
Tidak juga karena saat itu aku hampir terbunuh oleh seorang jenderal dari pasukan musuh." ucap Lois.
Deg...
" Tapi apa kau tidak apa-apa?" tanya Aliesa khawatir membayangkan Lois tidak selamat dari perang nya.
Lois yang mengerti kekhawatiran Aliesa merasa senang karena ada seseorang yang sangat peduli padanya bahkan menghawatirkan nya.
" Iya, aku hampir saja tertancap sebuah pedang di dada jika saja sihir ku tidak aktif dan membangkitkan makhluk kegelapan." ucap Lois sambil menunjuk sebuah tato yang perlahan mulai terlihat berbentuk segitiga.
Aliesa dibuat terkejut melihat tanda tersebut karena pernah mendengar bahwa seseorang yang mempunyai tanda segitiga merupakan relikulu kematian yang berarti sihirnya memanggil sebuah makhluk kegelapan.
" Jadi, jangan bilang kau membangkitkan makhluk itu Lois." ucap Aliesa sambil melirik ke arah Lois kecil yang wajahnya tampak kosong.
Lois yang mendengarnya langsung tersenyum.
" Benar, aku memanggil makhluk itu dan membuatnya kerja sama untuk mengalahkan mereka semua." ucap Lois matanya yang tadinya berwarna emas menjadi merah darah.
Aliesa melihat perubahan Lois dengan perlahan memundurkan langkahnya. Lois yang mengetahui keterkejutan Aliesa langsung membawanya keluar dari black hole ciptaannya.
__ADS_1
Setelah sampai di ruang kerja Lois kembali dengan lemas Aliesa menjatuhkan tubuhnya jika tidak ada Lois yang memegang pinggangnya untuk mencegahnya.
Lois menatap Aliesa dengan mata merahnya dengan tangannya yang perlahan memiliki kuku panjang mulai mengelus wajah nya.
" Kau takut kepadaku sayang?" ucap Lois yang bertanya dengan Aliesa.
Aliesa hanya diam melihat perubahan Lois sebelum matanya kembali menghangat dan membalas pelukannya.
" Aku tidak takut." ucap Aliesa sambil menyandarkan kepalanya di dada Lois.
Mendengar ucapan Aliesa membuat Lois terkejut dan memandangi nya dengan tatapan tidak percaya.
Aliesa mengetahui Lois masih belum mempercayai nya mengadahkan kepalanya sambil memberi sebuah kecupan di bibirnya.
" Apa itu bisa membuktikannya." ucap Aliesa sambil tersenyum manis memandang Lois.
Lois tersenyum senang dan langsung mencium Aliesa dengan ganas menyalurkan semua perasaan kekhawatiran nya selama ini.
Aliesa membalas ciuman Lois dengan lembut. Dalam beberapa menit mereka saling melahap bibir pasangannya masing-masing sampai akhirnya mulai mengakhirinya karena kehabisan nafas.
__ADS_1
Aliesa dan Lois saling melemparkan senyumannya sebelum kemudian tertawa.
" Aku mencintaimu dan terima kasih karena telah berjanji untuk tidak meninggalkan diriku." ucap Lois sambil memandang penuh cinta kepada Aliesa.
Aliesa merasa bahagia untuk kesekian kalinya mendapat pernyataan cinta.
" Aku juga mencintaimu Lois, dan terima kasih karena telah jujur ku kepadaku aku merasa senang sebab akhirnya kau mempercayai ku untuk memberitahukan rahasia mu." ucap Aliesa.
Lois hanya tersenyum sebelum kembali memeluk Aliesa. Sedangkan Aliesa hanya memejamkan matanya membalas pelukan Lois.
" Mungkin ini saatnya untuk memberitahu semua rahasia ku dan maaf Aliesa aku sudah tidak bisa lebih lama menyembunyikan nya. Lebih baik aku memberitahukan nya daripada dia mendengar dari orang lain. Aku tidak ingin menyakiti orang yang aku cintai. Aku tinggal menyiapkan waktu yang pas untuk memberitahukan nya." batin Aliesa.
...****************...
Lusa kemudian hari ini di istana Pangeran Mahkota Alarick membuat sidang yang menghadirkan para dewan, bangsawan, dan rakyat biasa.
Semua orang bertanya-tanya buat apa mereka di istana. Karena selama ini belum ada seorangpun yang mengetahui kondisi Annika.
Sampai akhirnya pintu aula terbuka dan bertapa terkejutnya mereka ketika melihat....
__ADS_1
Countine...