Become A Mother

Become A Mother
Sindiran Halus Puteri Madeleine


__ADS_3

Puteri Mahkota Annika sontak mendengarnya wajahnya memucat. Memang 5 tahun masa pernikahannya dengan Pangeran Mahkota Alarick, Mereka berdua berusaha mendapatkan keturunan berbagai cara dilakukan dari melakukan nya setiap hari, meminum ramuan, dan lain-lainnya.


" Maaf, Puteri sampai sekarang kami belum berniat untuk mempunyai keturunan karena saya dan Pangeran memfokuskan pekerjaan untuk mensejahterakan rakyat. Supaya ketika Pangeran Mahkota naik tahta beliau bisa di terima baik oleh para rakyat." ucap Annika sambil tersenyum lembut berusaha menyakinkan Puteri Madeleine.


Puteri Madeleine mendengar alasan dari Kakak iparnya terkekeh pelan.


" Benarkah, ah sayangnya aku sudah tidak sabar untuk melihat keponakan ku yang bermain bersamaku ketika aku pulang dari akademi. Sayangnya itu hanya harapan semata saja." ucap Madeleine yang memasang wajah kecewanya.


Mengepal tangannya dibalik gaunnya Puteri Mahkota Annika berusaha untuk tidak terpancing oleh ucapan Puteri Madeleine. Memang sejak awal Puteri Madeleine sudah tidak menyukainya bahkan sampai dirinya menikah. Puteri Madeleine berusaha untuk memojokkan di hadapan para Lady bangsawan lainnya. Karena Puteri Madeleine lebih senang dengan Aliesa. Sebenarnya Puteri Mahkota Annika sedikit bingung mengapa Puteri Madeleine lebih senang dengan Aliesa yang memilih kepribadian buruk daripada dirinya yang memiliki sifat baik hati dan polos.


Ratu Rieta yang sejak tadi hanya menonton tanpa melakukan apapun mulai menyela.


" Apa yang di ucapkan Puteri Madeleine benar, saya sudah tidak sabar untuk melihat pewaris dari anak laki-laki ku satu-satunya. Seharusnya kalian tidak perlu menundanya selama ini. Puteri Mahkota anda tahu bukan tugas utama untukmu adalah melahirkan keturunan Putera Mahkota." ucap Rieta dengan datar.


" Benar Ibunda itu memang tugas utamanya atau jangan-jangan Puteri Mahkota tidak bisa hamil. Wah itu berita yang besar. Jika itu terbukti benar Ibunda harus siap-siap untuk mencari Selir untuk Kakak yang sehat dan bisa melahirkan pewaris." ucap Madeleine dengan sinis.


Puteri Mahkota Annika rasanya ingin memukul wajah Puteri Madeleine atau menghancurkan hidupnya. Tapi itu tidak mungkin terjadi mengingat Putera Mahkota Alarick sangat menyayangi adiknya itu.

__ADS_1


" Sekali lagi maafkan saya, Yang Mulia Ratu dan Puteri. Saya akan bicarakan hal ini kepada Pangeran Mahkota." ucap Annika sambil menundukkan kepalanya.


" Itu bagus pasti juga Kakak sudah tidak sabar untuk memiliki anak." ucap Puteri Madeleine.


Menghela nafasnya dengan perlahan Puteri Mahkota Annika berusaha untuk mengontrol emosinya mendengar ucapan tajam dari Puteri Kaisar di depannya.


...****************...


Trap...


Trap....


Aliesa yang sedang membantu Aya membersihkan meja-meja. Mendengar suara Flora langsung menghentikan pekerjaannya.


" Aya, aku tinggal sebentar." ucap Aliesa kepada karyawan satu-satunya.


" Baik, Nona." ucap Aya sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah itu Aliesa langsung naik ke lantai dua menuju kamar Puterinya. Ketika ia membuka pintu Aliesa melihat Flora yang berlari menuju ke arahnya.


Flora yang menyadari bahwa Mama nya sudah dekat dengannya langsung turun dari ranjangnya dan berlari menuju ke arahnya.


Aliesa membuka tangannya lebar-lebar untuk memeluk Flora.


" Mama, apa Papa masih ada?" tanya Flora dengan tampang polosnya.


Aliesa tersenyum melihat raut polos Flora yang mencari keberadaan Papa nya.


" Papa mu sudah pergi tadi, Tapi nanti dia akan ke sini lagi. Jadi Flora tidak usah sedih ya." ucap Aliesa sambil mengacak rambut Flora berusaha menghibur nya.


Flora hanya menggangguk kepalanya sambil memeluk Mama nya.


Aliesa memandang ke arah jendela sambil memikirkan ucapan Pangeran kedua Lois tadi.


" Apa sebenarnya rencana nya." batin Aliesa terheran-heran.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2