
Sedangkan di istana suasana seperti biasanya dengan para pelayan yang berjalan ke sana kemari mengerjakan pekerjaan mereka.
Tidak kecuali Ratu Rieta yang saat ini sedang mengerjakan tugasnya sebagai pendamping Kaisar. Sudah sebulan lebih berlalu membuat suasana hatinya sangat gembira.
" Akhirnya mereka pergi juga, apalagi anak haram itu sudah memutuskan hubungannya dengan istana. Otomatis sekarang tahta jatuh kepada Puteraku. Hahaha..." ucap Ratu Rieta sambil tertawa ceria.
Ceklek...
Puteri Madeleine yang masuk ke dalam ruangan Ratu Rieta dibuat terheran-heran dengan sikapnya yang berubah seperti merasa senang. Tapi ia tahu mengapa itu terjadi.
" Sepertinya Ibunda merasa bahagia?" ucap Puteri Madeleine yang seperti sebuah pernyataan.
Ratu Rieta bukan tersinggung malah ia semakin melebar senyuman nya.
" Tentu saja Puteriku, sekarang sudah tidak ada penghalang lagi untuk kakak mu menaiki tahta. Termasuk Kaisar itu sendiri." ucap Ratu Rieta.
Puteri Madeleine yang mendengarnya merasa sedikit marah. Karena sepanjang hidupnya ibu kandungnya sendiri hanya mementingkan tahta dan kekuasaan tidak sedikitpun ia merasakan bagaimana nya di manja oleh ibu kandungnya.
__ADS_1
Mungkin jika dirinya tidak sempat dibesarkan Selir Aurora kemungkinan sifat nya tidak akan jauh dari ibunya. Sombong dan serakah bahkan tidak segan-segan menghabisi nyawa seseorang hanya mendapatkan tujuannya.
" Terserah Ibunda saya cuma ingin memberitahu akan kembali ke Akademi dan kemungkinan saya tidak akan menyambut kedatangan Putera Mahkota di istana." ucap Puteri Madeleine yang mengucapkan tujuannya menemui Ratu Rieta.
Ratu Rieta yang mendengarnya langsung memasang wajah datar nya.
" Mengapa bukan kamu sudah menunda kembali ke Akademi sampai kakakmu kembali? Mengapa sekarang berubah pikiran? Apa kamu sudah tidak menghormati nya lagi Puteri Madeleine?" tanya Ratu Rieta secara beruntun dengan ekspresi marah terpasang di wajahnya.
Tetapi Puteri Madeleine tetap memasang wajah tenang nya. Tanpa merasa tersinggung dengan ucapan Ratu Rieta.
Melihat tidak ada tanggapan dari Ratu Rieta langsung saja Puteri Madeleine pamit. Karena dirinya berpikir sudah tidak ada urusannya lagi dia berada di sini.
" Saya permisi lebih dulu, Ratu Rieta." ucap Puteri Madeleine sambil membungkuk dan mengangkat sedikit gaunnya.
Sebelum meninggalkan ruang kerja ibunya Puteri Madeleine tahu pasti sebentar lagi ibundanya akan marah.
...****************...
__ADS_1
" Pesta di istana?" ucap Aliesa sambil melihat Lois yang duduk di seberangnya sambil memangku Flora.
Lois menggangguk sambil membantu Flora memakan kuenya.
" Iya, Ratu Rieta membuat pesta atas kembalinya Pangeran Mahkota Alarick dari perjalan tugasnya di bagian barat." ucap Lois yang terkesan acuh.
Aliesa menyerngitkan dahinya dirinya bingung mengapa Pangeran Mahkota bisa melaksanakan tugas nya. Bukannya sifat nya heh...
" Lois, bukannya dia sifatnya tidak terlalu mempedulikan para rakyat dan terkesan santai. Jadi bagaimana dia bisa menyelesaikan permasalah yang ada di pengunungan barat, cuacanya di sana dingin sekali?" tanya Aliesa yang heran.
Lois juga ikut terheran-heran mendengar pernyataan dari Aliesa. Memang sedikit aneh dengan Pangeran Mahkota yang bisa menyelesaikan masalah di pengunungan barat. Apalagi dengan sifatnya yang seperti kekanak-kanakan.
Lois ingat bahwa di pengunungan barat adalah tempat terdingin yang ada di kekaisaran. Hanya beberapa warga saja yang tinggal di sana. Apalagi rata-rata orang tersebut...
Adalah orang buangan...
Countine...
__ADS_1