Become A Mother

Become A Mother
Keresahan Ratu


__ADS_3

Seseorang telah membunuh Baron Rison." ucap pelayan tersebut sambil menundukkan kepalanya takut melihat kemarahan dari Ratu Rieta.


Dan benar saja Ratu Rieta yang raut wajahnya yang tadinya tenang langsung memerah karena marah. Sebab Baron Rison merupakan salah satu pengikutnya yang setia. Mereka sudah mulai mencari orang-orang untuk merebut tahta dari Kaisar Wiliams.


" BAGAIMANA INI BISA TERJADI, JAWAB AKU." ucap Ratu Rieta yang mengeluarkan semua sihirnya yang membuat barang-barang kamar berterbangan.


Pelayan tersebut gemetar ketakutan sebelum memulai berbicara.


" Baron Rison di temukan tewas di kediamannya dengan keadaan tergantung. Jadi pihak istana mengatakan bahwa Baron Rison mati bunuh diri. Yang Mulia." ucap nya.


Bugh....


Pelayan tersebut tubuhnya di lemparkan ke arah dinding mengakibatkan muntah darah. Ratu Rieta mencekik leher pelayan tersebut tanpa merasa iba karena pelayan tersebut hampir kehabisan nafasnya bahkan wajahnya sudah terlihat biru.


" Kau membuatku muat, jadi karena itu aku harus memberikan pelajaran yang tidak akan kau pernah lupakan." ucap Ratu Rieta sambil tersenyum licik.

__ADS_1


...****************...


" Saya sudah merencanakan sesuai perintah anda Master. Jadi apa ada lagi yang harus saya lakukan. Tat akan siap melaksanakannya." ucap Tat yang membungkuk di hadapan Lois.


Lois yang saat ini sedang menggunakan jubah hitam menutupi seluruh wajahnya memandang Tat.


" Aku senang kau telah melaksanakan tugasmu Tat. Jadi bagaimana kabar istana?" tanya Lois sambil minum Vodka.


" Istana sedang keadaan baik-baik saja, Tapi Ratu Rieta sedang ada kekacauan bahkan ia sudah hampir membunuh seorang pelayan mendengar kabar ini." ucap Tat yang memberikan informasi nya.


" Aku senang mendengarnya lebih baik membuatnya hancur secara perlahan-lahan sebelum membuatnya mendapatkan keadilan atas kejahatannya." gumam Lois.


" Baik, Tat terus pantau Ratu dan para pengikutnya cari tahu kelemahannya. Aku harus meruntuhkan pondasinya secara perlahan-lahan. Jadi bagaimana batu Ruby itu apa Puteri Mahkota sudah menggunakannya." ucap Lois yang bertanya kepada Tat.


" Puteri Mahkota sudah berusaha menggunakannya tapi sayangnya batu tersebut tidak memberikan apa-apa. Tapi Master anda harus mendengar ini semua yang membuat anda sedikit terkejut dengan rahasianya." ucap Tat yang berjalan mendekat dan membisikkan sesuatu kepada Lois.

__ADS_1


Setelah pertemuan nya dengan Tat. Lois memutuskan untuk kembali menuju kediaman nya. Ketika berjalan menuju ruangannya tanpa sengaja ia berpapasan dengan Duke Christopher yang seperti biasa mengunjungi Viscount Lincoln.


" Tuan Duke." ucap Lois sambil sedikit menundukkan kepalanya.


" Pangeran atau aku bisa sebut Lois, saya ingin menemui anda dan Tuan Viscount. Apa Viscount ada." ucap Duke Christopher dengan datar.


Lois mengangkat sebelah alisnya sebelum mengangguk kepalanya dan berjalan di depannya. Duke Christopher mengikuti Lois dari belakang tanpa sengaja melihat Cucunya yang sedang bermain dengan bunga yang sepertinya membuat mahkota.


Lois yang menyadari bahwa Duke Christopher tidak mengikutinya membalikan badannya dan melihat dia sedang memandangi salah satu jendela. Lois berjalan mendekat untuk melihat apa yang dilihat Duke Christopher senyumnya terbit melihat Flora Puterinya yang sedang bermain.


" Aku tidak percaya bahwa sekarang aku sudah menjadi seorang kakek. Bahkan cucuku mirip dengan Aliesa ketika hubungan kami masih baik." ucap Duke Christopher yang mengenang masa lalu dimana keluarganya tidak sekacau sekarang.


" Iya, Flora mirip dengan Aliesa. Tapi yang akan saya katakan jangan pernah menyesal dengan pilihan mu sendiri....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2