Become A Mother

Become A Mother
Percobaan Pembunuhan


__ADS_3

Hehehe....sebentar lagi kau akan mati Lady." ucap nya sambil melangkah mendekati sebuah ranjang dan kemudian dia mengangkat pisau sihir nya ke atas.


Srett


Pisau itu tepat tertancap di tengah ranjang tapi yang aneh orang itu melihat tidak satupun darah yang menggenangi selimut putih tersebut, dan ketika ia menyingkirkan nya bertapa terkejutnya bahwa di balik selimut tersebut hanya ada sebuah bantal tertumpuk.


" Sialan, dia pintar sekali untuk menipuku." ucapnya yang mengumpat.


" Iya, terima kasih karena telah mengatakan itu . Sebenarnya itu cuma insting bahwa orang itu akan menyuruh ku kemari untuk membunuhku." ucap seseorang yang tepat berdiri di belakang orang berjubah itu dengan sebuah pisau yang diletakan ke arah leher berjubah itu.


Orang berjubah langsung menyadari dan berusaha menghindar.


" Wah...ini sebuah kejutan bahwa anda sangat pandai Lady. Padahal di masa lalu anda hanya disebut sebagai Lady bodoh yang mengincar cinta Pangeran Alarick." ucapnya dengan menatap remeh Aliesa.


Aliesa yang saat ini sedang berdiri sambil mengenakan piyama tidurnya melipat tangannya di dada sambil menatap angkuh orang berjubah itu. Tidak ada setitik ketakutan di pancaran bola matanya.

__ADS_1


" Benarkah, aku juga terkejut bahwa kau mengetahui semua masa lalu ku. Apa kau di beritahu seseorang." ucap Aliesa sambil meletakkan jarinya di dagunya seolah berpikir.


" Tentu saja aku mengetahuinya ternyata kau suruhan Puteri Mahkota. Ternyata dia pemilik sifat pencemburu juga ya karena aku sudah terlebih dahulu memiliki anak dari seorang Pangeran, dan kau seperti nya dibayar olehnya dengan satu malam yang indah." ucap Aliesa sambil tersenyum miring melihat orang berjubah tersebut sudah mulai terpancing.


Sebenarnya Aliesa hanya merasa tidak bisa tidur dan akhirnya memutuskan untuk menghabiskan waktunya di ruangan baca yang juga berada di kamarnya. Tetapi entah mengapa dirinya memiliki firasat tidak buruk. Apalagi bagaimana dirinya mengingat wajah murka Annika saat mengetahui tentang Flora dan dia yang akan menikah dengan Pangeran kedua. Pastinya dia akan merencanakan sesuatu yang buruk. Jadinya dia memutuskan untuk menumpuk bantal menyerupai tubuh seseorang dan menutupi nya dengan selimut nya.


Tetapi sepertinya firasat nya terbukti kenyataan dengan kedatangan orang ini.


Sedangkan orang berjubah tersebut wajahnya sudah memerah marah. Dia langsung berlari dan mengacungkan pisau sihir itu mengenai Aliesa.


" KAU HARUS MATI." teriaknya yang mulai mendekat.


Membuat orang berjubah itu terkejut karena melihat kepekaan Aliesa.


" Aku ingin memberitahukan mu sesuatu bahwa sebenarnya aku pintar bela diri." ucap Aliesa sebelum menendang telak bagiannya dan membanting tubuhnya hingga terjatuh. Tanpa memberikan kesempatan untuk melawannya.

__ADS_1


Brak...


Bertepatan saat itu terbukalah pintu kamar Aliesa dengan kuat.


" Ada apa Aliesa?" tanya Lois yang ternyata memasuki kamarnya bersama kedua pengawal.


Aliesa tidak menjawab melainkan ia menunjuk ke arah orang yang sudah pingsan di lantai.


" Ada penyusup dia ingin membunuhku, dan aku melawannya dengan menendang miliknya." ucap Aliesa tenang tanpa mempedulikan reaksi Pangeran kedua dan kedua pengawal yang meringis.


" Aku tidak menyangka bahwa Lady yang dia sebut seorang Antagonis. Bisa melakukan hal yang kejam terhadap seorang pria." batin kedua pengawal tersebut yang diam-diam merasa ketakutan jika mereka akan mendapatkan nya karena berani melawan sang Lady.


Pangeran kedua Lois memperhatikan orang berjubah tersebut sebelum berjalan melangkah mendekatinya. Kemudian dia berjongkok sambil mengambil sebuah pisau sihir yang ada di tangan pria berjubah itu.


Dirinya memperhatikan pisau tersebut sebelum meremesnya dengan kuat. Karena menyadari bahwa ada ukiran di pisau tersebut.

__ADS_1


" Awas kalian, Mereka sudah mulai berani rupanya." batin Lois sambil tersenyum miring dengan sorotan matanya yang tajam.


Countine....


__ADS_2