Become A Mother

Become A Mother
Tidak Ingin Kehilangan Lagi


__ADS_3

Keesokan harinya Aliesa yang baru saja membuka matanya tiba-tiba dibuat terkejut dengan adanya beberapa pelayan yang berdiri di hadapannya.


" Apa ada sesuatu yang terjadi? Mengapa kalian berkumpul disini?" tanya Aliesa yang terlihat bingung.


Para pelayan tersebut saling diam sampai seorang pelayan yang terlihat lebih tua dari lainnya. Maju ke hadapannya.


" Maafkan atas kelancangan kami Lady, saya di perintahkan oleh Pangeran kedua untuk membantu anda bersiap-siap. Karena beliau akan mengajak anda mengunjungi istana." ucapnya dengan tutur bahasa yang sopan.


Aliesa seketika menegang mendengar nama istana. Tempat dimana semua penderitaan dan penghinaan terjadi di sana. Apalagi pastinya akan ada Puteri Mahkota Annika di istana.


" Buat apa saya ke sana bukannya Pangeran kedua akan melaksanakan upacara pernikahan besok di kediaman Viscount?" tanya Aliesa lagi.


" Anda harus menemui, Yang Mulia. Kaisar untuk mendapatkan restu dari beliau, dan Pangeran kedua akan memperkenalkan anda dan Nona muda." ucap sang kepala pelayan.

__ADS_1


Mendengar itu Aliesa hanya pasrah ketika badannya di tarik untuk masuk ke dalam bak. Aliesa bisa mencium bau mawar di sabun yang ia gunakan.


Aliesa terus begitu sampai 1 jam berlalu. Akhirnya Aliesa bisa bernafas lega karena bisa terlepas dari tangan-tangan pelayan yang menghias wajahnya. Ketika Aliesa melirik ke arah cermin bertapa terkejutnya dia melihat seorang perempuan cantik yang memiliki surai dan manik kecokelatan yang di gulung ke atas,dan gaun yang berwarna biru langit dengan aksen bunga di bagian pinggang dan pita yang berwarna senada di belakang punggungnya.


" Apa ini aku?" tanya Aliesa sambil mengelus bayangan cerminnya.


Beberapa pelayan yang berada di situ tertawa melihat tingkah polos dari calon isteri Pangeran. Mereka sudah tahu bahwa calon isteri Pangeran kedua merupakan orang yang dijuluki antagonis di seluruh ibukota. Tapi mereka meyakini bahwa Lady Aliesa hanya ingin mendapatkan haknya sebagai seorang anak Duke. Apalagi setelah melihat tingkah Puteri Mahkota Annika yang selalu mencari perhatian ke semua orang. Makanya sejak itu mereka terlalu malas untuk mendengar kabar dari istana.


" Tentu saja itu anda Lady, Anda sangat cantik seperti peri apalagi sekarang Nona muda juga akan di hias seperti anda. Anda akan menjadi sepasang ibu dan anak yang cantik seperti para peri." ucap salah satu pelayan yang menuju Aliesa dan Flora dengan semangat.


Aliesa yang mendengarnya hanya memberikan senyuman kecilnya sambil memandang cermin. Ia ragu memperkenalkan Flora kepada semua orang di istana. Ia takut nantinya Flora akan dihina sebagai anak haram.


Aliesa terus melamunkannya sampai tidak menyadari bahwa Pangeran kedua sudah berdiri di belakang memegang bahunya.

__ADS_1


Pangeran kedua Lois yang saat ini sangat tampan dengan menggunakan kemeja berwarna putih dan jas berwarna hitam abad pertengahan.


" Tenang saja aku akan melindungi kalian." ucap Lois yang berbisik di telinga Aliesa.


Membuat sang empu yang merasakannya terkejut. Apalagi dengan helaan nafas Pangeran kedua Lois yang membuatnya semakin gugup di buatnya.


" Aku takut jika nanti Puteri kita akan dihina sebagai anak haram, Apalagi status kita yang belum menikah. Aku takut jika seseorang akan mencelakakan nya. aku...hmmp." ucap Aliesa yang dibungkam oleh Pangeran kedua Lois dengan bibirnya.


Pangeran kedua Lois yang merasakannya perasaan khawatir Aliesa langsung menciumi nya. Dengan lembut. sampai beberapa saat kemudian ia melepaskan nya.


" Aku berjanji akan selalu melindungi kalian, Aku tidak ingin kehilangan lagi....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2