
" Huh... bosan..." ucap Niall sambil menggulingkan tubuhnya di atas karpet di dekat perapian.
Setelah pembelajaran dengan tutor nya Niall berada di ruang keluarga bersama kakak nya Flora dan ibunya Aliesa.
Flora yang sedang membaca buku memutar bola matanya melihat sikap Niall.
" Jangan berisik aku sedang membaca." ucap Flora yang memperingatkan Niall.
Niall langsung duduk dan memasang wajah cemberut melihat ke arah Aliesa yang sedang memperhatikannya dengan geli.
Aliesa yang melihat sikap Niall hanya menggelengkan kepalanya. Terkadang melihat Niall mengingat nya tentang sikap nya dulu ketika masih kecil itu sedikit membuatnya senang. Sebab Flora sudah memiliki sikap dingin Lois. Itu membuat Aliesa bingung dengan hilang nya sikap manis Puteri nya.
Tiba-tiba saja ada seorang pelayan menemui mereka.
" Ada apa Seth?" tanya Aliesa kepada pelayan nya.
" Grand Duchess, Grand Duke sudah kembali dari tugas nya beliau datang bersama Kaisar beserta Ratu dan Pangeran." ucap nya melaporkan kepada Aliesa.
" Baiklah kalau begitu siapkan jamuan untuk Kaisar dan keluarganya." ucap Aliesa berdiri sekaligus memberikan perintah kepada Seth.
Seth menggangguk kepalanya sebelum mundur keluar. Sedangkan Niall mata nya berbinar-binar mendengar bahwa ayahnya sudah datang beserta sepupunya yang datang.
__ADS_1
" Mama, aku akan menemui ayah dan sepupu ku dulu dah..." ucap Niall yang melambaikan tangannya dan berlari keluar.
Meninggalkan Flora yang berdecih melihat sikap adiknya.
" Niall benar-benar menyebalkan." ucap Flora kesal.
" Kalau begitu kita harus menemui mereka." ucap Aliesa sambil menggenggam tangan Flora dan membawanya keluar.
Sedangkan Niall berlari di tangga menuju ke bawah membuat para pelayan yang melihatnya berusaha memperingatkan nya tapi sama sekali tidak di tanggapi oleh anak laki-laki itu.
Sampai di bawah Niall melihat Ayah nya langsung berlari dan melemparkan tubuhnya ke arahnya.
Membuat Lois yang melihatnya terkejut jika saja dia tidak mempunyai refleks yang bagus. Mungkin anak itu akan jatuh.
" Tentu saja ayah kau tahu aku sangat merindukanmu dan bermain pedang bersama-sama. Karena ibu dan kakak tidak bisa bermain pedang." ucap Niall dengan semangat.
Lois yang mendengarnya tertawa memang putera nya lebih dekat dengannya daripada dengan Aliesa.
" Wah... keponakan paman sudah lama tidak berjumpa seperti nya kau tambah besar saja." ucap Kaisar Alarick menyapa Niall.
Tapi sayangnya Niall menatap acuh Kaisar Alarick.
__ADS_1
Pangeran kecil yang berdiri di belakang Kaisar Alarick tertawa.
" Ayah sepertinya Niall marah padamu." ucap nya sambil bersmirk yang sangat tidak sesuai dengan usianya yang baru menginjak 4 tahun.
Kaisar Alarick menatap jengkel anak tunggalnya dan isterinya hanya melihatnya sambil tersenyum.
" Selamat datang semuanya." ucap Aliesa yang baru saja datang bersama Flora.
Lois yang melihat kehadiran isterinya langsung tersenyum.
" Aku pulang sayang." ucap Lois sambil mencium kening Aliesa.
Aliesa tersenyum melihat bahwa Lois pulang dalam keadaan baik-baik saja. Sebelum pandangannya tertuju ke arah Kaisar dan Ratu.
" Senang dengan kunjungan anda ke sini Kaisar dan Ratu." ucap Aliesa dengan ramah.
Ratu Lumina berjalan menghampiri Aliesa untuk memeluknya.
" Saya senang bertemu dengan mu Aliesa. Tujuan saya kemari adalah memberitahu bahwa sebentar lagi Aland akan memiliki seorang adik." ucap Lumina di sambut senang oleh semua orang.
Terutama Kaisar Alarick yang memandang cinta isterinya. Kedatangannya di sini memiliki tujuan yaitu meminta maaf kepada mantan isteri nya yang sudah ia khianati dan melukai hatinya berulang kali. Bahkan sampai sekarang dia tidak percaya bahwa sekarang memiliki keluarga walaupun bukan sama isterinya dulu. Tapi ia sangat mencintai Lumina dan anak-anaknya kelak.
__ADS_1
Dia berterima kasih telah di berikan kesempatan kedua.
End....