
Tanpa Flora sadari ucapannya membuat seseorang yang mendengarnya diselimuti kebahagiaan.
" Flora tidak usah menangis karena kita akan tinggal bersama-sama." ucap Pangeran kedua Lois yang berdiri di depan pintu.
Flora yang mendengar suara Pangeran kedua Lois berhenti menangis dan berlari menghampirinya.
" Benarkah ayah kita akan tinggal bersama-sama?" tanya Flora sambil memainkan kedua jari mungilnya.
Pangeran kedua Lois menggendong Flora dengan satu tangannya.
" Iya kita akan tinggal bersama-sama betulkan Aliesa." ucap Lois sambil mengedipkan sebelah matanya menatap Aliesa jahil.
Aliesa memutar bola matanya malas melihat Pangeran kedua Lois sepertinya menggodanya.
Apalagi ia bisa melihat tatapan mata Flora yang menuntut jawaban darinya.
__ADS_1
" Kita akan tinggal bersama kalau begitu sekarang Flora harus mandi terlebih dahulu. Tidak mungkin bukan kalau Flora keluar jika belum mandi." ucap Aliesa sambil tersenyum.
Flora yang mendengarnya menggangguk kepalanya sambil menyuruh Pangeran kedua Lois menurunkan nya. Setelah itu ia langsung pergi ke kamar mandi.
" Apa Flora bisa melakukannya sendiri?" tanya Lois yang khawatir mengingat anak seusianya selalu di bantu oleh pelayan untuk memandikan nya.
Aliesa tanpa sadar berdecak mendengar kekhawatiran Pangeran kedua Lois.
" Tidak, Flora adalah salah satu anak yang mandiri dia bisa mandi sendiri bahkan sekarang ia sedang mulai belajar membaca. Jangan samakan anakku seperti anak manja milik bangsawan itu." ucap Aliesa yang tidak terima anaknya di samakan dengan orang lain.
" Ralat anak kita, lagipula kau juga dari keluarga bangsawan jadi tidak ada yang salah dengan ucapan ku. Kau juga ketika usia mu sama dengan Flora pastinya kau mandi di bantu oleh pelayan pribadi mu bukan." ucap Lois.
" Aku hanya tidak ingin Flora jadi bergantung kepadaku tidak selamanya aku selalu berada di sisi. Suatu hari nanti pastinya Flora akan memiliki sebuah keluarga sendiri dan bisa menjadi sosok seorang ibu yang lebih baik daripada aku." ucap Aliesa sambil tersenyum sendu membayangkan dimana Flora akan meninggalkannya untuk mendapatkan kebahagiaan bersama pria pilihannya suatu hari nanti. Meski itu masih lama tidak ada salahnya Aliesa mendidik Flora menjadi seorang perempuan yang baik dan berperilaku sopan.
Untuk kesekian kalinya Pangeran kedua Lois dibuat kagum dengan pemikiran Aliesa. Memang tidak ada salahnya untuk membiasakan anaknya belajar mandiri, walaupun itu cuma hal kecil seperti mandi dan mengenakan pakaiannya. Tapi setidaknya Flora tidak akan bersikap manja seperti kebanyakan para perempuan bangsawan lainnya.
__ADS_1
" Kau adalah ibu yang baik Aliesa, aku tidak menyesal karena menjadikan mu sebagai ibu dari anak-anakku. Bahkan menurutku ibuku kalah jauh daripada dirimu." batin Lois sambil diam-diam tersenyum tipis memandang Aliesa.
...****************...
"Aya aku percayakan toko ini kepadamu, aku akan selalu datang seminggu sekali untuk mengecek keuangan dan bahan-bahan" ucap Aliesa kepada Aya yang membantunya untuk mengangkat barang-barang nya serta mempercayakan tokonya kepadanya.
Aya yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya semangat.
" Tentu saja Nona Aliesa saya tidak akan mengecewakan kepercayaan anda. Saya berjanji akan menjaga toko ini dengan baik." ucap Aya sambil tersenyum senang.
Aliesa yang mendengarnya bernafas lega setidaknya tokonya tidak tutup.
" Baiklah, aku juga sudah mencari seorang pekerja yang akan membantumu di toko. Dia akan datang siang nanti. Kalau begitu aku berangkat dulu jaga dirimu baik-baik Aya." ucap Aliesa yang masuk ke dalam kereta kuda.
Tidak berapa lama kereta kuda langsung berjalan. Aliesa yang sudah duduk dengan nyaman melirik Flora yang sedang membaca buku di seberangnya bersama Pangeran kedua Lois.
__ADS_1
" Aku tidak tahu pilihan ini tepat atau tidak, setidaknya aku akan berusaha untuk melindungi Flora meskipun aku harus melawan keluarga kerajaan ataupun keluarga Duke Christopher." batin Aliesa sambil memandang istana dari jauh.
Countine....