Become A Mother

Become A Mother
Gagal


__ADS_3

Ini aneh, dia sedikit berubah." batin Lois curiga.


Pangeran Mahkota Alarick yang melihat tatapan Lois kepadanya memasang wajah tenangnya hanya diam membiarkan orang itu berpikir.


Aliesa yang melihat keterdiaman Lois hanya diam tidak membuka mulutnya sama sekali. Apalagi sekarang dirinya cukup risih melihat tatapan intens dari Pangeran Mahkota Alarick.


Lois yang merasakan bahwa Aliesa sudah tampak tidak nyaman langsung membuka mulutnya.


" Suatu perintah saya akan melaksanakannya." ucap Lois dengan bicara formal.


Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya terdiam.


" Sudah menduga bahwa Pangeran kedua memiliki sifat yang seperti aku bayangkan. Tapi itu bagus setidaknya dia tidak seperti isteri dan ibu dari pemilik tubuh ini." batin Alarick yang jiwanya di isi oleh Revano.

__ADS_1


" Baiklah, besok temui saya di istana pukul 11 siang. Jika anda keberatan saya bisa mengunjungi anda di kediaman. Jadi bagaimana?" ucap Alarick.


" Saya setuju Pangeran." ucap Lois sambil melirik sekilas Aliesa yang tampaknya sedikit tidak nyaman dengan keberadaan Puteri Mahkota yang dari tadi melotot.


" Kami permisi ingin kembali ke kediaman mengingat sudah malam takutnya Puteri saya mencari kami." bukan Lois yang berbicara melainkan Aliesa yang memandang Puteri Mahkota.


Aliesa tahu bahwa Puteri Mahkota Annika seperti tampak iri dengan dirinya yang sudah memiliki seorang anak. Sedangkan Lois yang menyadarinya diam-diam menyeringai bangga melihat wajah Puteri Mahkota Annika yang sudah memerah padam.


" Hahahaha.... sepertinya isteriku sudah mulai main cantik. Tapi tidak apa-apa ini lebih baik mengingat Puteri itu mudah sekali terpancing emosi." batin Lois.


Puteri Mahkota Annika yang melihat kepergian Aliesa dan Lois sudah marah berani-beraninya mereka menghinanya. Sebab secara tidak langsung Aliesa mengatakan bahwa dirinya tidak mampu memiliki seorang keturunan.


Kemudian Puteri Mahkota Annika melirik ke arah Pangeran Mahkota Alarick yang saat ini berdiri di sampingnya dan memutuskan untuk bergelayut manja di lengannya.

__ADS_1


Pangeran Mahkota Alarick yang merasakan beban di lengan kanannya langsung melihat ke arah Puteri Mahkota Annika yang bergelayut manja seperti monyet. Tetapi dia mendiamkannya karena penasaran apa yang akan wanita itu katakan kepadanya. Menurut ingatannya setiap Puteri Mahkota Annika bertemu dengan Aliesa pastinya dulu langsung menghampiri nya dan menangis sambil menceritakan keburukan Aliesa kepadanya.


Membuatnya semakin membenci Aliesa saat itu karena hasutan omongan jahat dari Puteri Mahkota Annika dan beberapa orang yang sering membicarakan buruk tentang Aliesa. Tetapi Pangeran Mahkota Alarick saat ini dirinya tidak akan terpengaruh oleh Puteri Mahkota Annika apalagi tatapan semua orang yang seakan dia akan membela isterinya dan menghina Aliesa seperti beberapa tahun yang lalu.


Dengan kasar Pangeran Mahkota Alarick menghempaskan tangan Puteri Mahkota Annika sampai membuatnya hampir terjatuh jika dia tidak menahannya dengan berpegangan dengan meja.


Puteri Mahkota Annika terpaku menerima sikap kasar Pangeran Mahkota Alarick yang baru di dapatkan pertama kalinya. Ia menatap Pangeran Mahkota Alarick dengan sorot mata terluka sambil mengeluarkan air matanya.


" Hiks... Pangeran mengapa anda melakukannya...apa saya melakukan sesuatu yang salah hiks...anda tega hiks..." ucap Puteri Mahkota Annika sambil terisak sedih.


Membuat sebagian orang memandangi nya dengan iba terkecuali Lois, Aliesa, dan Duke Christopher yang sudah mengetahui sifat aslinya.


Tetapi sayangnya Pangeran Mahkota Alarick sama sekali tidak iba malah sekarang dia tersenyum miring sambil mengeluarkan suatu kata yang membuat Puteri Mahkota Annika terasa hancur.

__ADS_1


" Gagal....


Countine...


__ADS_2