
Dua hari kemudian....
Dua hari telah berlalu seluruh orang yang berada di istana sedang membereskan kekacauan yang terjadi. Termasuk pemakaman Annika meskipun banyak orang yang menentangnya untuk di makamkam secara hormat. Tapi akibat ancaman Kaisar Alarick membuat mereka semua bungkam.
Jadi orang mengira bahwa Kaisar Alarick sangat mencintai mendiang mantan isterinya meskipun sudah banyak melakukan kesalahan.
Untuk keluarganya semuanya tampak baik-baik saja dan Lois hanya membutuhkan istirahat akibat terlalu banyak menggunakan kekuatan sihirnya.
Hari ini istana akan mengadakan pesta dansa untuk menghormati penobatan Kaisar baru termasuk mengalahkan penjahat berbahaya yang mengancam kekaisaran.
" Lois, sudah aku bilang jangan bekerja dulu kau harus istirahat." ucap Aliesa sambil berkacak pinggang memarahi Lois.
Mengapa tidak meski Lois di suruh istirahat suaminya yang keras kepala itu tetap mengerjakan pekerjaannya dan melupakan waktu istirahat nya.
Sedangkan Lois yang melihat bahwa isterinya marah langsung menghentikan pekerjaannya dan berdiri untuk berjalan mendekatinya.
" Kau tidak perlu marah sayang, aku hanya mengecek pekerjaan yang ada di kastil. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan begitu saja meski sudah ada orang kepercayaan." ucap Lois sambil memeluk pinggang Aliesa.
__ADS_1
Aliesa memasang wajah cemberut sambil melihat Lois. Lois yang melihat ekspresi lucu dari isterinya tidak bisa menahan untuk menciumnya. Jadi dengan penuh perasaan ia mencium nya lembut.
Aliesa membalasnya sambil meletakkan kedua tangannya di leher Lois dan memeluknya. Sampai semenit kemudian akhirnya mereka mengakhiri ciuman dan saling menempelkan dahi mereka masing-masing.
" Lois, apa aku boleh meminta sesuatu hal?" tanya Aliesa serius.
" Apa itu?" tanya Lois sambil menyerngitkan dahinya.
...****************...
Malam hari nya suasana istana terlihat ramai dengan adanya pesta. Kaisar Alarick yang menjadi bintang utamanya hanya diam duduk di singgasana nya sambil memandang bosan ke depan. Tapi tatapan matanya bergantian ke arah Aliesa yang sedang berdansa dengan Lois. Ia bisa melihat pancaran mata Aliesa yang terlihat bahagia bersama Lois.
Setelah itu Lois langsung berdiri dari singgasana nya berjalan menuju ke lantai dansa. Dirinya sama sekali tidak berniat mengajak dansa siapapun sampai tiba-tiba saja.
" Selamat malam Kaisar, apa anda mau berdansa bersama saya?" tanya seseorang yang berdiri di belakangnya.
Kaisar Alarick yang mendengarnya langsung membalikan badannya dan seketika dibuat terkejut melihat wanita yang mengajak nya berdansa adalah Aliesa atau Shilla.
__ADS_1
" Baiklah suatu kesenangan bisa berkesempatan berdansa dengan adik ipar." ucap Alarick sambil membungkuk.
Aliesa menerima tangan itu dengan baik dan kemudian mereka berdansa.
" Apa kau tidak di marahi oleh adik ku jika kita berdansa bersama?" tanya Alarick sambil menatap mata Aliesa.
" Tentu saja tidak saya sudah mendapatkan izin dari Lois." ucap Aliesa menjawabnya.
Pandangan Kaisar Alarick tertuju ke arah Lois yang sedang berbicara dengan bangsawan lain sambil menggendong Flora. Lois yang menyadarinya hanya memberikan sebuah anggukan sekilas sebelum kembali berbincang.
" Dia adalah ayah yang baik." ucap Alarick memuji Lois.
Aliesa yang mendengarnya langsung tersenyum senang dan wajahnya memerah merona.
" Tentu saja dia adalah ayah dan suami yang baik." ucap Aliesa.
" Dan sepertinya kita harus berbicara Revano." ucap Aliesa yang menjadi mengubah ekspresi nya datar.
__ADS_1
Countine...