Become A Mother

Become A Mother
Meskipun Keracunan Kau Tetap Beruntung


__ADS_3

Kaisar Wiliams yang merasa sudah tidak bisa mengubah keputusan Lois.


" Baiklah aku akan mengabulkan keinginan mu memutuskan hubungan kekaisaran dan otomatis Alarick menjadi pewaris ku. Apa kau setuju?" ucap Kaisar Wiliams yang menanyai pendapatan Lois.


Lois yang mendengarnya hanya menampilkan ekspresi tenang sebelum menjawab.


" Aku tidak akan mengubah keputusan ku dan aku menginginkan jangan pernah menyuruhku untuk mengurus kekaisaran lagi selain tugasku yang sebagai jenderal perang. Itu saja apa sekarang kita bisa menandatangani dokumen resminya karena aku membutuhkannya untuk kebutuhan mengambil gelar ku." ucap Lois yang melirik sekilas Pangeran Mahkota Alarick dan Ratu Rieta yang tampaknya sudah sedikit berbeda.


" Inilah saatnya." batin Lois sambil menyeringai diam-diam.


Ketika Kaisar Wiliams ingin berbicara lagi tiba-tiba saja ia mendengar suara batuk di sampingnya.


Uhuuk....


Ratu Rieta tiba-tiba saja mengeluarkan darah dari mulutnya membuat suasana semakin tegang.

__ADS_1


" Ratu." ucap Kaisar Wiliams dengan khawatir menyentuh bahu Ratu Rieta.


Ratu Rieta hanya terdiam sebelum jatuh tidak sadarkan diri. Membuat Kaisar Wiliams yang melihat nya tiba bisa menyembunyikan perasaan khawatir nya.


" RATU BANGUN, PANGGILKAN DOKTER DAN BAWA PELAYAN TADI MASUK PENJARA BAWAH TANAH." ucap Kaisar Wiliams sambil berteriak memanggil prajurit nya.


Setelah itu Kaisar Wiliams langsung mengangkat Ratu Rieta untuk masuk ke dalam istana meninggalkan Pangeran Mahkota Alarick dan Lois.


Mereka hanya diam tanpa memperhatikan suasana istana yang ricuh dengan kondisi Ratu Rieta yang tiba-tiba jatuh pingsan.


" Aku tahu kau akan membalasnya." ucap Alarick sambil memakan kue yang ada di atas meja.


" Aku tidak mempercayai ibumu bisa melakukan setega itu untuk membunuhmu." ucap Lois yang mengatakan pernyataan.


" Iya...iya aku tahu sejak diriku tidak bisa di kendalikan ia ingin segera membunuh ku dan menjadikan Madeleine sebagai Ratu. Aku tahu Madeleine akan menjadi bonekanya selanjutnya. Aku tidak peduli wanita jahat itu mati atau tidak." ucap Alarick sambil menghilangkan sihir bailer supaya orang tidak mendengarkan pembicaraan nya dengan Lois.

__ADS_1


Lois hanya diam sebelum memandang Pangeran Mahkota Alarick yang sudah berjalan menjauh dari pandangannya.


" Aku tidak tahu apa yang kau sembunyikan, pastinya kau bukan Alarick yang ku kenal." ucap Lois dengan datar sambil memandang Tat yang sudah menghilang dari pandangannya.


Lois terdiam sambil menikmati pemandangan taman yang terlihat sepi mengingat sekarang istana sedang ada keributan mengenai Ratu yang sepertinya keracunan.


" Senjata makan tuan berhasil ini baru permulaan Ratu, aku tidak akan membiarkan kau mati semudah itu seperti kau melakukan nya kepada ibuku." batin Lois yang kemudian berjalan memasuki istana agar tidak ada orang lain mencurigainya sebab tiba-tiba saja pergi.


Lois berjalan sampai di depan pintu kamar Ratu Rieta di sana sudah ada Pangeran Mahkota Alarick, Puteri Mahkota Annika, dan Kaisar Wiliams yang terlihat khawatir.


Diam-diam Lois tersenyum miris ia begitu mengingat bagaimana Ibunda nya yang sedang sekarat sendirian tanpa di dampingi pria yang dicintai.


" Meskipun kau sedang keracunan tampaknya keberuntungan berada di pihak mu. Karena Kaisar berada di sini bersamamu." batin Lois sambil mengepalkan tangannya.


Lois berdiri di samping Pangeran Mahkota Alarick yang hanya menampilkan ekspresi datar tanpa ada perasaan cemas yang di lihatnya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian...


Countine...


__ADS_2