
Pangeran Mahkota Alarick merasa puas melihat perubahan dari pengunungan barat. Para rakyat sudah mulai membuka usahanya sendiri-sendiri dan berkurangnya jumlah orang yang kelaparan nya.
" Apa kita akan kembali, Yang Mulia?" tanya Arthur yang melihat Pangeran Mahkota Alarick sedang bersiap-siap.
" Kita akan kembali sekarang ada sesuatu yang harus saya urus di sana." ucap Alarick yang sedang mengenakan jubah hitamnya.
Pangeran Mahkota Alarick mengingat beberapa hari yang lalu dia mendapatkan surat dari Ratu Rieta yang sekarang adalah ibunya. Dia membaca melihat isinya ibunya menyuruhnya kembali ke ibu kota karena sang Pangeran kedua sudah melengserkan dirinya dari anggota inti kekaisaran dan memutuskan untuk mengambil gelar bangsawan yang dimiliki dari Kakek pihak ibunya.
Sebenarnya Pangeran Mahkota Alarick sungguh malas kembali kekaisaran mengingat di sana banyak orang bermuka dua termasuk Ratu Rieta dan Puteri Mahkota Annika yang merupakan isteri dari pemilik tubuh aslinya.
Pangeran Mahkota Alarick bahkan sedikit jijik mengingat wajah Puteri Mahkota Annika yang polosnya seperti jalan tol itu memandangi nya dengan tatapan menggoda. Ia tahu bahwa Puteri Mahkota bukan sepolos dia kira mengapa tidak bahkan dia berani mengambil tunangan dari Puteri kandung Duke yang tidak bukan dirinya sendiri.
Tetapi ada sesuatu yang menariknya untuk kembali ke sana. Ada sebuah perasaan yang seseorang sedang dirindukannya. Mengingat perkataan wanita misterius tadi yang mengatakan bahwa Shilla ada di sini.
Menunjukan bahwa sekarang Shilla ada di ibu kota dia harus menemuinya dan meminta maaf.
__ADS_1
...****************...
" Jadi kamu akan mengambil gelar Viscount?" tanya Aliesa yang saat ini mereka sedang berada di kamar.
Setelah menghabiskan waktu di taman tadi Aliesa dan Lois memutuskan untuk ke kamar menidurkan Flora yang sudah kelelahan.
" Sepertinya begitu, mengingat kakek sudah tua jadi aku memutuskan untuk mengambilnya. Itu lebih baik daripada aku selalu berurusan dengan keluarga kekaisaran. Dan sepertinya aku akan selalu berurusan dengan mereka sampai semuanya selesai." ucap Lois yang perkataan terakhirnya tidak di ucapkan. Karena tidak ingin membuat Aliesa merasa kebingungan.
Sampai sekarang Lois belum bisa memberitahu Aliesa mengenai kasus kematian Duchess. Sebab dia sudah berjanji kepada Duke Christopher juga ia harus mementingkan keselamatan Aliesa dan Flora.
Aliesa hanya menggangguk kepalanya mengerti. Dirinya juga tidak bisa melarang Lois mengambil tindakan atas kehidupannya sendiri.
" Kapan acara pesta itu?" tanya Aliesa yang bertanya kepada Lois.
" Kemungkinan besok atau lusa, karena sampai sekarang belum ada kabar bahwa Pangeran Mahkota Alarick mendekati ibu kota." jawab Lois seadaanya.
__ADS_1
Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka berdua. Meskipun pernikahan sudah sebulan berjalan tetapi tetap saja Aliesa merasa gugup apalagi selama ini Lois selalu memperlakukan nya dengan baik. Tidak seperti pria itu pikir Aliesa dengan senyum pahit.
Lois yang merasa bahwa Aliesa masih canggung kepadanya memakluminya mengingat mereka baru saja mengalami pendekatan tidak lama. Tetapi ia bertekad akan berusaha melindungi keluarganya agar tidak seperti yang dialami oleh ibu kandungnya.
" Apa kau ingin pergi keluar bersama ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan." ucap Lois yang mengajak Aliesa pergi ke suatu tempat.
Aliesa memiringkan kepalanya dengan polos.
" Kemana?" tanya Aliesa penasaran.
Lois yang mendengarnya tersenyum tipis tanpa menjawab pertanyaan Aliesa.
" Kau akan mengetahuinya nanti....
Countine....
__ADS_1