Become A Mother

Become A Mother
Kaisar Baru


__ADS_3

Suasana terasa hening setelah beberapa saat lalu Kaisar Wiliams memejamkan matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya.


" AYAH." ucap Madeleine yang menangis melihat ayahnya mati di depan matanya dan berlari menghampiri ranjang nya.


Puteri Madeleine memegangi wajah Kaisar Wiliams yang sudah pucat dengan ekspresi yang damai. Tidak lama kemudian Puteri Madeleine memeluk Kaisar Wiliams sambil menangis keras.


Sedangkan Pangeran Mahkota Alarick dan Lois hanya diam saling satu sama lain. Sampai Aliesa menghampiri Lois dan memeluknya.


Lois yang mendapatkan pelukan Aliesa langsung meninttikan air mata nya meskipun dirinya tidak menyukai Kaisar Wiliams setelah bertahun-tahun lalu. Tapi dia memiliki kenangan yang indah bersama bersama ibundanya. Kenangan yang masih teringat segar di pikiran Lois.


Badan Lois gemetar dia menangis melihat kematian Kaisar Wiliams yang sama sekali tidak menduganya. Aliesa hanya menepuk punggungnya berusaha membiarkan Lois mengeluarkan kesedihannya.


Pangeran Mahkota Alarick yang melihat kesedihan di antara kedua adiknya hanya menghela nafasnya berjalan keluar dari kamar yang dimana banyak orang-orang bangsawan, dokter, dan pelayan menunggu kabarnya.


Ceklek...


Ketika membuka pintu kamar semua orang-orang itu langsung memberikan hormat kecil kepada Kaisar baru mereka.

__ADS_1


" Hari ini Kaisar Wiliams menghembuskan nafas terakhirnya, dan mulai hari ini kalian akan melayani seorang pangeran yang sama sekali tidak kalian duga." ucap Alarick berusaha mengambil nafasnya yang terasa sesak di dadanya berusaha menghalau air yang akan keluar dari pelupuk matanya.


" Pangeran yang brengsek tidak pernah mempedulikan kekaisaran sama sekali. Kalian akan melayani Kaisar yang beda dari sebelumnya. Saya Pangeran Mahkota Alarick akan mengambil kursi tahta Kaisar." ucap Alarick dengan tegas.


Semua orang-orang itu sempat terperangah mendengar ucapan Pangeran Mahkota Alarick sebelum kemudian memulai berseru.


" Hidup Kaisar Alarick..."


" Hidup Kaisar Alarick..."


" Hidup Kaisar Alarick.."


" Maaf aku mengambil kursi tahta itu tanpa mempedulikan mu, Adik ku." ucap Alarick yang meminta maaf kepada Lois.


Karena meskipun tubuh yang di tempati nya merupakan pewaris sah kekaisaran tapi Alarick merasa tidak pantas menerimanya. Karena secara tidak langsung dia mengambil hak asli tubuh ini dan mengambil tahta dari pewaris asli lainnya tidak seperti nya hanya jiwa asing.


Lois yang mendengarnya melepaskan pelukan pinggangnya kepada Aliesa dan mendekati Pangeran Mahkota Alarick.

__ADS_1


" Kau tidak perlu merasa bersalah karena ini memang hak mu atas kerja keras mengubah kekaisaran dan ubah semua nya menjadi lebih baik jiwa asing." ucap Lois yang diakhiri dengan bisikan.


Pangeran Mahkota Alarick mendengarnya matanya berkaca-kaca dan langsung memeluk Lois seolah bebannya mulai terangkat dengan menerima restu dari Lois yang dulunya merupakan seorang Pangeran.


" Terima kasih." ucap Alarick dengan suara pelan.


" Sama-sama, dan terima kasih telah mengubah sikap Pangeran Mahkota yang lebih baik dapat di percaya oleh rakyatnya. Jika tidak aku harus bertempur dengan mu untuk merebutkan hak rakyat." ucap Lois sambil menepuk bahu Pangeran Mahkota Alarick.


Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya langsung tertawa dan membalas tepukan itu.


Aliesa hanya diam sambil memperhatikan dua pria bersaudara berbaikan sebelum melihat ke arah belakang Puteri Madeleine yang tampaknya terharu melihat sikap kedua saudaranya yang sudah akur lagi.


" Semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya." ucap Aliesa sambil mendengarkan suara lonceng di atas menara.


Tring....


Tring....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2