Become A Mother

Become A Mother
Flora Tidak Mau Pindah


__ADS_3

Setelah melihat kepergian Pangeran kedua Lois langsung saja Aliesa melampiaskan kemarahannya dengan cara meremas bukunya seakan ingin merobeknya.


" Sialan...sialan bagaimana bisa aku berurusan dengan pria merepotkan sepertinya." ucap Aliesa dengan geram.


Selesai melampiaskan kemarahannya Aliesa memutuskan untuk duduk sambil memikirkan keputusan yang harus diambil.


" Jika aku ikut dengannya berarti harus berani menunjukkan diri di hadapan para bangsawan terutama Duke Christopher dan Kaisar. Oh ini masalah yang rumit." ucap Aliesa sambil menghela nafasnya.


Aliesa terkadang bingung sendiri dengan pemikiran orang-orang di zaman dulu yang mendahulukan kasta. Jika orang itu memiliki harta dan kedudukan tinggi pasti mereka akan di hormati, sayangnya hal itu tidak berlaku kepada rakyat biasa. Rakyat bisa biasanya di pandang rendah dan apalagi yang menjadi budak pastinya mereka akan merasa tersiksa.


" Sepertinya tidak ada jalan lain." ucap Aliesa sambil memandang bulan dari langit malam.


Sedangkan di sisi lain Pangeran kedua Lois yang baru saja sampai di istana dengan menggunakan sihir teleportasi tersenyum. Ketika membayangkan rasa manis bibir yang selalu berkata kasar kepadanya. Ia merasa ingin sekali mencicipinya lagi. Lois menyentuh bibirnya.


" Aku sudah tidak sabar untuk besok dan Ratu bersiap-siap lagi sebentar masa jaya mu akan berakhir." ucap Lois sambil bersmirk licik.


...****************...

__ADS_1


Keesokan harinya dengan malas-malasan Aliesa membereskan perlengkapan dirinya dan Flora di dalam koper. Walaupun perasaan sedikit berat untuk tinggal dengan pria menyebalkan itu, tapi dirinya tidak boleh egois ia tidak ingin berpisah dengan Flora.


Flora yang baru saja membuka matanya dibuat terheran-heran dengan Mama nya yang sedang memasukan bajunya di dalam koper.


" Mama kita akan kemana? Mengapa Mama membereskan bajuku?" tanya Flora dengan suara parau sambil menggosok matanya.


" Hei sayang jangan sekali-kali menggosok mata nanti bisa membuat matamu sakit." ucap Aliesa yang melarang Flora.


Flora yang mendengarnya hanya bisa tersenyum lebar sambil mengusap lehernya yang tiba-tiba saja gatal.


Aliesa hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Flora yang menggemaskan di matanya. Oh ia tidak bisa berpisah dengan anak ini, Apalagi meninggalkan nya tinggal di mana semua kejahatan terjadi.


" Kita akan pindah Flora." ucap Aliesa yang akhirnya menjawab pertanyaan Flora.


Flora menyerngitkan dahinya bingung memandang Mama nya.


" Bukannya kita baru saja tinggal di sini, Terus mengapa kita harus pindah Mama. Flora tidak ingin meninggalkan ayah." ucap Flora sambil menggelengkan kepalanya tidak menyetujui keputusan Aliesa.

__ADS_1


Flora takut jika mereka pindah pasti ia tidak akan melihat ayahnya lagi. Jujur saja Flora baru merasakan sebuah lengkapnya keluarga yang menjadi impiannya selama ini. Memiliki ayah dan ibu yang menyayangi nya. Apalagi mereka semalam menghabiskan waktu bersama-sama dengan ayah yang membacakan ceritanya untuknya.


" Mama hiks...Flora tidak mau pindah huaaa..." ucap Flora sambil menangis keras.


Cukup membuat Aliesa tersentak terkejut melihat Puteri Tunggalnya menangis. Langsung saja Aliesa menghampirinya dan memeluknya sambil mengelus rambutnya untuk menenangkan nya.


" Shuu...jangan menangis sayang, kita memang harus pindah Mama tidak ada pilihan lain." ucap Aliesa.


Flora yang berada di pelukan Aliesa menggelengkan kepalanya sambil terus menangis.


" Flora hiks...tidak mau berpisah dengan ayah." ucap Flora sambil terisak.


Deg...


Tanpa Flora sadari ucapannya membuat seseorang yang mendengarnya diselimuti...


Countine...

__ADS_1


__ADS_2