Become A Mother

Become A Mother
Kaisar Wiliams Menghembuskan nafas Terakhir


__ADS_3

Dan bertapa mirisnya kondisinya saat ini wajahnya yang memiliki cekung dan matanya memiliki bulatan hitam. Tubuhnya kurus bahkan wajahnya pucat.


Pangeran Mahkota Alarick duduk di kursi di samping kiri ranjangnya dan menggenggam tangan nya.


" Ayahanda." ucap Alarick yang sedikit kaku memanggil Kaisar dengan sebutan ayah.


Kaisar Wiliams membuka matanya melihat Pangeran Mahkota Alarick dengan sendu.


" Di...ma...na...Lo...is...?" tanya Kaisar Wiliams dengan nada suara yang terbata-bata seolah berusaha mengambil nafas di paru-paru.


Pangeran Mahkota Alarick sedikit merasa sedih sekaligus iba dengan kehidupan Kaisar Wiliams. Sekarang ini dia bukan seperti Kaisar yang di kenal tegas dan berwibawa hanya ada seorang pria tua yang sakit-sakitan menunggu kedatangan puteranya.


" Anda tidak perlu khawatir pasti nya...." ucap Alarick terpotong ketika tiba-tiba saja ada suara pintu yang terbuka dengan keras.


Ketika Pangeran Mahkota Alarick mengalihkan pandangannya dirinya seketika merasa lega melihat kehadiran Lois bersama Aliesa.


Sedangkan Lois di sisi lain dibuat terkejut setelah mendengar bahwa Kaisar Wiliams sakit bahkan bisa di sebut sekarat. Meskipun dia sama sekali membenci Ayah nya tetap saja ada sebagian perasaan khawatir bercampur sedih.

__ADS_1


Awalnya Lois tidak ingin menemui Kaisar Wiliams mengingat apa yang pria itu lakukan dengan ibundanya di masa lalu. Tapi setelah mendengar kata Aliesa membuat Lois berubah pikiran dan memutuskan untuk datang apalagi Aliesa ikut bersamanya.


" Kaisar, Pangeran Mahkota." ucap Lois sambil sedikit menundukkan kepalanya memberikan hormatnya.


Pangeran Mahkota Alarick tersadar dari pikirannya setelah mendengar salam dari Lois.


" Duke Christopher." ucap Alarick yang sedikit menggangguk kepalanya.


Sedangkan Kaisar Wiliams yang melihat kehadiran Lois matanya langsung berbinar senang sambil membuka tangannya dengan lebar.


" Puteraku." ucap Kaisar Wiliams dengan nada kerinduan yang sudah tidak bisa di pendam lagi. Kaisar Wiliams merasakan sakit hati setelah Lois memutuskan hubungan dengannya dan memilih menjadi sebagai Duke gelar yang dimiliki mantan sahabatnya.


Lois hanya diam berdiri sampai dia merasakan tepukan di bahunya dan melihat bahwa Aliesa berdiri di belakangnya sambil tersenyum lembut bersama Puteri Madeleine yang juga berdiri di belakangnya.


" Ayo kakak ini demi ayah." ucap Madeleine yang berusaha membujuk Lois untuk mendekati Kaisar Wiliams.


Kemudian pandangan Lois melirik ke arah Pangeran Mahkota Alarick yang juga melihat ke arah nya sambil menggangguk.

__ADS_1


Dengan tekat kuat Lois menghampiri Kaisar Wiliams dirinya berdiri di samping kanannya dan menggenggam tangan nya juga.


Kaisar Wiliams yang melihat nya berasa ingin meneteskan air matanya akhirnya di sisa hidupnya ia bisa berkumpul dengan anak-anaknya terutama Lois anak kesayangannya.


" Ma...af...atas...semua kesalahanku...ma..af...." ucap Kaisar Wiliams sambil meminta maaf kepada kedua Puteranya.


Pangeran Mahkota Alarick dan Lois saling melirik sebentar memberikan senyum tipisnya.


" Kami sudah memaafkan ayahanda." ucap Alarick yang melihat Kaisar Wiliams.


Lois hanya menggangguk kepalanya karena jujur saja dirinya masih merasa canggung dengan Pangeran Mahkota Alarick yang di huni oleh jiwa baru.


Kaisar Wiliams tidak bisa menahan perasaan bahagia dalam hidupnya melihat kedua anaknya sudah membaik. Apalagi dia bisa melihat hubungan persaudaraan sudah mulai tumbuh. Akhirnya dia bisa kembali kepada isteri nya yang sudah ia kecewakan dan memohon maaf kepadanya.


" Aku akan menyusul mu Rora." batin Kaisar Wiliams


" Terima...kasih... Alarick...jadilah Kais....Ar..." ucap Kaisar Wiliams sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2