Become A Mother

Become A Mother
Sikap Acuh Pangeran Mahkota


__ADS_3

Tenang saja Ibunda, anda tidak perlu khawatir saya sudah sampai di sini dengan selamat." ucap Alarick dengan pandangan seseorang yang berdiri tidak jauh dari depannya dan menatap nya dengan lembut.


Puteri Mahkota Annika yang menyadari bahwa sejak tadi Pangeran Mahkota Alarick memperhatikannya menampilkan senyum polosnya sebelum berjalan mendekat setelah melihat beliau sudah melepaskan pelukannya dengan Ratu Rieta.


" Senang saya melihat anda kembali dengan keadaan baik-baik saja Suamiku." ucap Annika sambil membungkuk hormat di hadapan Pangeran Mahkota Alarick supaya mendapatkan perhatian yang baik sudah dia perlihatkan sejak dulu.


Pangeran Mahkota Alarick mendengus mendengar ucapan Puteri Mahkota Annika yang lembut dan syarat akan kekhawatiran kepadanya. Membuatnya semakin jijik melihatnya karena ia sudah tahu sifat wanita di hadapannya dengan sekali lihat. Mungkin karena pengajarannya setelah kematian Shilla dan Calon anaknya membuat nya lebih selektif dalam melihat orang, dan sayangnya itu terlambat dia lakukan sebab Shilla sudah pergi jauh dari nya.


Jika ini adalah Putera Mahkota Alarick yang asli mungkin dia senang mendengar sambutan dari keluarganya termasuk kepada Ratu Rieta dan Puteri Mahkota Annika, dan menyombongkan kepada Kaisar Wiliams membuktikan bahwa dia lebih baik daripada Adik tirinya yang merupakan Pangeran kedua.


Tetapi sekarang karena dirinya yang sudah menempati posisi tubuh ini. Ia sama sekali tidak tertarik dengan tahta dan kekuasaan nya. Karena tujuannya ingin menemui Shilla nya yang menempati raga orang lain. Bisa saja dia mendapatkan maaf dan membangun keluarganya lagi.


Memikirkannya membuat Pangeran Mahkota Alarick semakin semangat untuk menemukannya.

__ADS_1


" Terima kasih." ucap Alarick datar sebelum berjalan mendekat Kaisar Wiliams dan menghiraukan Puteri Mahkota Annika yang tampak terkejut.


" Tugasnya sudah selesai saya laksanakan dan jika anda butuh detailnya lebih lengkap. Kita bisa membicarakan ke ruang kerja anda, Yang Mulia." ucap Alarick dengan penuturan sopan dan datar. Tetapi hal itu membuatnya semakin menarik di mata Puteri Mahkota Annika yang memperhatikan nya.


Pangeran Mahkota Alarick yang menyadari Puteri Mahkota Annika memperhatikannya hanya memutar bola matanya. Gerakan itu dilihat Kaisar Wiliams yang memandang bingung Pangeran Mahkota Alarick.


" Baiklah kita akan ke sana dan ada sesuatu yang juga aku bicarakan." ucap Kaisar Wiliams sebelum membalikan badannya dan pergi memasuki istana.


Melihat kepergian Kaisar Wiliams. Pangeran Mahkota Alarick hanya diam sebelum mengalihkan pandangannya.


Sedangkan Puteri Mahkota Annika hanya terpaku melihat perubahan sikap Pangeran Mahkota Alarick kepadanya.


" Ratu, apa yang sebenarnya terjadi kepada Alarick? Mengapa dia berubah?" tanya Annika dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Ratu Rieta yang mendengarnya memutar bola matanya malas menghadapi sikap cengeng wanita di sampingnya.


" Itu kesalahan mu yang sampai sekarang belum memberikan pewaris kepada Puteraku. Mungkin sekarang dia sudah tidak bisa lebih lama menunggu kembali. Jika kau tidak ingin dibuang olehnya secepatnya lahirkan pewaris. Bahkan kau kalah dengan anak kandung Duke Christopher. Menyedihkan." ucap Ratu Rieta yang menghina Puteri Mahkota Annika.


Selesai mengatakan itu Ratu Rieta pun juga masuk ke dalam istana meninggalkan Puteri Mahkota Annika yang terdiam mematung.


Pelayan yang berada di belakangnya menghampirinya dengan khawatir.


" Apa anda baik-baik saja Puteri?" tanyanya dengan khawatir.


Puteri Mahkota Annika yang mendengarnya hanya memandangi nya dengan angkuh.


" Mungkin apa yang dikatakan Ratu benar, saatnya aku mengandung keturunannya, dan menyingkirkan mereka semuanya." ucap Annika sambil tersenyum miring.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2