Tetapi entah mengapa Aliesa merasa dansa kali ini terasa berbeda.


Mereka saling berdansa tanpa menyadari tatapan semua orang pada memperhatikan nya dengan kagum.


Oh...ini romantis sekali...


Akhirnya Pangeran kedua sudah mendapatkan pasangan nya.

__ADS_1


Mereka tampak cocok satu sama lain...


Di sisi lain Puteri Mahkota Annika yang melihatnya merasa geram dengan kebahagiaan Aliesa. Ia merasa iri karena sekarang Pangeran Mahkota Alarick sama sekali tidak mengajaknya berdansa bahkan terkesan acuh kepadanya.


Sedangkan Putera Mahkota Alarick menatap selidik Aliesa.


" Entah mengapa gerakan nya terasa familiar ya... siapa gadis itu?" batin Alarick bertanya.


Sampai akhirnya berdansa mereka selesai setelah alunan musik telah berhenti. Aliesa dan Lois saling membungkuk satu sama lain.


Semua orang yang bertepuk tangan melihat keromantisan mereka.


Melihat ekspresi dari Puteri Mahkota Annika membuat Putera Mahkota Alarick memutar bola matanya malas dan berjalan memasuki area pesta yang sebelumnya tadi berada di singgasana menghiraukan Puteri Mahkota Annika yang berteriak memanggilnya.


Sekarang pandangannya tertuju ke arah Pangeran kedua yang merupakan Adik tirinya termasuk isterinya yang di rumorkan pernah menyukainya atau lebih tepatnya pemilik asli tubuh.


Lois menggelengkan kepalanya melihat tingkah Aliesa yang sedari tadi tidak berhenti mengambil kue yang berada di stan makanan.


" Apa kau sudah selesai dengan cemilan itu?" tanya Lois dengan santai sambil terus melihat Aliesa.

__ADS_1


Aliesa sontak menjawab dengan gelengan kepala sebelum kembali memasukan potongan kue ke dalam mulutnya.


" Tidak kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk makan gratis. Sayang jika ini tidak di makan." ucap Aliesa yang kembali mengambil kue di atas meja lagi yang tadi sudah habis di makan.


Lois menghela nafasnya menurutnya isterinya sama sekali tidak ada sikap anggun seperti wanita kebanyakan. Bahkan menurutnya sifat Isteri nya terkesan blak-blakan kepada seseorang yang sama sekali tidak dia suka. Tetapi juga Lois tidak mempedulikan kelemahan Aliesa karena sifat itulah yang membuatnya istimewa di hatinya.


Pandangan Lois yang tadinya melembut seketika kembali datar ketika melihat kehadiran Pangeran Mahkota Alarick yang datang menghampirinya.


" Salam Pangeran Mahkota, apa ada urusan anda kemari?" tanya Lois yang langsung keintinya. Karena dirinya malas berurusan dengan orang seperti Pangeran Mahkota.


Pangeran Mahkota Alarick terdiam sambil tersenyum lembut mengerti bahwa pria di depannya sama sekali tidak menyukainya.


" Salam juga Pangeran kedua, ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan anda ini penting." ucap Alarick bersikap tenang.


Tentu saja ucapan Pangeran Mahkota Alarick sedikit membuat Lois curiga.


" Ini aneh, dia sedikit.....


Countine....

__ADS_1


__ADS_2