Become A Mother

Become A Mother
Penghinaan


__ADS_3

Wah...saya sama sekali tidak menyangka anda berani datang kemari setelah pertemuan kita yang terakhir itu dan saya sama sekali tidak percaya bahwa ada anak itu ada disini. Bukannya seharusnya kamu sudah membunuhnya." ucap Puteri Mahkota Annika yang berjalan dengan wajah di angkat dengan angkuh.


Aliesa yang mendengarnya sontak mendatarkan ekspresi wajah nya sambil sebelah tangannya menggenggam tangan kecil Flora seakan memberikannya pelindunggan.


Sedangkan Puteri Madeleine mengeram marah mendengar bahwa Puteri Mahkota berani menghina keponakannya yang lucu.


Tapi sepertinya Puteri Madeleine tidak akan secara langsung mengeluarkan kemarahannya.


" Sebuah kejutan besar bahwa Puteri Mahkota dengan bersedia menghadiri acara minum teh kecilku. Sungguh bertapa aku terkesan melihatnya." ucap Puteri Madeleine dengan nada suara senang.


Membuat Aliesa menolehkan wajahnya menghadap Puteri Madeleine, ia mengangkat alisnya terlihat bingung dengan ucapan Puteri Madeleine. Seakan mengundangnya untuk di pertemukan oleh Puteri Mahkota alias saudara tirinya. Bahkan Aliesa tidak sudi menganggap wanita ular itu sebagai saudaranya.


Aliesa hanya berdiam saja karena sepertinya dia harus mengamankan Flora terlebih dahulu. Ia tidak ingin nantinya Puteri Mahkota melukai Flora.


" Adik sudah lama sekali kita tidak bertemu bukannya seharusnya anda sedang menghadiri pesta ya, Oh ya dimana anak mu?" tanya Aliesa yang berpura-pura bersikap polos dan tidak tahu apa-apa tentang kondisi Puteri Mahkota Annika.

__ADS_1


Padahal sebenarnya Aliesa mengetahui bahwa Puteri Mahkota Annika memiliki masalah dengan rahimnya.


Sedangkan Puteri Mahkota Annika mengepalkan tangannya mendengar sindiran halus Aliesa yang terasa menyakitkan.


" Maaf kakak aku sampai sekarang belum mendapatkan anak. Jika saja aku sudah memiliki nya pasti nantinya dia akan dimanjakan oleh semua orang. Mengingat dia adalah seorang pewaris tahta." ucap Puteri Mahkota Annika yang menyombongkan dirinya.


Puteri Mahkota Annika menginginkan Aliesa marah supaya dirinya dilukai agar semua orang menganggap Aliesa sebagai seorang antagonis yang berani mencelakai seorang Isteri pewaris tahta. Ia membayangkan wajah Aliesa yang dihukum gantung di alun-alun. Membayangkan itu semuanya membuatnya bersemangat ingin menghancurkan musuhnya satu kali lagi.


Aliesa yang melihat Puteri Mahkota Annika yang tersenyum sendiri seperti orang kurang waras. Membuat nya memutar bola matanya. Tapi bukan hanya Aliesa bahkan Puteri Madeleine menatap jijik Puteri Mahkota Annika.


Flora menampilkan ekspresi ketakutan melihat wanita di depannya tersenyum sendiri mengingatkan nya tentang seorang wanita tua yang tertawa bahkan teriak di sebuah gang di desanya dulu.


Sontak ucapan polos Flora membuat Aliesa berusaha menahan tawanya dan Puteri Madeleine yang sudah tertawa keras.


Mendengar itu semuanya semakin membuat Puteri Mahkota Annika merasa kepanasan. Karena itu dengan cepat dia berjalan menuju ke arah Aliesa dan melayangkan tangannya.

__ADS_1


" Dasar kurang ajar beraninya menghina orang seperti itu." ucap Puteri Mahkota Annika.


Aliesa yang melihatnya langsung memajukan tubuhnya sehingga tamparan tersebut mengenai wajahnya.


Membuat semua orang yang berada di tempat itu dibuat terkejut termasuk Puteri Madeleine.


Wajah kepuasan Puteri Mahkota Annika seketika menghilang melihat semua orang menatap nya dengan hina.


Apa itu Puteri Mahkota?


Tega nya dia ingin memukul anak kecil malang itu. Andaikan Selir masih hidup pastinya Puteri Mahkota itu bisa bertingkah seenaknya.


huhuhu....


Semua orang menjelekkan nya Puteri Mahkota Annika kemudian melirik Aliesa yang sedang tertawa dengan tatapan bingung nya.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2