
" Bagaimana apa kau sudah melaksanakan apa yang saya tugaskan?" tanya Lois dengan datar.
Tat menggangguk kepalanya dengan semangat.
" Tentu saja Tat membunuh pria yang telah mencelakai nona muda dan membawanya ke istana. Untuk batu kenangan itu saya taruh ke dalam kantung saya pastikan ini adalah gertakan pertama." ucap Tat sambil menundukkan kepalanya.
Lois yang mendengarnya tersenyum puas sambil memikirkan apa yang terjadi di istana sekarang. Andai saja ia masih ada di sana mungkin dirinya akan menjadi orang pertama yang menggunjing nya tapi tentu saja itu keluar dari sifat aslinya.
" Sekarang Tat aku ingin menugaskan untuk terus mengawasi mereka. Jangan sampai kau lengah membuat anak ku celaka lagi atau kau ingin menggantikan posisi anakku." ucap Lois melihat tajam Tat dengan aura sihirnya yang gelap.
Setelah Tat menghilang dari taman mata Lois yang tadinya kelopaknya berwarna merah berubah kembali menjadi berwarna emas dan segera meninggalkan taman tanpa diketahui siapapun.
...****************...
Baiklah kita akan melihatnya dan kita akan tahu kenangan ini akan menunjukkan apa." ucap Kaisar Wiliams sambil memencet batu kenangan tersebut.
__ADS_1
Apa kau berhasil?" tanya seseorang yang mengenakan gaun berwarna hitam.
Kaisar Wiliams semua orang terkecuali Pangeran Mahkota Alarick terbelalak terkejut melihat wanita yang ada di rekaman itu.
" Ratu." ucap Kaisar Wiliams sambil melirik ke arah Ratu Rieta yang sedang membuang wajahnya ke arah lain.
Melihat tidaknya respon dari Ratu Rieta langsung saja Kaisar Wiliams melanjutkan rekaman tersebut.
" Tentu saja, Yang Mulia. saya sudah melaksanakan perintah anda sebaik mungkin sekarang dipastikan anak itu sedang sekarat dan kita tinggal menunggu tanggal kematian nya." ucap pria berjubah itu.
Bagus sekarang tugasmu adalah meninggalkan ibukota. Jangan sampai ada orang yang menemui mu. Jika saja kau melanggar aku tidak segan-segan untuk membunuh semua keturunan mu. Ingat itu." ucap Ratu Rieta dengan nada penuh ancaman.
Tidak lama rekaman yang ada di batu rekaman telah mati. Suasana senyap sampai Kaisar Wiliams berjalan mendekati Ratu Rieta yang sudah menampilkan ekspresi pucat.
" Yang Mulia." ucap Ratu Rieta sambil menampilkan ekspresi sedih.
__ADS_1
Kaisar Wiliams hanya diam sebelum mengangkat tangannya dan.
Plak....
Suara tamparan yang keras membuat suasana seketika terdiam para pekerja yang berada di kamar terkejut melihat pertama kalinya Kaisar Wiliams bermain tangan dengan Ratu Rieta.
Meskipun dalam hati ada saja orang yang senang dengan penderitaan Ratu Rieta. Tetapi tidak sedikit pula memandang Ratu Rieta dengan tajam karena berani merencanakan pembunuhan kepada seorang anak kecil.
Di kekaisaran Grisam merencanakan pembunuhan terhadap anak di bawah umur termasuk dalam kejahatan yang termasuk tinggi. Bahkan Bangsawan yang melakukan nya akan di kenakan hukuman seringan nya di asingkan dengan harta yang di rampas atau di hukum gantung. Jadi tidak ada salah Kaisar Wiliams sangat marah kepada Ratu Rieta yang telah berani mencelakakan cucu nya.
" KAU KETERLALUAN MULAI HARI INI SAYA KAISAR WILIAMS AKAN MENCABUT GELAR RATU RIETA SAMPAI DIA TIDAK TERBUKTI BERSALAH. PENGAWAL BAWA MANTAN RATU INI KE ISTANA TERBUANG DAN JANGAN SAMPAI MEMASUKI ISTANA HINGGA DIA TIDAK TERBUKTI BERSALAH." ucap Kaisar Wiliams yang mencabut gelar Ratu kepada Rieta.
Setelah mengatakan itu Kaisar Wiliams langsung keluar meninggalkan kamar Ratu Rieta. Sedangkan Ratu Rieta hanya berdiam bergeming masih terkejut dengan ucapan dari Kaisar Wiliams sampai Pangeran Mahkota Alarick berbicara.
" Sungguh menyedihkan Ibunda." ucap Alarick sambil tersenyum miring sebelum kemudian menyusul Kaisar Wiliams mengacuhkan jeritan Ratu Rieta yang di tarik paksa oleh pengawal.
__ADS_1
Countine...