
Selesai makan malam Pangeran kedua Lois menidurkan Flora. Ia membacakan cerita untuk pertama kalinya kepada Puterinya.
Pangeran kedua Lois tersenyum melihat wajah tenang Flora yang tertidur, Kemudian ia mencium keningnya.
" Selamat malam, Flora." ucap Lois yang setelah itu meletakan buku cerita dan berjalan meninggalkan kamar.
Pangeran kedua Lois mencari keberadaan Aliesa. Tidak berapa berselang Pangeran kedua Lois menemukan Aliesa yang sedang duduk tenang sambil membaca buku dengan di temani secangkir cokelat panas.
Lagi-lagi Pangeran kedua Lois dibuat terpesona dengan kecantikan Aliesa ketika sedang serius. Apalagi melihat wanita itu mengenakan gaun tidur putih gading tipis nya membuat Pangeran kedua Lois ingin menerkamnya.
" Apa aku mengganggu?" ucap Lois yang merupakan pernyataan.
Aliesa yang mendengarnya memutar bola matanya malas.
" Itu tahu jadi mengapa kau tidak pulang ke istana, jangan sampai para prajurit datang ke sini mencarimu. Aku tidak ingin membuat keributan di malam hari." ucap Aliesa datar sebelum kembali melanjutkan kegiatan membacanya.
Aliesa berniat untuk mendiamkan Pangeran kedua Lois supaya beliau merasa bosan dan memutuskan untuk pergi darinya.
Tapi sayangnya ketika Aliesa sedikit menurunkan buku nya ia dibuat terkejut melihat wajah Pangeran kedua Lois dekat dengan nya. Membuat kondisi jantungnya berdetak kuat.
__ADS_1
" APA MAU MU" ucap Aliesa yang tanpa sadar meninggikan nada suaranya.
Pangeran kedua Lois terdiam sambil mengambil buku di tangan Aliesa secara paksa.
" Hei" ucap Aliesa yang terpekik terkejut melihat bukunya di ambil oleh Pangeran kedua Lois.
Pangeran kedua Lois tertawa pelan melihat wajah marah Aliesa. Menurutnya melihat Aliesa marah sedikit membuatnya terhibur.
" Aku ingin membicarakan sesuatu tentang pernikahan kita?" tanya Lois sambil menatap serius manik mata cokelat Aliesa.
Aliesa yang di tatap intens oleh Pangeran kedua Lois berusaha tetap bersikap biasa. Mengapa tidak seumur hidupnya dia baru saja di tatap begitu intens nya oleh seorang pria. Meskipun dia sudah pernah menikah tapi sayangnya suaminya ia hanya mendapatkan tatapan benci dan hina di wajahnya.
" Tentu saja tidak, aku cuma ingin kau dan Flora mulai besok tinggal bersamaku." ucap Lois dengan tenang tanpa mempedulikan ekspresi Aliesa yang sudah memerah menahan amarahnya.
Brak...
Pyarr...
...****************...
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain Kaisar Wiliams sedang khawatir karena tidak biasanya Puteranya pergi dari istana selama beberapa hari tidak kembali. Meskipun ia tahu bahwa Putera keduanya jarang berada di istana. Tetapi ketika dia berada di istana Puteranya akan sering mengurungkan dirinya di istana tempat tinggal mendiang Selir nya.
Memikirkan hal itu membuat menghela nafasnya. Sampai tiba-tiba saja ada seseorang membuka pintu kamarnya.
Ceklek...
" Yang Mulia." ucap Ratu Rieta yang ternyata masuk ke dalam kamar Kaisar Wiliams.
Memang setelah kelahiran Puteri Madeleine, Kaisar Wiliams dan Ratu Rieta memutuskan untuk pisah kamar atau lebih tepatnya itu keinginan Kaisar Wiliams.
Karena Kaisar Wiliams lebih senang menghabiskan waktunya bersama mendiang Selir bersama anak mereka.
Kaisar Wiliams yang menyadari kedatangan Ratu Rieta langsung membalikan badannya dan menatapnya dengan datar.
" Jadi ada urusan apa sampai Ratu datang menemui aku di sini?" tanya Kaisar Wiliams yang menyerngitkan dahinya merasa heran dengan tingkah Ratu Rieta yang tidak biasanya datang ke kamarnya.
" Saya hanya ingin....
Countine...
__ADS_1