Become A Mother

Become A Mother
Terpergok


__ADS_3

" Apa yang kalian lakukan?" tanya Viscount Lincoln yang masuk ke dalam kamar.


Sontak saja Aliesa terkejut dan secara refleks ia mendorong Pangeran kedua Lois menjauh dari tubuhnya.


Sedangkan Pangeran kedua Lois juga malu karena dirinya terpergok sedang bercumbu dengan Aliesa. Telinganya memerah tanpa di sadari olehnya. Untungnya saja Pangeran kedua Lois masih bisa mempertahankan wajah datarnya di hadapan sang Kakek.


" Apa kau tidak melihatnya sendiri, Kakek?" tanya Lois dengan datar tanpa merasa bersalah sedikitpun dari nada bicaranya.


Aliesa yang mendengarnya langsung menatap tajam Pangeran kedua Lois karena menurutnya pria di sampingnya sama sekali tidak punya sikap sopan santun. Karena merasa kesal ia pun memukul tangannya dengan kuat.


Membuat Pangeran kedua Lois menatapnya dengan tajam. Tapi di acuhkan oleh Aliesa.


Viscount Lincoln yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya. Merasa bahwa sifat di antara keduanya cukup bertolak belakang tapi saling melengkapi satu sama lain.


" Sepertinya aku akan mempercepat pernikahan kalian, dua hari lagi." ucap Viscount Lincoln yang membuat keputusan mempercepat pernikahan Pangeran kedua Lois dan Aliesa.


Seketika Aliesa yang mendengarnya matanya langsung membulat sempurna sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Tidak, jangan di percepat saya belum siap." ucap Aliesa dengan pelan.


Suara Aliesa terdengar pelan tapi karena Viscount Lincoln yang mempunyai pendengaran yang tajam seperti Pangeran kedua Lois. Jadinya dia bisa mendengarnya secara jelas.


" Tidak, aku akan mempercepat lagipula kalian sepertinya sudah tidak sabar untuk melaksanakan malam pertama, dan anda tenang saja Lady saya akan mengundang Duke Christopher. Kalau begitu kalian mempersiapkan diri karena dua hari lagi kalian akan menikah." ucap Viscount Lincoln yang mutlak.


Setelah mengatakan itu Viscount Lincoln langsung meninggalkan kamar. Meninggalkan suasana hening di antara Aliesa dan Pangeran kedua Lois.


Tersadar apa yang terjadi barusan langsung saja Aliesa menarik Pangeran kedua Lois dan menindihnya di bawah tubuhnya.


" Kau pembuat masalah, Yang Mulia." ucap Aliesa yang marah sambil mencengkram kemeja yang digunakan Pangeran kedua Lois.


" Benarkah." ucap Lois dengan tenang tanpa merasa bersalah sama sekali.


Tentu saja jawaban dari Pangeran kedua Lois semakin membuat Aliesa di kuasai amarahnya. Dengan sekuat tenaga Aliesa menarik kemeja Pangeran kedua Lois untuk bersiap memukulnya. Tapi sayangnya karena tenaga Aliesa tidak cukup kuat untuk Pangeran kedua Lois malah ia jatuh terjerembab dan bibirnya jatuh di atas bibir Pangeran kedua Lois.


Ceklek...

__ADS_1


" Mama...Ayah apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Flora polos melihat Aliesa dan Pangeran kedua Lois sedang berciuman di atas ranjang.


Seorang pelayan yang melihatnya wajahnya langsung merona malu dan dengan perlahan menarik tangan Flora.


" Lebih baik kita harus pergi saja Nona muda, jangan mengganggu Pangeran dan Lady. Maaf atas kelancangan saya, Yang Mulia." ucapnya sebelum menutup pintunya kembali.


Aliesa hanya diam tidak berkutik sebelum ia langsung menjerit menyadari bahwa Puteri kecilnya yang polos melihatnya sedang berciuman.


Pangeran kedua Lois yang menyadari hanya diam sambil menikmati ocehan Aliesa yang bertindak ceroboh. Sebenarnya kejadian ini tidak terlalu merugikannya selain mendapatkan ciuman, Kakeknya dengan senang hati mempercepat pernikahan mereka.


" Aku penasaran bagaimana reaksi mereka mendengar semua ini. Pasti sungguh menyenangkan." batin Lois sambil menyeringai licik.


...****************...


Ratu Rieta yang sedang melakukan perawatan wajah merasa tergganggu mendengar suara ketukan pintu dari luar. Dengan menggunakan sihir nya ia membuka pintunya dan terlihat seorang pelayan berlari menuju ke arahnya.


" Yang Mulia, ini sangat gawat. Ini membahayakan kita....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2