Become A Mother

Become A Mother
Viscount


__ADS_3

Flashback On...


" Aku senang jika kamu menerima lamaranku." ucap Lois datar tapi bisa dilihat tatapan menghangat.


Aliesa melihat tatapan Pangeran kedua Lois merasa di hanyutkan dalam kubangan perasaan hangat yang tiba-tiba menjerat di hatinya.


" Jadi setelah kamu akan melakukan apa? Jika kamu membuka identitas kami apa dirimu baik-baik saja dengan semua presensi rakyat?" tanya Aliesa.


Aliesa menyimpan perasaan khawatir nya ketika nanti Flora akan mendapatkan semua gunjingan menjadi anak haram Pangeran kedua.


Pangeran kedua Lois yang mengerti perasaan cemas Aliesa merasa senang. Karena sangat beruntung bahwa Flora Puterinya memiliki seorang ibu yang sangat menyayangi. Setidaknya kali ini dia tidak menghabiskan waktu dengan orang yang sia-sia. Orang yang ingin sekali memanfaatkannya dan menghancurkan nya.


" Tenang saja aku akan berjanji melindungi kalian, Setelah ini aku akan mengambil semua milikku." ucap Lois yang mendapatkan tatapan heran Aliesa.


Flashback off...


Trap...


Trap...

__ADS_1


Pangeran kedua Lois memacu kudanya dengan kecepatan tinggi menuju ke sebuah bangunan besar yang berada di pinggir kota.


Sampai di sana Pangeran kedua Lois langsung di sambut oleh seorang pelayan pria paruh baya yang menggunakan setelan jas khusus pelayan.


" Selamat datang di kediaman Pangeran, Saya sangat tidak menyangka bahwa anda akan datang setelah sekian lama. Anda tidak pernah berkunjung." ucapnya sambil membungkuk.


" Dimana Viscount aku ingin bertemu dengannya?" tanya Lois to the points.


Pelayan yang mendengarnya langsung menunjukkan jalannya menuju ruang kerja Viscount.


Pangeran kedua Lois melirik lorong yang terdapat salah satu lukisan wanita yang berarti dalam hidupnya. Ia menghentikan langkahnya sejenak dan menyentuh lukisan tersebut dengan pelan.


" Benar paman Wen semuanya sudah berubah akibat mereka." ucap Lois sambil mengepalkan tangannya kuat.


Mengingat semua memori kematian Ibundanya yang membuatnya hancur. Pelayan yang dipanggil Wen tadi hanya memperhatikan ekspresi dari Pangeran tanpa mengatakan apapun.


Setelah puas Pangeran kedua Lois langsung lanjut perjalanannya.


Ceklek....

__ADS_1


Ketika dia membuka pintu terdapat seorang pria paruh baya yang tampaknya sedang serius dengan pekerjaannya. Meskipun usianya sudah hampir senja dirinya masih bekerja mengingat dia tidak memiliki seorang keturunan lagi selain Cucu nya.


" Sudah lama kita tidak tapi tampaknya anda masih sibuk." ucap Lois yang mengandung kata sindiran.


Membuat pria yang merupakan Viscount itu mengadahkan kepalanya dan menghentikan pekerjaannya. Setelah melihat Pangeran kedua Lois, Viscount itu langsung menunjukkan senyum nya di wajah keriput nya.


" Akhirnya kamu berkunjung kemari cucuku, Jadi ada urusan apa kau datang kemari, Apa Ayahmu sudah bosan menampung mu di istananya?" tanya Viscount dengan mata memancarkan jenaka.


" Itu tidak mungkin, saat ini Kaisar sedang di pusingkan dengan tindakan Pangeran Mahkota yang membuatnya malu." ucap Lois yang dengan santainya duduk di sofa yang terdapat di ruangan itu.


Viscount terkekeh mendengar penuturan dari Cucunya. Memang sejak kematian Puterinya yang merupakan seorang Selir. Membuat hidupnya hancur setiap hari ia hanya menghabiskan waktunya dengan kerja-kerja dan kerja untuk melupakan perasaan sedihnya, dan sejak saat itu juga hubungannya dengan sang cucu menjadi ada jarak. Mengingat dirinya cukup kecewa dengan Kaisar yang sama sekali tidak becus menjaga Puterinya.


" Jadi sekali lagi kamu ada urusan apa Lois, apa kamu membutuhkan sesuatu?" tanya Viscount.


Mendengar pertanyaan dari Viscount yang merupakan Kakeknya, Pangeran kedua Lois hanya memandang nya datar sebelum akhirnya menjawab.


" Aku sudah siap untuk mengambil semuanya....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2