
"Tidak mungkin dia berubah." batin Annika dengan tidak percaya.
Aliesa tersenyum puas melihat raut wajah Annika yang lucu menurutnya. Aliesa melirik orang-orang yang berbisik kembali tapi ini berbeda.
Apa benar dia Puteri Aliesa.
Dia sudah berubah
Tapi walaupun begitu ia tetap saja merupakan sosok yang jahat yang pernah mengganggu Puteri Mahkota.
Aliesa yang melihatnya hanya terdiam sambil perlahan melepaskan pelukannya, dan berjalan maju ke hadapan mereka.
" Maafkan aku karena selama ini telah melakukan sesuatu yang merugikan kalian. Aku mulai perkenalkan diri lagi namaku Aliesa Alexandra seorang anak yang selama ini tidak di akui oleh Duke Christopher ayah kandungnya. Beliau lebih memilih memberikan cinta dan kasih sayang nya kepada anak asuhnya. Tapi apa salah jika aku berbuat jahat karena ulahnya Duke sama sekali tidak mau mempedulikan diriku bahkan sampai melepaskan paksa marga keluarga di belakang namaku. Apa itu salah aku hanya ingin mendapatkan kembali kasih sayang yang telah di rebut oleh Puteri Mahkota dariku? Apa aku salah mengacaukan hidupnya? Jawab aku." ucap Aliesa sambil bercucuran air matanya.
Semua orang yang mendengarnya terdiam sambil memandang iba Aliesa. Mereka mengerti tidak ada siapapun yang mau sesuatu yang seharusnya di miliki di rebut oleh orang lain.
Aku juga jika menjadi Puteri Aliesa akan melakukan hal yang sama. Karena aku tidak mau keluarga ku membuang diriku hanya demi anak angkatnya.
__ADS_1
Sama, aku juga ternyata yang di sini pelakunya adalah Puteri Annika. Aku sama sekali tidak percaya seorang Lady yang di kenal dengan sifat baik hati nya ternyata perebut kebahagiaan orang lain.
Mendengar ucapan buruk tentangnya langsung saja Puteri Mahkota Annika yang keluar dari toko sambil memasang wajah malunya. Aliesa yang melihatnya diam-diam tertawa senang karena berhasil membuat wanita ular itu marah. Kemudian Aliesa menyerahkan dua kotak sedang kepada ksatria kekaisaran.
" Permisi Tuan saya hanya ingin memberikan ini kepada Tuan Puteri. Saya mengucapkan minta maaf kepadanya telah membuatnya marah. Akibat kejadian ini dan satu lagi untuk anda saja." ucap Aliesa sambil menyerahkan kedua kotak itu.
Ksatria itu menerimanya dengan wajah berseri-seri karena masih ada seseorang yang baik kepadanya tanpa mempedulikan kastanya.
" Terima kasih Nona atas pemberiannya kalau begitu saya permisi dulu semoga hari anda menyenangkan." ucapnya sebelum keluar dari tokoh.
" Sekali lagi saya mengucapkan minta maaf kepada Kalian semua. Untuk hari ini saya akan memberikan kue baru secara gratis." ucap Aliesa.
Di sambut baik oleh orang-orang yang bertepuk tangan secara meriah.
Aliesa yang melihatnya bernafas lega sebelum kembali masuk ke dalam dapur dan melihat Flora yang masih asik dengan kuenya sampai wajahnya kotor. Aliesa tertawa melihat wajah lucu Flora sambil mengeluarkan sapu tangan yang berada di saku gaunnya untuk membersihkan wajahnya dari krim kue.
" Aduh Puteri Mama sangat menikmati kue nya iya." ucap Aliesa sambil membersihkan wajah Flora dengan lembut.
__ADS_1
Flora sedikit tersentak melihat keberadaan Mama nya yang tiba-tiba saja datang. Tapi tidak lama kemudian ia tersenyum sambil memeluk Mama nya dengan erat.
" Mama, apa tadi di luar baik-baik saja mengapa Flora mendengar suara keributan di luar?" tanya Flora sambil mengadahkan kepalanya menatap Mama nya.
Aliesa tersenyum sambil meletakkan sapu tangan di atas meja di samping nya.
" Iya semua baik-baik saja tadi hanya suara orang-orang yang sangat antusias dengan kue buatan baru Mama. Jadi Flora tidak perlu khawatir." ucap Aliesa sambil mengelus kening Flora yang mengerut.
Wajah Flora yang tadinya sedih kembali ceria mendengar ucapan Mamanya.
" Tentu saja kue Mama adalah terenak di dunia pasti semua orang akan senang untuk merasakan. Bahkan Flora sampai buncit karena terus memakan kue Mama." ucap Flora sambil menundukkan perutnya yang sedikit gemuk.
Aliesa yang mendengarnya langsung tertawa tapi diam-diam ia merasa lega karena bisa mengalihkan perhatian Flora. Mulai saat ini Aliesa tahu hidupnya tidak akan tenang lagi setelah membuka identitas aslinya sebagai Puteri seorang Duke. Ia tidak tahu bagaimana reaksi Duke mengenai berita ini.
Tapi jika dia berani melukai Puterinya akan Aliesa pastikan hidupnya akan menderita. Memikirkan itu Aliesa langsung menyeringai licik yang sama sekali belum di tunjukkan kepada siapapun itu.
Countine...
__ADS_1