
Deg...
Aliesa menatap mata cokelat tersebut sampai beberapa saat kemudian ia memalingkan wajahnya. Ia yakin bahwa pria paruh baya itu adalah Duke Christopher seseorang yang membuat kehidupan Puteri kandungnya seperti di neraka. Menurut Aliesa ia merupakan ayah terburuk di dunia ini. Merasa malas untuk terus melihatnya Aliesa langsung saja pergi meninggalkan kerumunan tanpa menyadari bahwa seseorang yang di tatapnya tadi melihatnya.
Sedangkan di sisi lain Duke Christopher tercengang melihat kehadiran Puterinya yang telah menghilang selama 6 tahun terakhir. Ia menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.
" Kau sudah dewasa Aliesa bahkan mirip ibumu." gumam Duke Christopher sebelum kembali melajukan kudanya menuju ke kastilnya.
Aliesa terus berjalan cepat pulang ke rumahnya ia takut bahwa nanti Duke Christopher akan mengejarnya. Ia masih belum sanggup untuk menemuinya apalagi ingatannya mengatakan bahwa Duke Christopher saat itu sama sekali belum tahu siapa ayah kandung dari anak di rahimnya. Takutnya jika dia tahu Duke Christopher akan mengambilnya dan di pergunakan sebagai alat suatu hari nanti.
Akhirnya Aliesa bisa bernafas lega ketika dirinya sudah sampai di tokonya.
Kring...
" Sampai juga." ucap Aliesa yang merasa lega bahwa Duke Christopher tidak mengejarnya sampai sini.
" Mama sudah pulang." ucap Flora yang berjalan menuju ke arahnya sambil memeluk boneka pemberiannya dulu.
Aliesa yang melihat kehadiran Flora tersenyum sambil berjongkok di hadapannya.
__ADS_1
" Mama pulang, jadi bagaimana kabar kakak tadi apa dia sudah sadar?" tanya Aliesa.
" Kakak tadi sudah sadar Mama tapi." jeda Flora sambil memasang wajah cemberut.
Membuat Aliesa yang melihatnya terpekik gemas andai saja saat ini Flora tidak serius mungkin ia akan mencubit pipi meronanya.
" Tapi apa?" tanya Aliesa dengan lembut sambil mengelus pipi berisi milik Flora.
" Hmmm... sepertinya kakak itu ketakutan melihat Flora, Apa Flora menyeramkan?" tanya Flora sambil menunjuk dirinya sendiri dengan lugu.
Aliesa yang melihatnya langsung tertawa pelan.
Setelah itu Aliesa menggenggam tangan Flora dan melangkahkan kakinya menuju ke lantai dua. Ketika ia membuka pintu Aliesa melihat ketakutan di wajah gadis itu.
Aliesa merasa kasihan mendengar suara tangisan pilu gadis itu. Dengan perlahan Aliesa mendekati gadis yang duduk meringkuk di ranjang dan memeluk nya.
" Tenang kau sudah aman berada di sini." ucap Aliesa sambil mengelus rambut pirang gadis itu.
Gadis itu yang mendapatkan pelukan tertegun sebelum membalas pelukan nya sambil meluapkan perasaan sakitnya.
__ADS_1
" Hiks....mereka hiks jahat....hiks..." gumam nya sambil tersengal-sengal.
Mendengar itu Aliesa hanya bisa diam tanpa mengatakan apapun karena ia yakin gadis ini sudah mengalami sesuatu yang buruk selama ini. Terus saja Aliesa memeluk nya sampai gadis itu tertidur karena kelelahan menangis.
Kemudian Aliesa membaringkan tubuhnya kembali ke atas ranjang dan menyelimutinya dengan perlahan. Setelah itu Aliesa membalikan badannya melihat Flora yang sedang memandangnya dengan sendu.
" Ayo kita keluar dulu biarkan kakak itu beristirahat." ucap Aliesa dengan pelan.
" Baiklah Mama." ucap Flora sambil menarik pelan tangan Aliesa keluar dari kamar.
...****************...
" Selamat datang kembali Duke." ucap para pelayan sambil membungkuk hormat.
Duke Christopher yang baru saja sampai di Kastilnya turun dari kudanya dan berjalan menghampiri Asistennya.
" Aku tugaskan kau untuk mengawasinya karena...
Countine...
__ADS_1