Become A Mother

Become A Mother
Sebuah Cake Green Tea


__ADS_3

" Terima kasih Nona manis." ucap Alarick memuji Flora.


Flora mendengarnya merasa malu dan menyembunyikan wajahnya di lekukan leher Lois. Sedangkan Lois melihat reaksi Flora merasa perasaan cemburu terhadap Pangeran Mahkota Alarick yang berani menggoda Puteri kecilnya.


" Sepertinya hubungan anda dengan Puteri Mahkota tidak baik. Sampai kau menggoda puteri ku sendiri." ucap Lois menyindir Pangeran Mahkota Alarick.


Pangeran Mahkota Alarick menyerngitkan dahinya mendengar sindiran dari Lois sebelum tersenyum miring.


" Terima kasih atas sambutannya Duke, dan urusan rumah tangga bukan urusan anda. Lagipula juga Flora adalah keponakan ku." ucap Alarick sambil mengangkat kedua bahunya acuh tanpa mempedulikan aura suram yang dikeluarkan oleh Lois.


Lois mengepalkan tangannya berusaha memendam marahnya supaya tidak kelepasan. Dengan menghela nafasnya perlahan-lahan.


" Silahkan nikmatin jamuan nya Pangeran Mahkota." ucap Lois yang melirik ke arah pelayan yang membawa beberapa cemilan kue untuk di taruh di atas meja.


Pangeran Mahkota Alarick langsung duduk sambil matanya melihat ke sebuah kue yang tampak familiar dengannya. Tangannya mengambil piring kue tersebut membuat Lois menyerngitkan dahinya mengingat Pangeran Mahkota Alarick sama sekali tidak menyukai kue yang berbahan teh.


Dan kue tersebut adalah berbahan teh hijau yang dibuat khusus Aliesa untuknya. Sepertinya pelayan menyiapkannya untuk nya. Sebenarnya Lois tidak suka ada seseorang yang mengambil kue kesukaannya apalagi itu buatan isterinya. Sayangnya Lois tidak bisa melarang karena Pangeran Mahkota Alarick sudah mengunyah kue tersebut.

__ADS_1


Sedangkan Pangeran Mahkota Alarick terdiam badannya merasa kaku ketika merasakan kue yang ada di mulutnya.


" Maaf Duke, kue ini sangat enak siapa yang membuatnya?" tanya Alarick sambil tersenyum tipis.


" Itu buatan Mama, Karena Mama mengatakan papa sangat menyukai kue itu. Benarkah Papa." ucap Flora yang menjawab pertanyaan dari Pangeran Mahkota Alarick.


Deg....


Pangeran Mahkota Alarick yang mendengarnya merasa jantungnya berdetak berkali lipat dari biasanya.


" Apa benar Aliesa adalah kau Shilla." batin Alarick sambil tersenyum sendu.


Flashback On....


Revano yang saat itu baru saja pulang dari kantor merasa lelah. Sebenarnya ia pulang lebih awal daripada sebelumnya entah kenapa tubuhnya bergerak menuju ke arah dapur.


Saat Revano sampai di dapur dirinya melihat Shilla yang sedang membuat sesuatu.

__ADS_1


" Sepertinya anda sangat senang menghabiskan uang ku." ucap Revano yang menyindir Shilla dengan kata tajam seperti biasanya.


Shilla membalikan badannya sambil berjalan membawa sepiring kue yang berwarna hijau ke hadapan Revano.


" Ini aku membuatkan mu kue kesukaanmu, apa kau tidak ingin mencobanya." ucap Shilla yang menyodorkan sepiring kue itu ke Revano sambil tersenyum malu-malu.


Membuat Revano yang melihatnya merasa jijik tapi tidak urung ia penasaran dengan rasanya dan akhirnya memutuskan untuk mencobanya. Ketika kue itu masuk ke dalam mulutnya Revano merasakan perasaan enak di bagian hijau teh nya yang sama sekali tidak manis dan cocok dengan selera nya.


" Bagaimana rasanya, apa Revano suka?" tanya Shilla dengan pandangan mata berharap.


Sayangnya ekspetasi Shilla tidak sesuai keinginannya karena Revano dengan teganya menjatuhkan piring kue tersebut ke lantai.


Prang....


Piring tersebut pecah seperti perasaan Shilla yang kembali terluka seperti biasanya.


" Kue ini sama sekali tidak enak dan lain kali habiskan waktumu untuk yang berguna."ucap Revano sambil memandang datar Shilla sebelum meninggalkan dengan suara tangisan yang berasal dari Shilla.

__ADS_1


Flashback off...


Countine...


__ADS_2