Become A Mother

Become A Mother
Rencana Licik Annika


__ADS_3

Puteri Mahkota Annika berjalan dengan semangat sekali-kali ia menyapa ramah para pelayan yang melewatinya.


Tentu saja hal itu membuat pelayan tersebut bingung mengenai sifat Puteri Mahkota Annika yang sudah lama tidak terlihat semenjak Putera Mahkota Alarick mengacuhkannya.


Sampai di dalam kamarnya Puteri Mahkota Annika segera mengunci pintu nya. Setelah memastikan semuanya aman dia baru mengeluarkan sesuatu dari saku gaunnya. Sebuah kain berwarna merah Puteri Mahkota Annika cepat-cepat membukanya. Ekspresi nya seketika langsung cerah melihat sebuah batu berwarna merah Ruby yang indah.


" Oh ini sangat indah." ucap Puteri Mahkota Annika sambil menyentuh batu merah Ruby tersebut dengan pelan.


Memang Puteri Mahkota Annika sudah lama mengincar batu merah yang merupakan warisan leluhur Duke Christopher. Konon katanya setiap orang yang memilikinya akan di limpahkan sihir yang besar dan bahkan bisa memperlancar seseorang untuk mudah hamil.


Makanya Puteri Mahkota Annika langsung menginginkan meskipun dengan tidak rela memohon kepada Reynald asalkan mendapatkan nya itu tidak membuat nya rugi.


Bahkan seharusnya ini milik Aliesa sebagai pewaris perempuan di Duke Christopher.


" Aku sudah selangkah maju lebih dulu Aliesa, sebentar lagi aku akan mengandung dan melahirkan keturunan Kaisar. Setelah itu aku akan membuat puteraku menjadi seorang Kaisar dan memusnahkan kalian semuanya termasuk kau Alarick." ucap Puteri Mahkota Annika dengan seringai licik di wajah nya.

__ADS_1


Memang sejak kejadian itu Puteri Mahkota Annika sudah menaruh benci kepada Suaminya sendiri karena alasan berani mengusirnya dan membuat nya jadi bahan pembicaraan semua orang-orang.


...****************...


Sedangkan Aliesa dan Lois yang baru saja sampai di kediaman Viscount Lincoln dibuat terkejut mendengar kedatangan Duke Christopher.


Langsung saja mereka berjalan menuju ruang kerja Viscount Lincoln. Ketika masuk ke dalam mereka melihat Viscount Lincoln dan Duke Christopher sedang berbincang serius.


" Salam, Tuan Duke dan Tuan Viscount." ucap Aliesa dan Lois secara bersama-sama.


Lois yang sejak memperhatikan gerak-gerik Duke Christopher dibuat terheran. Karena ia tahu tidak mungkin Duke Christopher berkunjung jika tidak ada suatu yang penting.


" Ada apa Duke datang kemari, saya tahu pasti ada alasan khusus sampai anda repot-repot kemari?" tanya Viscount Lincoln yang pertama kali membuka pembicaraan.


Duke Christopher memegang secangkir kopi panas sambil mendesah pelan memperhatikan Aliesa dengan raut wajah bersalah. Aliesa merasa tidak nyaman melihat tatapan Duke apalagi setelah terakhir pertemuan di antara mereka adalah pernikahan nya dengan Lois.

__ADS_1


" Maaf, jika anda hanya datang untuk meminta maaf kepada saya. Sampai saat ini saya belum bisa memaafkan Tuan Duke. Apalagi setelah anda dengan tega mengusir saya ketika saya mengandung." ucap Aliesa sambil menatap tajam Duke Christopher.


Duke Christopher yang mendengarnya hanya bisa menundukkan kepalanya mengakui semua kesalahannya kepada Puteri kecilnya. Ia tahu luka di toreh olehnya membuat Aliesa tidak mudah memaafkannya.


" Maaf Ayah, jika kedatangannya membuat Aliesa terganggu sebenarnya Ayah datang ke sini ingin memberitahukan sesuatu yang penting." ucap Duke Christopher sambil menatap lembut Aliesa.


Aliesa yang melihatnya hanya bisa memalingkan wajahnya karena setiap melihat Duke ia selalu teringat ayah nya di kehidupannya sebagai Shilla.


Lois yang melihat kesedihan Aliesa hanya bisa memegang bahunya dengan lembut.


" Jadi sepenting apa anda datang ke sini di saat hari sudah malam?" tanya Lois dengan datar.


Duke Christopher berdehem sebentar sebelum menjawab.


" Ini gawat Puteri Mahkota sudah mendapatkan batu sihir nya...

__ADS_1


Countine...


__ADS_2