Become A Mother

Become A Mother
Kaisar Sakit


__ADS_3

Ketika ingin melanjutkan ucapannya tiba-tiba saja Lois mencium bibir Aliesa dengan ganas. Sampai membuat Aliesa susah bernafas.


" Lois...hmmp..." ucap Aliesa di sela-sela ciumannya sambil meremas kemeja putih yang digunakan Lois.


Mengetahui bahwa Aliesa sudah kehabisan nafas akhirnya Lois menghentikan ciumannya. Dada mereka saling naik turun Aliesa dan Lois menatap satu sama lain.


" Hentikan.cukup aku tidak ingin membuat kau terluka lagi Shilla. Tidak usah bercerita lagi aku tidak suka wanita yang aku cintai terluka menceritakan masa lalunya. Terpenting kau selalu bersama dengan ku dan Flora. Mengerti." ucap Lois sambil tersenyum lembut.


Aliesa menggangguk dengan mata yang berair menghamburkan tubuhnya ke pelukan Lois.


" Tentu aku tidak akan pernah meninggalkan mu meskipun aku harus kehilangan kehidupan lama ku. Aku lebih mementingkan kalian berdua keluarga ku." ucap Aliesa sambil memandang bintang yang sudah ada di langit.


...****************...


Setelah persidangan Annika dengan tenang akhirnya Pangeran Mahkota Alarick merasa adanya aroma kebebasannya.


Akhirnya bebas dengan namanya wanita ular bersama ibu yang jahat. Itu bagus sekarang Pangeran Mahkota Alarick bisa mementingkan pencarian terhadap jiwa Shilla menempati tubuh seseorang. Tetapi sampai sekarang dia belum bisa merasakan kehadiran jiwa Shilla di sekitarnya.

__ADS_1


BRAK...


Mendengar suara pintu yang terbuka dengan cukup keras membuat Pangeran Mahkota Alarick yang berada di kamarnya terkejut.


" Ada berita apa sampai kalian gelisah seperti itu?" tanya Alarick kepada prajurit yang sepertinya baru saja berlari jauh menuju ke kamarnya.


" Gawat, Pangeran Mahkota. Kaisar sedang sakit dan kemungkinan dia sekarat beliau mengharapkan kehadiran anda dan Duke Christopher." ucap nya sambil menunduk.


Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya cukup terkejut sepertinya berita tentang kejahatan mantan ratu yang baru terbongkar baru-baru ini bisa membuat hati Kaisar Wiliams hancur. Apalagi tanpa sengaja Kaisar Wiliams lebih membela mantan ratu daripada puteranya yang saat itu sedang di rundung duka.


" Apa kalian sudah memberitahu berita itu kepada Duke Christopher?" tanya Alarick berusaha bersikap tenang.


Pangeran Mahkota Alarick dalam hati sedikit tercengang mengetahui bahwa Lois mau ke istana mengingat hubungan Kaisar buruk dengannya.


" Baiklah mari kita menuju ke kamar Kaisar." ucap Alarick keluar dari kamarnya.


Pangeran Mahkota Alarick merasa ketegangan meskipun beliau bukan ayah kandungnya. Tetapi sebagian hatinya tetap ayahnya sekarang.

__ADS_1


Sampai di dalam kamar Kaisar Wiliams semua orang yang berada di dalam langsung membungkuk di hadapan Pangeran Mahkota Alarick.


Tetapi Pangeran Mahkota Alarick sama sekali mengacuhkannya dan berjalan mendekati ke arah Dokter yang sedang memeriksa Kaisar Wiliams.


" Bagaimana keadaannya?" tanya Alarick dengan sorot mata tegas meskipun ada kekhawatiran di dalamnya.


Dokter tersebut menampilkan ekspresi wajah sedih sebelum menjawab.


" Mengingat Kaisar sudah jarang istirahat dan makan akhir-akhir ini kesehatan nya semakin buruk apalagi Kaisar memiliki penyakit paru-paru nya. Dia sekarat." ucap Dokter dengan sedih.


Pangeran Mahkota Alarick menghela nafasnya mendengar jawaban tentang kesehatan Kaisar Wiliams. Dia tahu penyakit paru-paru sangat berbahaya apalagi Kaisar Wiliams akhir-akhir sedang dalam keadaan defresi.


" Kalian semua keluar kecuali Puteri Madeleine. Jangan sampai ada yang masuk kecuali Duke Christopher dan keluarga nya." ucap Alarick kepada para pelayan dan para bangsawan.


Semua orang langsung keluar sambil menundukkan kepalanya. Pangeran Mahkota Alarick berjalan mendekati ranjang Kaisar Wiliams.


Dan bertapa mirisnya....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2