
" Saya hanya ingin menghabiskan waktu bersama anda, Yang Mulia." ucap Ratu Rieta dengan nada menggoda.
Kaisar Wiliams mendengus jijik melihat penampilan Ratu Rieta yang mirip dengan wanita Bar.
" Tumben, pasti ada sesuatu yang ingin anda bicarakan Ratu?" tanya Kaisar Wiliams dengan curiga.
Ratu Rieta tidak menjawabnya melainkan ia mendekati Kaisar Wiliams dengan langkah pelan sambil menyingkirkan jubah tidurnyanya dan memperlihatkan lingerie yang terlihat seksi. Saat berada di hadapannya Ratu Rieta menyentuh dada Kaisar Wiliams yang mengenakan jubah tidurnya.
" Tidak ada, Yang Mulia. Saya hanya menginginkan anda membuka hati untuk saya dan menghabiskan malam bersama. Bukannya anda sangat merindukan tubuh saya ini." ucap Ratu Rieta dengan suara rendah sambil jari lentiknya terus menyusuri dada Kaisar Wiliams.
Kaisar Wiliams yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap Ratu Rieta spontan langsung mendorong tubuh nya.
Membuat Ratu Rieta terjatuh ke lantai sambil memandang tidak percaya Kaisar Wiliams.
" Mengapa, Yang Mulia. saya sudah cukup bersabar menunggu anda dapat mencintai saya. Tapi..." ucap Ratu Rieta terhenti sambil matanya meneteskan air mata.
__ADS_1
Kaisar Wiliams tidak sama sekali iba ia hanya memutar bola matanya malas. Mendengar rengekan Ratu Rieta.
" Bukannya sudah saya bilang dari awal pernikahan bahwa di antara kita hanya ada hubungan politik. Kita sama sekali tidak saling mencintai." ucap Kaisar Wiliams dengan datar.
Ratu Rieta langsung menggelengkan kepalanya membantah ucapan Kaisar Wiliams.
" Tidak, saya sangat mencintai anda, Yang Mulia. Tetapi mengapa anda malah memilih wanita pelacur itu." ucap Ratu Rieta sambil memandang sendu Kaisar Wiliams.
Kaisar Wiliams menghela nafasnya sebelum berjongkok di hadapan Ratu Rieta.
Ratu Rieta berusaha menahan amarahnya dan berdiri dari jatuhnya tadi.
" Baiklah jika itu perintah anda, Yang Mulia. saya permisi terlebih dahulu." ucap Ratu Rieta sambil membungkuk hormat dan kembali mengambil jubah tidurnya untuk di kenakan.
Kaisar Wiliams yang melihatnya hanya menghela nafasnya sambil matanya beradu ke sebuah bingkai foto kecil yang selalu menemaninya tidur selama ini.
__ADS_1
" Apa yang harus aku lakukan Aurora, aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Tolong berikan petunjuknya Aurora." ucap Kaisar Wiliams dengan pancaran sendu menahan rindu.
Sedangkan Ratu Rieta berjalan tergesa-gesa menuju ke kamarnya sambil menahan amarahnya.
Brak...
Dengan tidak berperasaan Ratu Rieta membuka pintunya dengan keras.
" SIALAN... SIALAN... PADAHAL KAU SUDAH MATI. TAPI MENGAPA DIA TIDAK MEMBUKA HATINYA UNTUKKU." ucap Ratu Rieta yang berteriak keras.
Pyarr....
Sampai melempar sebuah vas hingga pecah Ratu Rieta hanya menatapnya dengan datar.
" Padahal aku sudah menyingkirkan nya tapi Kaisar selalu memikirkannya. Apalagi sekarang posisi Puteraku sedang terancam sepertinya Kaisar Wiliams sudah mulai tidak mempercayai nya. Aku tidak akan pernah mengijinkan anak selir rendahan itu menjadi Kaisar. Aku harus membuat rencana." ucap Ratu Rieta sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
Countine...