
Saya tidak akan bermain-main denganmu Ratu, aku sudah cukup bersabar menghadapi sikapmu yang seperti wanita gila harta dan kuasaan. Bahkan anak-anak ku ada yang mirip seperti dirimu. Andaikan aku tidak pernah menerima pernikahan. PASTINYA AKU SUDAH BAHAGIA BERSAMA AURORA TANPA DIKACAUKAN OLEHMU." ucap Kaisar Wiliams yang diakhiri dengan teriakan.
Ratu Rieta merasa jantungnya seperti berhenti berdetak mendengar ucapan Kaisar barusan. Ia membelakak matanya dengan tatapan sakit hatinya.
" Apa...jadi selama ini kau mengganggap ku sebagai pengganggu dalam hubungan mu dengan Selir murahan itu?" tanya Ratu Rieta yang menetaskan air matanya.
Pangeran kedua Lois yang mendengar nama ibunya dihina mengepalkan tangannya. Dirinya ingin sekali memukul bahkan memengal kepala wanita di hadapannya tanpa mempedulikan dia Ratu atau bukan. Tetapi ketika ia melirik Kaisar Wiliams yang ada tidak jauh di depannya membuatnya berpikir mungkin seru juga untuk menonton adegan sang Kaisar dan Ratu dikenal Harmonis bertengkar. Mungkin jika ada pelayan disini ini bisa dijadikan bahan pemberitaan yang panas.
Sedangkan Kaisar Wiliams mengepalkan tangannya mendengar bahwa wanitanya yang sudah lama mati dihina oleh Ratu sekaligus Isterinya sekarang. Andaikan ayahnya tidak berhutang budi dengan keluarga Ratu, pastinya dirinya tidak akan dikorbankan untuk menikahi nya.
" Dengarkan baik-baik ini Ratu." ucap Kaisar Wiliams sambil mengacungkan jari nya di wajah Ratu Rieta sebelum mulai berbicara lagi.
" Aku tidak pernah mengganggap mu sebagai pasanganku, aku hanya mengganggap mu hanya sebagai ibu dari anak-anakku. Jika saja saat itu Aurora tidak memaksaku untuk tidak bercerai dengan mu. Pasti sekarang kau sudah tidak tinggal di sini. Ingat itu." ucap Kaisar Wiliams sebelum keluar dari rumah kaca dengan emosi yang menguasainya.
__ADS_1
Setelah kepergian Kaisar Wiliams. Ratu Rieta hanya berdiri mematung dirinya terlihat syok mendengar fakta baru yang dikatakan oleh Kaisar Wiliams suaminya. Sampai suara tepukan tangan menyadarkan nya.
Pangeran kedua Lois yang melihat kondisi Ratu Rieta menyeringai licik. Sampai dirinya bertepuk tangan karena tidak bisa menahan rasa senangnya.
" Haha...ini pertunjukan yang bagus Ratu." ucap Lois sambil tertawa sinis.
Dengan langkahnya mendekati sang Ratu, setelah berdiri di hadapannya Pangeran kedua Lois membungkukkan sedikit badannya berbisik tepat di telinga Ratu.
" Ini masih permulaan Ratu, tunggu saja kehancuran mu yang berikutnya. Kau harus membayar semua kesalahanmu itu. Ibu Ratu." ucap Lois yang kemudian menjauhkan wajahnya di telinga Ratu dan memberikan senyum tipisnya sebelum keluar dari ruang kaca.
" Cih...kau tidak akan memenangkan nya, aku akan lebih dahulu bergerak untuk menghancurkan semua yang kau sayangi. Tunggu pembalasanku." ucap Ratu Rieta sambil menyeringai.
Ratu Rieta tidak menyadari bahwa seseorang telah mendengar semua ucapannya.
__ADS_1
" Dia ingin bermain-main rupanya." suara batin seseorang sebelum menghilang secara misterius.
...****************...
Aliesa merasa canggung minum teh bersama Puteri Madeleine yang sedari tadi menatapnya terus menerus membuatnya risih.
Menyadari bahwa orang di hadapannya tidak nyaman Puteri Madeleine akhirnya membuka pembicaraan setelah mereka saling diam dalam beberapa menit sebelumnya.
" Lady anda sudah banyak berubah ya, aku sama sekali tidak menyangka bahwa anak di kandung mu saat itu adalah milik Kakak ku Lois." ucap Puteri Madeleine sambil tersenyum memandang berbinar Flora yang sedang asik meminum teh di cangkirnya.
Aliesa yang merasa bahwa Puteri Madeleine menatap Flora ingin menjawab sebelum suara seseorang yang mengganggu Indra pendengaran nya.
" Wah...saya sama sekali tidak menyangka anda berani datang kemari setelah pertemuan kita yang terakhir itu...
__ADS_1
Countine...