Become A Mother

Become A Mother
Perasaan Semakin Bertambah


__ADS_3

Viscount Lincoln yang sedang berada di taman menggelengkan kepalanya melihat Cucunya Lois yang menggenggam tangan Aliesa dengan malu-malu.


Alasan Viscount Lincoln berada di taman menenangkan Flora yang menangis karena tidak melihat keberadaan Ayah dan Ibunya. Jadi dirinya berinsiatif menenangkan anak dari cucunya ke taman.


Flora yang melihat kedatangan Papa dan Mama nya mulai menangis lagi.


" Mama... Papa...hiks....hiks.." ucap Flora yang terisak sambil mengadahkan tangannya ke arah Aliesa.


Aliesa yang melihat Flora menangis langsung melepaskan genggamannya dan menggendongnya sambil menepuk punggungnya dengan pelan.


" Flora kira mama dan papa pergi meninggalkan Flora. hiks..." ucap Flora yang masih terisak pelan sambil keduanya tangannya memeluk leher Aliesa.


" Tidak tadi papa mengajak mama ke suatu tempat, dan ketika mama ingin mengajak Flora. Flora sedang tidur. Maafkan Mama ya nanti mama akan buatkan ayam kesukaan Flora. Mau." ucap Aliesa sambil tersenyum tipis ketika Flora menggangguk kepalanya pelan.

__ADS_1


Lois dan Viscount Lincoln yang melihatnya merasa bahagia sikap harmonis antara ibu dan anak itu.


" Memang kau tidak salah memilih nya Lois, jagalah mereka." ucap Viscount Lincoln yang menasehati Aliesa.


Lois yang mendengarnya melirik ke arah Aliesa dan Flora yang sedang tertawa bersama. Memang dia memuji bahwa pengasuhan Aliesa kepada Flora membuatnya menjadi gadis yang baik dan memiliki sifat ramah. Meskipun dulunya dia adalah antagonis tetapi sekarang Aliesa sudah berubah menjadi seorang ibu yang baik. Lois tahu Aliesa bersikap seperti itu karena ingin mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari Duke Christopher.


" Aku juga senang bisa bersamanya Kakek." ucap Lois yang diam-diam telinganya sedikit memerah. Mengingat ciuman mesra nya dengan Aliesa.


Sedangkan Aliesa yang merasa Flora sudah tenangnya memutuskan untuk membersihkan diri nya. Tetapi ketika Aliesa mengalihkan pandangannya dan melihat Lois. Seketika pemikirannya mengingat tingkah Lois yang sederhana dengan begitu romantisnya.


Lois yang melihat sifat malu-malu hanya menggelengkan kepalanya dan tanpa sadar perasaannya semakin bertambah kepada Aliesa.


Viscount Lincoln yang melihat sifat perubahan Lois membuatnya merasa senang dan bahagia. Bahkan dia berani melepaskan gelarnya demi mempertahankan isteri dan anaknya. Terkadang Viscount Lincoln tidak habis pikir dengan sifat Kaisar Wiliams yang terkesan merendahkan Aliesa yang merupakan anak dari sahabatnya sendiri.

__ADS_1


Viscount Lincoln mengingat percakapannya dengan Kaisar Wiliams seminggu yang lalu.


Flashback On....


Dengan malas Viscount Lincoln datang ke istana setelah mendapatkan perintah penuh paksaan dari Kaisar Wiliams. Membuat nya dengan terpaksa datang.


" Salam Kaisar semoga keagungan dan keberkahan akan selalu menyinari kekaisaran." ucap Viscount Lincoln yang membungkuk hormat di hadapan Kaisar Wiliams yang sedang duduk di atas singgasana nya.


" Saya senang telah menerima undangan untuk datang ke sini, Ayah." ucap Kaisar Wiliams dengan ramah. Karena walaupun bagaimanapun Viscount Lincoln sudah ia anggap sebagai ayah kandungnya sendiri. Mengingat dia adalah ayah dari wanitanya.


Viscount Lincoln menghiraukan sambutan hangat dari Kaisar Wiliams dan menanyakan tujuan nya di panggil kemari.


Kaisar Wiliams menghela nafasnya setelah mendapatkan sifat dingin dari Viscount Lincoln. Tapi ia memakluminya mengingat pria tua itu sangat terpukul sama seperti nya kehilangan sesosok penerang bagi nya.

__ADS_1


" Baiklah jika itu keinginan Ayah. Tujuannya saya memanggil anda kemari adalah putuskan pernikahan Lois dan Aliesa. Bawalah Lois kembali ke istana....


Countine....


__ADS_2