
BOOM..
Suara ledakan yang kerasa sampai terdengar dimana Kaisar Alarick dan Annika sedang bertarung.
" Tidak mungkin." gumam Alarick melihat bahwa area ledakan berasal berada di tempat Lois.
Sedangkan Annika yang mendengarnya langsung tertawa terbahak-bahak.
" Hahaha.... akhirnya aku bisa menyingkirkan salah satu anggota kekaisaran. Pria itu memang tampan tapi sayangnya hidupnya pendek. Sekarang giliran anda Kaisar sebentar lagi mayat mu akan bersujud di hadapan ku." ucap Annika tersenyum miring di wajahnya.
...****************...
Lois hanya memejamkan mata nya sampai tiba-tiba saja dia tidak merasakan sakit apapun. Saat dia membuka matanya bertapa terkejutnya melihat Aliesa yang berdiri di depannya dengan tangannya memegang sebuah belati kecil.
" Apa yang kau lakukan di sini bukannya sudah aku bilang untuk jangan bertindak gegabah?" ucap Lois dengan suara dingin bertanya kepada Aliesa.
Aliesa mendengar Lois memarahi nya langsung membalikkan badannya tapi sebelum itu ia menciptakan mantra menghilang supaya makhluk berjubah hitam itu tidak mengetahui keberadaan mereka.
" Kau bodoh." ucap Aliesa mengejek Lois sambil tersenyum.
__ADS_1
" Bodoh aku. Apa maksudnya..." ucap Lois terpotong karena tiba-tiba saja Aliesa memeluknya.
Tapi Lois tidak menolaknya ia membalas pelukan Aliesa. Lois merasakan jas yang di kenakan nya basah menandakan wanitanya sedang menangis.
" Tidak boleh menangis." ucap Lois sambil mengecup puncak kepala Aliesa dengan sayang.
Aliesa memeluk Lois sambil menangis lega jika saja dia tidak bertindak cepat. Ia akan kehilangan suaminya, pria, dan ayah anaknya yang sangat ia cintai.
" Kau bodoh...hiks meninggalkan....aku dan Flora sendirian...hiks...aku tidak mau kau ...mati hiks..." ucap Aliesa yang berbicara terbata-bata sambil menangis.
Lois yang mendengarnya merasa bahagia karena Aliesa sangat menghawatirkan sesuatu yang sangat ini dia rindukan.
" Tenang aku tidak akan meninggalkan mu sayang." ucap Lois sambil dengan pelan mengusap pipi Aliesa yang ada jejak air matanya.
Aliesa memejamkan mata nya menikmati kecupan lembut Lois.
" Aku mengerti jadi kita harus bagaimana,dan dimana makhluk hitam milik mu kalau gak salah namanya Tat?" tanya Aliesa menanyai keberadaan partner Lois.
" Aku menyuruhnya untuk melindungi kalian jika ledakan itu mengenai kita. Jadi sekarang kita harus membuat susunan rencana karena aku tahu kau tidak mau meninggalkan ku sendirian." ucap Lois sambil sedikit seringai.
__ADS_1
Aliesa yang mendengarnya juga tersenyum karena tebakan Lois benar. Ia tidak akan membiarkan suaminya berjuang sendiri untuk melindunginya dan anak mereka.
" Kau benar Lois aku akan membantu mu dan jangan remehkan Aliesa Christopher." ucap Aliesa tersenyum penuh percaya diri.
Lois yang mendengarnya juga tersenyum karena ia tahu isterinya bukan orang biasa.
" Baiklah kita mulai." ucap Lois sambil melihat ke depan dimana makhluk hitam itu mencari keberadaan nya.
Makhluk hitam itu menunggu sampai kabut nya hilang menunggu jasad musuhnya terbaring tidak berdaya di bawah kakinya. Tapi sayangnya ketika ia melihat di sana hanya ada seorang wanita berambut cokelat tersenyum kepadanya.
" Selamat siang." ucap Aliesa yang berdiri tidak jauh dari makhluk hitam itu.
" Siapa kau?" tanya nya dengan suara yang berat.
Aliesa berdiri sambil dengan pelan berjalan mendekat.
" Saya hanya ingin berjabat tangan dengan anda karena telah berhasil mengalahkan Lois untuk ku." ucap Aliesa sambil tersenyum manis.
Makhluk hitam itu tertawa sambil berjalan mendekat juga.
__ADS_1
Sampai di depan Aliesa dengan perlahan menarik sesuatu dari tangannya dan...
Countine...