
Semua rakyat yang berada di ibukota langsung berkumpul di alun-alun kota mendengar suara lonceng dari menara utama dekat istana.
Lonceng tersebut berbunyi sekitar 7 kali yang menandakan kematian sekaligus penobatan Kaisar baru.
" Astaga Kaisar Wiliams sudah mati." ucap seorang wanita sambil menutup mulutnya tidak percaya.
" Hiks... Kaisar Wiliams merupakan seorang pemimpin yang baik semoga jiwanya tenang." ucap nya sambil mendoakan Kaisar.
" Tapi siapa yang menjadi Kaisar nya?" tanya seorang pemuda bertanya.
" Saya tidak tahu tapi semoga tidak ada pertumpahan darah seperti 60 tahun lalu." ucap nya seorang pria paruh baya.
Jika kekaisaran sedang heboh di sisi lain di sebuah penjara bawah tanah Annika yang sedang terkurung mendengar suara lonceng 7 kali langsung melihat ke arah celah kecil yang menghubungkan nya ke arah gerbang istana.
Annika matanya membulat melihat banyaknya orang-orang mengenakan pakaian berjubah merah yang sepertinya orang bangsawan.
__ADS_1
" Apa hari ini adalah penobatan Kaisar baru. Tapi siapa yang menjadi Kaisar nya." ucap Annika yang penasaran.
Sampai tiba-tiba saja mendengar suara orang sedang berbicara di dekat pintu tempatnya di kurung. Annika langsung menempelkan telinganya di pintu mendengar dua orang berbicara.
" Hari ini adalah penobatan Kaisar baru." ucap salah satu prajurit kepada rekannya.
" Iya, aku harap Kaisar Alarick tidak membuat masalah seperti dulu lagi. Untung saja dia sudah berubah jika tidak sekarang ada perebutan tahta antara Pangeran Mahkota dan Duke Christopher." ucap nya sambil menghela nafas lega setidaknya dirinya tidak perlu berperang dengan prajurit Duke Christopher yang terampil dan kuat.
Annika yang mendengarnya terkejut sebelum menyeringai mendapatkan informasi penting barusan.
...****************...
Setelah mengurus upacara penobatan sekarang saat ini Pangeran Mahkota Alarick yang sebentar lagi akan menjadi Kaisar. Sedang menggenakan pakaiannya dengan dibantu oleh pelayan nya terkadang Pangeran Mahkota Alarick atau bisa di panggil Revano sebelumnya sama sekali belum mempercayai bahwa kehidupannya berubah 180⁰.
Awalnya yang hanya menjadi pengusaha sukses berubah menjadi seorang Kaisar. Terkadang Pangeran Mahkota Alarick belum yakin bahwa nanti dirinya bisa menjadi Kaisar yang baik dan tidak melakukan kesalahan seperti sebelumnya.
__ADS_1
Bahkan karena kesalahannya dulu Pangeran Mahkota Alarick sering susah untuk tidur pada malam hari kecuali meminum obat tidur tanpa mimpi.
" Sepertinya anda sedang ragu Calon Kaisar." ucap seseorang yang berdiri di belakang Pangeran Mahkota Alarick sambil melipat tangannya di dada.
Pangeran Mahkota Alarick yang melihat bayangan orang yang menghampirinya langsung menyuruh para pelayan pergi.
" Seharusnya kau mendapatkan mahkota itu tapi mengapa kau menolaknya bukannya dulu kau sangat gigih untuk mendapatkan nya?" tanya Alarick yang selama ini tersimpan di dalam hatinya.
Lois yang mendengarnya menghela nafasnya sebelum membalikan badannya membelakangi Pangeran Mahkota Alarick.
" Aku hanya tidak ingin ada pertumpahan darah yang membuat rakyat menderita dan lagipula aku sudah menjadi Duke itu lebih baik bisa menghabiskan waktu banyak dengan keluarga itu. Tidak aku biarkan seseorang mengambil keluarga ku. Sekarang mari kita harus ke tempat penobatan semua orang sudah menunggu." ucap Lois yang berjalan mendahului Pangeran Mahkota Alarick.
Melihat kepergian Lois segera saja Pangeran Mahkota Alarick menghela nafasnya sebelum berjalan dengan langkah tegap dan berwibawa yang akan membawanya ke tugas yang lebih besar.
Dan dirinya harus siap....
__ADS_1
Countine...