
Saya cukup salut dengan Nona muda yang kuat menahan racun mematikan yang menyerang tubuhnya. Saat ini tubuhnya sedang beristirahat saya sarankan untuk beberapa hari kedepan Nona muda hanya di izinkan memakan bahan yang lembut mengingat saat ini tenggorokan terluka akibat racun. Yang Mulia. saya ingin menanyakan sesuatu Apa Nona muda sudah pernah mengeluarkan sihirnya?" tanya Dokter tersebut.
Lois dan Aliesa yang mendengarnya sontak menggelengkan kepalanya. Sebab mereka sama sekali belum pernah melihat Flora menunjukkan tanda-tanda sihirnya.
Anak-anak yang ada di kekaisaran Grisam baru bisa mengeluarkan sihir ketika menginjak delapan tahun jadi sedikit mustahil untuk Flora yang baru berusia 6 tahun itu.
" Sepertinya Nona muda memiliki sihir yang kuat jadi ketika Nona muda dalam keadaan keracunan. Sihir itu bekerja untuk mengurangi kadar racun dalam tubuh. Nona muda seperti nya memiliki kekuatan spirit Cahaya yang bisa menyembuhkan banyak orang atau kita bisa sebut Saintess." ucap Dokter sambil tersenyum.
" Saintess." ucap Aliesa dan Lois secara bersamaan dengan ekspresi terkejut.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Duke Christopher terus mengikuti orang yang mencurigakan dengan langkah pelan dan penuh perhitungan. Sampai langkahnya menuju ke arah hutan yang berada di kediaman.
__ADS_1
" Apa kau berhasil?" tanya seseorang yang mengenakan gaun berwarna hitam.
" Tentu saja, Yang Mulia. saya sudah melaksanakan perintah anda sebaik mungkin sekarang dipastikan anak itu sedang sekarat dan kita tinggal menunggu tanggal kematian nya." ucap pria yang tadi di ikuti oleh Duke Christopher.
Duke Christopher yang sedang menggunakan sihir tidak terlihat terkejut ketika mendengar semua pembicaraan kedua orang itu. Duke Christopher semakin berjalan mendekat berusaha untuk melihat wajah yang sudah berani melukai Cucunya. Bertapa terkejutnya dia melihat wajah wanita itu.
" Ratu Rieta, dia berani sekali meracuni cucuku." ucap Duke Christopher sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.
Duke Christopher hanya diam sambil terus memperhatikan pembicaraan Ratu Rieta dengan orang yang sekarang ia yakini sebagai pembunuh bayaran.
" Bagus sekarang tugasmu adalah meninggalkan ibukota. Jangan sampai ada orang yang menemui mu. Jika saja kau melanggar aku tidak segan-segan untuk membunuh semua keturunan mu. Ingat itu." ucap Ratu Rieta dengan nada penuh ancaman.
" Baik, Yang Mulia." ucap orang tersebut yang menerima kantung dari Ratu Rieta dan pergi menghilang.
__ADS_1
Meninggalkan Ratu Rieta yang sedang menyeringai dengan rencana yang berhasil satu.
" Akhirnya rencana kali ini tidak gagal, Beruntung nya aku kepikiran untuk menunda rencana ku membiarkan mereka untuk bebas sementara. Sekarang tinggal Lois dan Aliesa aku tinggal menghabisi kalian untuk menguasai kekaisaran hahahaha....." ucap Ratu Rieta sambil tertawa terbahak-bahak.
Duke Christopher yang melihatnya langsung bergidik ngeri.
" Hah... sepertinya aku harus memberitahukannya kepada mereka dan Ratu Rieta nikmati waktu bebasmu sebelum kami menghancurkannya." ucap Duke Christopher sambil menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya.
...****************...
Aliesa menggenggam tangan Flora yang sedikit dingin sambil mengelusnya lembut. Lagi-lagi air matanya mengalir meskipun Dokter sudah mengatakan bahwa Flora baik-baik. Tetapi entah mengapa Aliesa masih merasa khawatir takut terjadi sesuatu kepada Flora. Apalagi yang semakin membuat nya pusing adalah pembicaraan nya dengan Dokter yang membekas di otaknya.
" Hah...apa yang harus aku lakukan....
__ADS_1
Countine...