Become A Mother

Become A Mother
Kasihan


__ADS_3

Hentikan semua ini" ucap seseorang yang berdiri di belakang mereka.


Pangeran kedua Lois dan Duke Christopher yang mendengar suara seseorang langsung membalikan badannya. Bertapa terkejutnya Duke Christopher melihat kehadiran seseorang yang sudah 6 tahun menghilang dari kediaman atau lebih tepatnya di usir sebab mengandung anak diluar nikah.


" Aliesa." ucap Duke Christopher dengan lirih sedih bercampur haru bisa melihat Aliesa yang sangat mirip dengan isterinya.


Aliesa yang berniat ingin menemui Pangeran kedua Lois tidak menduga bahwa Duke Christopher berada di sini. Ia sempat terkejut melihat kemiripan Duke Christopher dengan Ayah kandungnya di dunianya dulu. Matanya berkaca-kaca merindukan sosok ayahnya yang dulu selalu menyayangi nya dan memanjakan nya.


" Ayah." gumam Aliesa pelan sambil menundukkan kepalanya.


Tapi seketika ia menyadari bahwa pria itu bukan ayahnya. Ayahnya adalah sosok yang tegas dan menyayangi keluarganya, tidak seperti Duke Christopher yang tega melantarkan anak kandungnya akibat satu kesalahan yang belum ada kebenarannya.


Pangeran kedua Lois hanya diam memperhatikan ekspresi Aliesa yang sedih. Ia tahu wanita yang akan menjadi istrinya tidak akan membenci ayah kandungnya. Karena sifatnya yang terlalu lembut. Entah mengapa wanita itu bisa di benci akibat satu kesalahan itu.


Sedangkan Duke Christopher yang melihat Aliesa yang tidak jauh darinya berjalan mendekat.


" Aliesa Puteriku..." ucap Duke Christopher yang ingin memeluk Puterinya.

__ADS_1


Sebelum tiba-tiba saja Aliesa menghindarinya. Membuat Duke Christopher mengurungkan niatnya.


" Apa Puterimu?" ucap Aliesa sambil memiringkan kepalanya.


...****************...


Puteri Mahkota Annika saat ini sedang bersiap-siap ingin menghadiri perjamuan dengan salah satu teman dekatnya. Untuk masalah Pangeran Mahkota ia tidak terlalu memusingkan nya karena ia yakin bahwa suaminya akan kembali dengan hasil memuaskan.


Puteri Mahkota Annika berjalan dengan langkah riang menikmati kehidupan nya sebagai seorang bangsawan yang sangat di hormati. Sampai semuanya berubah ketika melihat kedatangan Puteri Madeleine.


" Selamat sore Puteri Madeleine." ucap Puteri Mahkota Annika membungkuk sedikit badannya.


Membuat Puteri Mahkota Annika yang melihatnya terkejut. Bagaimana tidak selama ini Puteri Madeleine selalu menatap nya sinis atau tidak tersenyum mengejek kepadanya. Hal itu membuat nya sedikit curiga kepadanya.


" Kabar saya baik sekali, Puteri, saya tidak menyangka bahwa anda menanyakan kabar saya. Maaf saya sama sekali tidak berniat menyinggung Puteri, saya mau bertanya bukannya selama ini hubungan kita tidak baik?" tanya Puteri Mahkota Annika sambil memicingkan matanya.


Puteri Madeleine yang mendengarnya sama sekali tidak merasa tersinggung malahan ia menahan senyumannya.

__ADS_1


" Tidak, saya sama sekali tidak mengerti maksud anda Puteri Mahkota. Saya cuma merasa senang dengan kabar di dengar hari ini." ucap Puteri Madeleine.


Puteri Mahkota Annika menyerngitkan dahinya bingung mendengar jawaban dari Puteri Madeleine.


" Berita apa Puteri?" tanya Puteri Mahkota Annika yang penasaran.


Puteri Madeleine tersenyum atau lebih seringai yang semakin membuat Puteri Mahkota Annika merasakan firasat tidak enak di hatinya.


" Akhirnya Ibunda menyetujui bahwa Putera Mahkota kakak saya boleh memilih Selir lagi." ucap Puteri Madeleine sambil menepuk tangannya dengan gembira.


Tetapi sayangnya kabar tersebut membuat Puteri Mahkota Annika merasa syok terkejut. Wajahnya pucat pasi mendengar bahwa Suaminya boleh memilih seorang Selir.


" Tetapi mengapa Ratu memperbolehkannya tanpa izin dari saya Puteri, saya ini isterinya hiks..." ucap Puteri Mahkota Annika sambil terisak.


Mendengar itu Puteri Madeleine mendekati Puteri Mahkota Annika. Mendekatkan mulutnya ke telinganya untuk membisikan sesuatu.


" Kasihan...

__ADS_1


Countine...


__ADS_2