Become A Mother

Become A Mother
Menawarkan Kerja Sama


__ADS_3

Apa kau mencintai cucuku Lois sekarang?" tanya Viscount Lincoln.


Aliesa yang mendengarnya terdiam dengan wajahnya yang memerah sebelum menggangguk kepalanya pelan.


" Iya, saya mencintai nya karena dialah orang yang sangat baik meskipun memiliki sikap yang dingin. Tapi hangat di dalamnya bahkan dia sangat mempedulikan Flora. Meskipun dia tidak mencintai saya asalkan dia tidak berubah itu tidak apa-apa." ucap Aliesa sambil tersenyum pedih.


Memang sekarang Aliesa sudah menyadari bahwa dirinya kembali jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Sikap Lois yang sangat perhatian kepadanya telah mengikis hatinya yang sebelumnya beku mencair. Tapi Aliesa tidak akan melakukan kesalahan bodoh lagi dengan mengharapkan cinta dari Lois. Mungkin ini egois Aliesa ingin mempertahankan rumah tangga nya bersama Lois meskipun tanpa cinta asalkan Flora bisa memiliki orang tua yang lengkap.


Tetapi Aliesa pernah mendengar pernyataan cinta Lois kepadanya. Sayangnya ia tidak tahu ucapannya benar atau tidak.


Melihat ekspresi yang ditunjukan oleh Aliesa membuat Viscount Lincoln merasa bersalah. Tapi ia tahu bahwa sebenarnya Lois mencintai wanita di depannya, dan dia merasa senang bahwa cinta cucunya tidak bertepuk sebelah tangan. Semoga saja Lois tidak akan melakukan hal yang bodoh seperti Ayahnya.


" Aku senang mendengarnya." ucap Viscount Lincoln sambil memandang Flora yang sedang menatapnya juga.

__ADS_1


" Kakek, apa akan melanjutkan tentang perjalanan Kakek dulu di negeri seberang, Flora ingin mendengarnya lagi." ucap Flora sambil melihat Viscount Lincoln dengan tatapan memelasnya.


Viscount Lincoln yang melihatnya tertawa sekaligus merasa terharu melihat kemiripan Flora dengan mendiang Puterinya melalui tatapan dan kesukaan yang sama.


" Tentu saja, Kakek akan menceritakannya lagi." ucap Viscount Lincoln dengan semangat sebelum mulai bercerita lagi.


Aliesa yang melihat interaksi mereka merasa bahagia untuk kesekian kalinya dirinya merasa bersyukur karena di tempatkan di sini. Dirinya bisa merasakan kehangatan keluarganya lagi meskipun dirinya harus meninggalkan keluarganya yang sebelumnya.


Tapi Aliesa cuma bisa berharap bahwa mereka sudah bahagia dan merelakan kepergiannya.


" Jadi, ada apa lagi Pangeran Mahkota mencegah saya." ucap Lois dengan perasaan jengkel di hatinya melihat sejak tadi Pangeran Mahkota Alarick hanya diam saja. Setelah tadi mencegahnya keluar dari ruangannya.


Pangeran Mahkota Alarick yang melihatnya terkekeh pelan. Sepertinya sedikit menyenangkan membuat Lois marah kepadanya.

__ADS_1


" Baiklah, Lois kau sungguh tidak sabaran pantas saja kau di sebut sebagai iblis perang. Karena cepat memberantas musuhnya." ucap Alarick sambil menunggu ekspresi Lois ketika membicarakan tentang prestasinya.


Lois langsung menatap dingin Pangeran Mahkota Alarick sambil meminum secangkir teh yang tadi di bawakan oleh pelayan sebelumnya.


" Kalian yang sudah membuat saya menjadi begini. Jadi tidak usah memancing saya untuk membuat berbangga diri dengan prestasi saya. Saya hanya melakukan nya demi rakyat bukan kalian." ucap Lois yang sedikit menusuk.


Pangeran Mahkota Alarick merasa hatinya merasa tertusuk dengan ucapan Lois. Seolah-olah Lois mengatakan bahwa dialah yang membuatnya menjadi monster. Tapi mengingat kejahatan yang dilakukan Ratu Rieta kepada Selir Aurora tidak bisa di maafkan. Apalagi setelah Kaisar Wiliams seolah menutup matanya mengenai kasus bertahun-tahun lalu.


" Baiklah, aku ingin kerja sama bersama mu untuk menyingkirkan Ratu Rieta dan Puteri Mahkota Annika." ucap Alarick yang memberitahu tujuannya mengundang Lois.


Lois yang mendengarnya langsung tertawa terbahak-bahak.


" Hahaha....anda ingin sekali membuat saya hancur sehingga dengan beraninya menawarkan sebuah kerja sama. Tetapi sayangnya jawaban ku adalah....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2