
" APA." ucap Duke Christopher sambil memukul meja di hadapannya.
Lois yang melihat reaksi sang Duke hanya tersenyum miring.
" Benar dia sudah melahirkan seorang Puteri untukku. Jadi sudah seharusnya aku mendapatkan nya dan bersyukurlah setidaknya aku menemui mu untuk mengantarkan surat lamaran untuk Aliesa. Padahal bisa saja aku menikahi nya secara diam-diam darimu." ucap Lois.
Duke Christopher kembali duduk setelah ia merasa tenang. Ia memijit pelipisnya memikirkan tentang Aliesa dia sama sekali tidak menduga bahwa bayi di kandungan Puterinya merupakan anak dari Pangeran kedua yang di sebut iblis nya perang.
" Jadi ceritakan bagaimana kalian bisa berbuat sejauh itu setau saya Pangeran sama sekali tidak dekat dengan Aliesa?" tanya Duke Christopher sambil menatap tajam Pangeran kedua Lois. Ia masih tidak percaya apa yang di dengarnya barusan.
" Sayangnya 6 tahun lalu kami di jebak untuk menghabiskan satu malam bersama. Untung saja aku menyelamatkan Aliesa sebelum seseorang memperkosa nya, dan aku ingin mengatakan kau bodoh dalam mengambil keputusan." ucap Lois sambil berdiri dari kursinya.
" Apa maksudnya?" tanya Duke Christopher dengan mengepalkan tangannya sambil melihat Pangeran kedua Lois yang berdiri di depan pintu.
Lois yang mengetahui bahwa Duke Christopher penasaran hanya mengangkat bahunya acuh.
" Jika aku mengatakan pasti anda tidak percaya dan itu carilah sendiri. Jangan sampai penyesalan anda terlambat, dan sepertinya aku tidak perlu izin dari anda untuk menikahi Aliesa. Selamat berjumpa lagi Duke di hari pernikahan kami." ucap Lois dengan tatapan datar sebelum keluar dari ruangan.
__ADS_1
Duke Christopher yang mendengarnya merasa geram atas penghinaan terhadap nya. Tapi dirinya tidak bisa menyangkal bahwa perkataan Pangeran kedua seperti teka-teki untuknya mencari sosok di balik topeng.
" Sepertinya aku harus mencari tahunya jangan sampai aku bertindak gegabah untuk kedua kalinya. Bisa jadi aku mendapatkan informasi terkait kematian isteriku." ucap Duke Christopher.
Sedangkan Lois yang baru saja keluar dari ruang kerja Duke Christopher di hadang oleh Reynald yang sudah berdiri di depannya.
" Sepertinya pewaris Duke tidak ada kerjaan sampai menghadang jalan orang lain." ucap Lois sambil menyeringai mengejek.
Reynald mengepalkan tangannya dengan wajah memerah mendengar penghinaan Pangeran kedua terhadapnya.
Sampai tidak lama setelahnya senyuman itu luntur melihat tiba-tiba saja Pangeran kedua tertawa menyeramkan membuat kedua lututnya gemetaran. Apalagi dengan tatapan menusuknya yang seakan ingin membunuhnya kapan saja.
Lois tersenyum sinis melihat wajah ketakutan Reynald saat dirinya mengeluarkan sedikit mana nya.
" Cih...bahkan seharusnya anda yang tidak pantas menjadi seorang pengganti Duke. Karena kau tidak lebih dari..." jeda Lois yang menghilang.
Reynald terkejut melihat tiba-tiba saja Pangeran kedua sudah dekat di depannya.
__ADS_1
" Seorang pengecut." ucap Lois sebelum melanjutkan kembali langkahnya pulang ke istana.
Reynald merasa bahwa ini penghinaan besar dia harus cari cara untuk membalas tingkah sombong dari Pangeran kedua supaya dia mengerti seberapa kuasanya dirinya.
...****************...
Sedangkan disisi lain Puteri Mahkota berjalan-jalan di lorong dengan langkah tergesa-gesa membuat pelayan dan pengawal yang mengikutinya kelelahan.
" Kalian tidak perlu mengikuti diriku." ucap Annika yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Annika masih terkejut melihat keberadaan Aliesa yang berada di ibu kota. Ia takut semua rencananya selama ini akan hancur berantakan.
Ia bersumpah tidak akan membiarkan wanita kotor itu kembali menghancurkan kehidupan dan menghalangi nya menjadi seorang Ratu.
Sepertinya dia butuh bantuan seseorang...
Countine...
__ADS_1