Become A Mother

Become A Mother
Puteri Mahkota Di Ceraikan


__ADS_3

Pangeran Mahkota. ini tidak seperti apa yang anda lihat." ucap Annika dengan gugup.


Sayangnya Pangeran Mahkota Alarick yang sekarang sudah tidak mudah untuk di manipulasi dengan sikap Puteri Mahkota Annika. Dengan langkah yang tegap Pangeran Mahkota Alarick berjalan mendekati Puteri Mahkota Annika sambil salah satu tangannya menggenggam rambut milik Puteri Mahkota.


Puteri Mahkota Annika yang melihatnya wajahnya merona malu jika dilihat dari dekat menurutnya Pangeran Mahkota Alarick semakin tampan dengan tampang dinginnya. Walaupun sejak dulu Puteri Mahkota Annika akui bahwa Pangeran Mahkota Alarick tampan tetap saja dengan sikap anehnya membuatnya merasa jijik. Sebab Pangeran Mahkota Alarick suka menggunakan pakaian yang membuatnya sakit mata.


Tetapi melihat penampilan Pangeran Mahkota Alarick yang hanya mengenakan kemeja hitam dan celana panjang berwarna senada membuat nya terlihat cool.


Melihat ekspresi Puteri Mahkota Annika membuat Pangeran Mahkota Alarick dalam hati terkekeh pelan.


" Sepertinya, dia terpesona kepadaku mungkin jika saja dia bukan wanita yang licik. Pastinya aku akan sedikit tertarik kepadanya. Tetapi sayangnya hatiku belum tenang sebelum mendapatkan maaf dari Shilla." batin Alarick.

__ADS_1


" Wah... sepertinya anda sangat kelelahan isteriku." ucap Alarick sambil memandang bola mata Puteri Mahkota Annika yang berwarna biru.


" Terima kasih atas perhatiannya, Yang Mulia. Apa tujuan anda ingin menemui saya?" tanya Annika sambil melihat Pangeran Mahkota Alarick dengan sorot mata serius. Dirinya tidak harus terlena dengan sikap manis Pangeran Mahkota Alarick tujukan sekarang.


Meskipun sejak awal dulu Pangeran Mahkota selalu bersikap manis kepadanya sebab dia mudah untuk di manipulasi untuk terus membenci Pangeran kedua. Sedangkan sekarang sepertinya hubungan mereka sudah mulai berdamai bisa dilihat dari sikap mereka berdua.


Pangeran Mahkota Alarick terkekeh dengan sorot serius Puteri Mahkota Annika yang sepertinya tidak mudah percaya kepadanya lagi. Lagipula sekarang Pangeran Mahkota Alarick sama sekali sudah malas untuk menghadapi sikap Puteri Mahkota Annika yang selalu berbuat ulah membuatnya ingin segera memindahkannya dari istana nya.


" Sebenarnya tidak ada, Tetapi..." ucap Alarick mengantungkan ucapannya ketika ia memegang dagu Puteri Mahkota Annika dan mencengkram nya dengan kuat.


" Sayangnya aku sudah muak dengan sikap mu yang selalu mengganggu adik dan adik ipar ku. Mungkin ini saatnya untuk mendapatkan hukumannya." ucap Alarick sambil tersenyum miring.

__ADS_1


Wajah Puteri Mahkota Annika langsung pucat pasi memikirkan apa yang akan dilakukan Pangeran Mahkota Alarick kepadanya.


" Apa yang akan kau lakukan kepadaku?" tanya Annika dengan wajah paniknya.


Pangeran Mahkota Alarick hanya mempertahankan senyum miring nya sebelum tangannya mengambil sesuatu dari balik saku gaun Puteri Mahkota Annika.


Mata Puteri Mahkota Annika terasa ingin keluar melihat sebuah batu ruby yang ada di genggaman Pangeran Mahkota Alarick.


" Apa yang kau lakukan dengan batu ruby itu?" tanya Puteri Mahkota Annika yang berusaha mengambil batu tersebut dari tangan Pangeran Mahkota.


Sayangnya Pangeran Mahkota Alarick tidak akan mengembalikan nya dengan mudah malah ia melemparkan tubuh Puteri Mahkota Annika di atas ranjang dan mengikat tangannya dengan rantai sihir yang sudah di pelajari baru-baru ini.

__ADS_1


" MULAI HARI INI PUTERI MAHKOTA ANNIKA DI TUDUH BERSALAH TELAH MENGAMBIL PUSAKA MILIK KELUARGA DUKE CHRISTOPHER DAN HARI INI JUGA KAU AKU CERAIKAN MENJADI ISTERIKU. TERAKHIR.....


Countine....


__ADS_2