
Sialan. ini gara-gara alkohol di kereta tadi sampai membuatnya terlihat seksi." batin Lois yang berusaha menahan gairahnya
Ketika masuk ke dalam kamarnya Lois sudah mulai tidak bisa menahannya lagi. Apalagi Aliesa sudah mencium lehernya dan menjilat nya.
Lois dengan cepat-cepat membawa Aliesa ke ranjang dan membawanya di atas kungkungan nya.
" Lois...apa kita akan melakukan nya seperti sebu...lan...hmmp." ucap Aliesa terpotong karena Lois tiba-tiba saja menciumnya dengan ganas.
Lois terus menciuminya hingga pindah ke lehernya. Ia menghirup wangi bunga Lavender yang sepertinya sabun yang digunakan Aliesa baru. Kemudian Lois memberikannya tanda di leher sedangkan Aliesa hanya meringis nikmat.
Puas memberikan tandanya Lois mengangkat wajahnya dan tersenyum melihat hasil karyanya.
" Aku tidak akan melepaskan mu malam ini." ucap Lois dengan suara serak sebelum kembali menyerang Aliesa.
Flashback off...
Wajah Aliesa memerah mengingat kejadiannya yang membuatnya seperti wanita liar. Aliesa memutuskan untuk membersihkan diri nya sebelum Margot memasuki kamarnya.
Aliesa tidak ingin penampilannya yang sekarang menjadi bahan pembicaraan orang termasuk Margot maupun Puterinya.
__ADS_1
Lagipula dirinya juga harus ke ibukota untuk memantau bisnisnya.
" Lupakan malam kemarin Aliesa meskipun itu berat." gumam Aliesa sambil memasukkan badannya ke dalam bak.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Lois yang memiliki refleks yang cukup baik langsung menghindar dari sebuah anak panah yang di tunjukan kepadanya.
Dengan wajah yang di tutup oleh jubah beberapa orang mulai mengepung Lois dan pasukannya.
" Wah...ini sambutan yang bagus sudah beberapa bulan terakhir kalian bermain bersamaku." ucap Lois yang menampilkan ekspresi tenang.
Salah satu orang yang berjubah itu menarik anak panah sihirnya tertuju ke arah Lois.
" MATI." ucapnya sambil melepaskan anak panahnya ke arah Lois.
" TUAN." teriak beberapa pasukan Lois yang terlihat ketakutan melihat anak panah musuh menuju ke arah Lois.
Bukannya menghindar Lois memilih memejamkan matanya dan mengangkat sebelah tangannya. Tiba-tiba saja ada sebuah pelindung yang berwarna merah melindungi nya dari anak panah itu.
__ADS_1
Membuat beberapa orang yang melihatnya takjub sekaligus geramam dari pasukan musuh.
" Kau bisa sihir." ucap salah satu musuh yang terlihat terkejut melihat pria yang menjadi sasaran kliennya bisa menggunakan sihir.
Lois mendengar pertanyaan tersebut tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya. Ia mengangkat sebelah tangannya dan sebuah bola api muncul dari atas tangannya.
" Tentu saja karena aku adalah keturunan Kaisar. Apa kau tidak tahu bahwa ini alasannya aku mendapatkan julukan itu." ucap Lois sambil tersenyum miring bak iblis yang siap memusnahkan musuhnya.
Orang- orang berjubah itu mulai memundurkan langkahnya dengan wajah pucat pasi. Mereka tidak menyangka bahwa menjadi target pembunuhan yang selama ini menjadi incarannya beberapa bulan terakhir. Memiliki sifat seperti seorang iblis yang siap membunuhnya.
Lois melihat wajah ketakutan para musuhnya tersenyum semakin jelas di wajahnya dan bola api yang ada di tangannya melemparkannya ke arah musuhnya.
" ARRRGGH...."
Teriakan pilu terdengar dari orang-orang tadi melihat Tuannya dengan gampang membunuh orang ketakutan jelas kentara di wajah masing-masing.
Lois memandang api yang di depannya dengan datar sebelum membalikan badannya menuju ke arah kudanya.
" Sekarang kita kembali menjalankan perjalanan dan ingat....satu hal aku benci penghianat." ucap Lois.
__ADS_1
Countine....