
Lois memperhatikan ketika pelayan itu menuangkan teko teh ke dalam cangkir. Ia bisa melihat bahwa pelayan itu sedang ketakutan. Kemudian tatapan nya mengarah ke Ratu Rieta yang tampak tenang sambil berbicara dengan Kaisar Wiliams meskipun tidak di tanggapi.
Ketika teko tersebut hampir mendekati cangkirnya Lois langsung mencegahnya. Membuat semua orang yang melihatnya terdiam termasuk pelayan yang semakin ketakutan.
" Sepertinya Ratu anda belum minum tehnya bukannya ini enak, kau seharusnya sebagai seorang pelayan menuangkan teh kepada yang lebih tua dulu. Betul bukan Pangeran Mahkota." ucap Lois sambil melirik penuh arti kepada Pangeran Mahkota Alarick.
Pangeran Mahkota Alarick yang mengerti arti perkataan Lois langsung menggangguk pelan.
" Benar kau sajikan saja dulu tehnya kepada ibunda. Pastinya dia sudah kehausan karena sejak tadi dia tidak berhenti berbicara." ucap Alarick sambil melirik ke arah Ratu Rieta yang tampaknya sedikit pucat.
" Tapi ibu belum kehausan lebih baik kalian saja dulu. Karena bagi ibu kalian adalah yang terpenting." ucap Ratu Rieta sambil tersenyum hangat bak seorang malaikat.
__ADS_1
Lois yang mendengarnya diam-diam menyerngit jijik. Mendengar ucapan Ratu Rieta yang seperti orang baik.
" Tat ..kau benar ini akan menjadi pertunjukan yang menarik." batin Lois sambil melirik Tat yang ada di balik pohon mengawasi nya dari jauh.
" Ibu aku ini adalah puteramu lebih memilih ibu terlebih dahulu. Karena bagiku kau adalah ibu terbaik di seluruh dunia sebab membesarkanku menjadi seperti sekarang. Saya berterimakasih kepada ibunda karena masih memberikan kesempatan untuk berubah. Kalau begitu Pelayan sajikan tehnya kepada ibu dulu." ucap Alarick yang perintah mutlak.
Kaisar Wiliams yang mendengarnya kebingungan dengan sikap mereka berdua tapi tidak dipungkiri akhirnya keluarganya bisa berkumpul kembali, dan sayangnya dirinya tidak ada niat untuk mencegah kebaikan kedua putera nya kepada Ratu Rieta.
" Pelayan sajikan terlebih dahulu kepada Ratu, seperti permintaan kedua puteraku." ucap Kaisar Wiliams memerintah.
Ratu Rieta sedikit kebingungan sekaligus ketakutan melihat ketiga pasang mata memandangi nya. Ia tidak memperkirakan rencananya bisa sekacau ini. Tapi ia tidak bisa melakukan apapun karena takut mereka curiga kepadanya dengan gerakan pelan dan ragu Ratu Rieta meminum teh tersebut dengan pelan.
__ADS_1
" Ini sangat menyegarkan." ucap Ratu Rieta sambil tersenyum lembut.
Setelah minum teh tersebut dengan gerakan pelan. Lois yang melihatnya menyeringai diam-diam melihat Ratu Rieta yang masih terlihat pucat.
" Baiklah kalau begitu lebih baik kita berbincang sejenak, Lois apa kau yakin ingin melepaskan gelar pangeran mu?" tanya Kaisar Wiliams bersikap tenang.
" Iya, Yang Mulia saya akan melakukan nya jadi saya harap anda bisa memprosesnya dengan cepat. Supaya saya bisa mensahkan gelar saya sebagai Viscount Lincoln selanjutnya." ucap Lois dengan datar.
Pangeran Mahkota Alarick hanya diam terlebih lagi ia penasaran dengan pembicaraan Kaisar dan Pangeran kedua mengenai pengeluaran hak waris.
Sedangkan Kaisar Wiliams yang mendengar perkataan yakin Lois merasa gusar dan kecewa. Memang sengaja Kaisar Wiliams saat ini belum memberikan hak resmi mengenai pengeluaran Lois dari posisi Pangeran. Karena Kaisar Wiliams masih berharap Lois mau berubah pikiranya.
__ADS_1
Ratu Rieta terlihat bingung karena saat ini tubuhnya masih terlihat baik-baik saja. Sedangkan Lois yang melirik sekilas Ratu Rieta hanya menampilkan wajah datarnya tapi tidak ada seorangpun yang melihat bahwa matanya sedikit bersinar sekilas.
Countine...