
Bahwa Puteranya ingin melepaskan gelarnya sebagai Anggota kekaisaran dan lebih mementingkan bangsawan yang statusnya lebih rendah dari gelar Pangerannya.
Tentu saja Kaisar Wiliams tidak menerima hal itu. Dengan emosi marahnya ia menggebrak meja dengan keras.
Sampai Flora yang sedang memakan kuenya tersedak akibat terkejut.
" Uhuuk... uhuuk...Ma..ma." ucap Flora memanggil Mama nya dengan di selingi suara batuknya.
Aliesa yang melihatnya langsung mengambil cangkir teh miliknya dan memberikannya kepada Flora.
" Sayang minum ini." ucap Aliesa sambil dengan pelan menuntun Flora minum tehnya.
Pangeran kedua Lois membantu mengusap punggung kecil Puterinya. Dengan perasaan khawatir takut bahwa nanti Puterinya akan sakit.
" Apa sudah lebih baikkan?" tanya Lois dengan suara lembutnya.
Flora hanya menjawab dengan anggukan kepalanya sambil kedua tangannya terangkat meminta Pangeran kedua Lois untuk memangku nya.
__ADS_1
Pangeran kedua Lois yang melihatnya langsung mengangkat tubuh Flora dengan mudahnya dan di letakkan diatas pangkuannya sambil jarinya mengelus rambut Flora yang sepertinya sudah mulai mengantuk.
Sedangkan Kaisar Wiliams yang sedari tadi melihatnya merasa bersalah telah membuat cucunya tersedak akibat ulahnya yang tidak bisa mengendalikan emosinya. Apalagi sekarang ia merasakan tatapan tajam dari Pangeran kedua Lois.
Pangeran kedua Lois meskipun diam ia tetap memberikan tatapan tajam kepada seseorang yang membuat Flora anaknya kesakitan. Ia belum mengucapkan sepatah katapun karena dirinya sibuk untuk Flora tertidur.
Setelah merasa bahwa Puterinya sudah tidur ia mengangkat tubuhnya untuk di serahkan kepada Aliesa.
" Lebih baik kau dan Flora kembali ke dalam kereta kuda. Karena ada sesuatu yang harus aku bicarakan kepada Kaisar." ucap Lois dengan nada memerintah nya.
Setelah Aliesa pergi bersama Flora, Pangeran kedua Lois kembali menatap tajam Kaisar setelah sempat ia mengalihkan pandangannya ketika berbicara dengan Aliesa.
" Anda sungguh keterlaluan, Yang Mulia." ucap Lois dengan nada datar.
" Dengan beraninya anda memukul meja sampai Puteriku tersedak. Jika aku dan Aliesa tidak cepat bertindak mungkin Puteriku akan sakit." ucap Lois sambil mengepalkan tangannya.
Kaisar Wiliams yang tahu bahwa Puteranya sudah marah. Langsung ingin berbicara sebelum seseorang berbicara di belakangnya.
__ADS_1
" Anda tidak bisa melakukan hal ini kepada, Kaisar. Pangeran kedua itu tindakan yang tidak sopan." ucap seorang wanita berjalan dengan angkuh menuju ke arah mereka.
Pangeran kedua Lois mengalihkan pandangannya mengetahui bahwa orang itu ada di depannya.
" Selamat datang Ratu, mengapa anda di sini bukannya ini pembicaraan yang sangat pribadi Kaisar?" tanya Lois sambil melirik tajam Kaisar Wiliams.
Melihat bahwa Ratu Rieta datang membuat Kaisar Wiliams harus menyiapkan stok kesabaran yang banyak. Mengingat bagaimana bencinya mereka berdua membenci satu sama lain.
" Buat apa anda di sini Ratu? Bukannya anda seharusnya berada di perjamuan dengan Bangsawan wanita lainnya?" tanya Kaisar Wiliams dengan tenang.
Ratu Rieta yang mendengarnya merasa marah karena secara tidak langsung Kaisar Wiliams telah menyindirnya. Tapi ia berusaha menahan ekspresi nya dengan anggun.
" Saya berada di sini karena mendengar bahwa Pangeran kedua datang bersama Lady Aliesa yang sudah lama menghilang. Apalagi kalian bawa seorang gadis kecil. Apakah memang dia adalah anak mu Pangeran?" tanya Ratu Rieta sambil menatap Pangeran kedua Lois.
Pangeran kedua Lois langsung menatap tajam Ratu Rieta. Sebelum tangannya terangkat ke atas....
Countine....
__ADS_1