Become A Mother

Become A Mother
Hadiah Untuk Puteri Madeleine


__ADS_3

" Apa kau sudah tenang di sana Rora? Ayah sangat merindukanmu." batin Viscount Lincoln yang menyimpan rindu kepada Puteri serta isterinya yang sudah pergi untuk selamanya.


Meninggalkan nya Viscount Lincoln hidup di masa tuanya dengan sendirian. Sebelum akhirnya cucunya Lois datang membawa isteri serta anaknya. Viscount Lincoln serasa mempunyai angin segar akhirnya dia mendapatkan apa yang di sebut keluarga lagi.


" Ibu Ayahmu adalah Aurora puteriku. Dia memiliki rambut putih yang panjang dan matanya yang selangit biru cerah. Membuat semua orang tidak bisa memalingkan wajahnya." ucap Viscount Lincoln yang menceritakan tentang Aurora.


" Benarkah kakek, ceritakan tentang nenek Rora kepada Flora." ucap Flora yang semangat meminta Viscount Lincoln menceritakan tentang Selir Aurora.


Dengan penuh semangat Viscount Lincoln menceritakan tentang Selir Aurora yang bagaimana memiliki sifat seperti Flora.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Pangeran Mahkota Alarick memutar bola matanya melihat kehadiran Puteri Madeleine di ruang kerjanya sambil tersenyum riang.


" Jadi, ada urusan apa sampai membuatmu datang ke sini?" tanya Alarick dengan datar.


Puteri Madeleine yang mendengarnya hanya mengusap tengkuknya dengan canggung. Dirinya tidak bias melihat sifat Pangeran Mahkota Alarick yang sebelumnya seorang bajingan pengecut menjadi pria dingin dan tegas.

__ADS_1


" Tidak ada , aku cuma memberikan selamat karena berhasil keluar dari pengaruh seorang nenek sihir." ucap Madeleine sambil menjabat tangan Pangeran Mahkota Alarick dengan senang.


Awalnya Pangeran Mahkota Alarick sama sekali tidak mengerti dengan semua yang di ucapakan Puteri Madeleine sampai akhirnya ia mengerti secara tidak langsung Puteri Madeleine menyindirnya.


Pangeran Mahkota Alarick yang sebelumnya kaku langsung membalas jabatan tangan dari Puteri Madeleine sambil tersenyum tipis.


" Terima kasih, jadi bagaimana perjalanan mu bertemu dengan Annika. Apa kau merasa senang?" tanya Lois yang membuka topik pertemuan Puteri Madeleine dan Annika yang sebentar lagi akan menjadi mantan isterinya.


" Dia sudah seperti orang gila." ucap Madeleine dengan singkat.


" Aku senang mendengarnya, Jadi apa kau mau mendapatkan kehormatan untuk memberikannya hukuman." ucap Alarick yang memberikan tawaran kepada Puteri Madeleine.


Puteri Madeleine matanya langsung berkilau senang akhirnya setelah sekian lamanya dia bisa memberikan hukuman kepada wanita ular itu.


" Tentu saja kau yang terbaik Pangeran Mahkota." ucap Madeleine yang semangat menerima tawaran Pangeran Mahkota Alarick.


Mendengar jawaban itu membuat Pangeran Mahkota Alarick bernafas lega setidaknya dia tidak perlu menemui wanita itu sampai dimana dia di hukum mati.

__ADS_1


" Silahkan nikmati hadiah mu Puteri Madeleine." ucap Alarick sambil tersenyum licik melihat bertapa senangnya Puteri Madeleine sampai melompat riang.


...****************...


Sejak pekerjaannya sebagai Duke Christopher membuat Lois merasa sibuk. Dengan pekerjaannya semakin tertumpuk membuat waktunya bersama keluarga nya berkurang. Tapi sebisa mungkin Lois menyelesaikan pekerjaannya supaya dia bisa menghabiskan waktu bersama kedua malaikat hidupnya.


Tok....Tok...


Mendengar suara ketukan pintu membuat Lois menghentikan pekerjaannya sejenak dan melihat siapa yang datang mengganggu waktu sorenya. Wajahnya yang sebelumnya datar langsung cerah melihat kedatangan Aliesa sambil membawa troli berisi teh, dan cemilan.


" Apa kau ada waktu untuk minum teh bersama?" tanya Aliesa sambil tersenyum.


Lois yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya.


" Dengan senang hati, Aliesa." ucap Lois sambil tersenyum.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2