
Apa benda itu yang di maksud Arthur semalam." batin Alarick memperhatikan kalung yang ada batu Ruby di leher Puteri Mahkota Annika
" Akhirnya kau mau datang setelah beberapa kali kau menolak sarapan bersama kami, Puteraku." ucap Kaisar Wiliams sambil tersenyum.
Pangeran Mahkota Alarick membungkuk hormat di hadapan Kaisar Wiliams.
" Selamat pagi, Kaisar dan Ratu." ucap Alarick dengan formal.
Kaisar Wiliams dan Ratu Rieta yang melihatnya terbelalak terkejut mengingat selama ini Pangeran Mahkota Alarick termasuk malas untuk memberikan hormatnya kepada orang yang lebih tinggi statusnya termasuk kepada orang tua nya sendiri.
Tetapi mengingat beberapa hari ini sikap Pangeran Mahkota Alarick yang menunjukkan perubahan yang banyak. Membuat Kaisar Wiliams tersenyum bangga sebab inilah yang selama ini ia inginkan adalah Putera pertamanya bertanggung jawab dengan tugas dan sikapnya.
" Silahkan duduk Puteraku, kau tidak seperti biasanya memberi hormat kepadaku. Aku sungguh senang kau berubah tidak seperti beberapa bulan yang lalu." ucap Kaisar Wiliams dengan ramah.
__ADS_1
Pangeran Mahkota Alarick yang mengetahui secara tidak langsung Kaisar Wiliams menyindirnya hanya diam saja dengan memasang wajah dinginnya sebelum duduk di kursi sebelah kanan Kaisar Wiliams.
" Saya memutuskan ingin berubah menjadi lebih baik, supaya saya tidak akan menyusahkan Ayahanda dan adik saya Pangeran kedua." ucap Alarick dengan sopan.
" Bagus, aku harap hubungan di antara kalian akan semakin baik. Ingat kau tidak bisa memajukan kekaisaran tanpa bantuan dari orang sekitarmu. Betulkan Ratu." ucap Kaisar Wiliams yang meminta pendapatnya kepada Ratu Rieta.
Ratu Rieta yang mendengarnya kemudian menampilkan senyumannya.
Tetapi sayangnya ekspresi di wajahnya tidak sebanding dengan perasaan di hatinya yang penuh kebencian.
" Sialan sejak kapan anak bodoh itu berubah bukannya seharusnya bersikap seperti yang aku harapkan. Mengapa dia seperti orang yang tidak mudah di kendalikan. Sepertinya aku harus mulai menyelidiki nya apa yang sebenarnya terjadi selama di pengunungan Utara." batin Ratu Rieta sambil mengepalkan tangannya di bawah meja.
" Pangeran Mahkota, apa kau bisa menghadiri minum teh bersama Pangeran Lois siang nanti. Aku ingin sekali menghabiskan waktu bersama kedua anak yang aku banggakan." ucap Kaisar Wiliams yang mengundang Pangeran Mahkota Alarick.
__ADS_1
Diam-diam Pangeran Mahkota Alarick mencemooh sikap Kaisar Wiliams yang seakan mengatakan dia harus bersikap baik dengan Pangeran kedua. Mengingat seumur hidup pemilik tubuh ini tidak pernah mendapatkan undangan minum teh bersama Kaisar atau menghabiskan waktu bersama-sama. Karena Kaisar Wiliams lebih senang menghabiskan waktunya bersama Selir Aurora, Pangeran kedua, dan Puteri Madeleine.
Jadi dia begitu bagaimana perasaan diacuhkan atau tidak diinginkan orang yang terpenting di hidupnya. Lagipula Pangeran Mahkota Alarick tidak menyalahkan Pangeran kedua sepenuhnya sebab setiap Kaisar ingin bertemu Pangeran kedua. Pasti Pangeran kedua selalu melakukan sesuatu untuk menghindari nya dengan cara menghabiskan waktu di Medan perang.
Pangeran Mahkota Alarick berpikir bahwa ini kesempatan yang bagus. Karena dia bisa menanyakan jawaban dari Pangeran kedua.
" Baiklah, Ayahanda saya akan datang nanti siang." ucap Alarick sambil menggangguk kepalanya pelan.
Puteri Mahkota Annika yang mendengarnya hanya diam mengepalkan tangannya karena dirinya tidak diundang untuk datang ke minum teh bersama Kaisar.
Sedangkan Ratu Rieta hanya menampilkan ekspresi tenang tapi tidak orang ketahui bahwa ada rencana buruk yang akan terjadi ke depannya.
Countine...
__ADS_1