Become A Mother

Become A Mother
Memiliki Seorang Ibu Berhati Busuk


__ADS_3

Sebelum Lois semakin mendekat dan mencium bibir Aliesa dengan lembut. Mata Aliesa membulat ketika merasakan bagaimana Lois menciumnya dengan lembut.


Mengingatkan nya ketika malam pertama mereka yang dimana Lois sangat menghormatinya sebagai seorang wanita. Selama menjadi Shilla dulu dirinya tidak pernah mendapatkan hal ini bahkan saat itu Revano menyentuhnya dengan kasar.


Dengan kaku Aliesa membalas ciuman Lois mereka saling ******* satu sama lain. Sampai Aliesa menepuk pundak Lois ketika dirinya merasa sudah hampir kehabisan nafas.


Lois yang mengerti pun langsung melepaskan nya dan menempelkan keningnya dengan Aliesa. Mereka berdua saling menghembuskan nafasnya sebelum tersenyum bersama.


" Kamu sangat cantik Aliesa." ucap Lois sambil menyentuh wajah Aliesa dan mengelusnya merasakan bertapa lembut nya kulit yang dimiliki wanitanya.


Benar Aliesa hanya miliknya sampai kapanpun Lois tidak akan pernah melepaskan. Mungkin itu terkesan egois sebab sampai sekarang dirinya belum mengungkapkan perasaan nya. Walaupun pesta itu Lois menyatakan perasaannya dirinya masih ragu bahwa mencintai Aliesa.


Sedangkan Aliesa wajahnya sudah memerah padam. Ia menundukkan kepalanya menyembunyikan rasa malunya. Aliesa merasa bahagia mendapatkan pujian dari Lois. Semoga saja pernikahan nya dengan Lois akan selalu bahagia bersama dengan Flora Puteri mereka.


" Terima kasih." ucap Aliesa yang dengan pelan melepaskan keningnya dari Lois. Pandangannya tertuju ke arah matahari yang sudah mulai terbenam.

__ADS_1


" Indah sekali." ucap Aliesa yang memuji keindahan matahari yang terbenam di dekat danau tersebut.


" Iya indah." ucap Lois yang menyetujui ucapan Aliesa. Tapi bukan memandang matahari dia malahan melihat Aliesa bagaimana wajahnya yang berkilauan di wajah sinarnya. Membuat nya merasakan perasaan yang telah lama hilang telah kembali.


Kemudian Lois menarik bahu Aliesa dan merangkulnya dengan mesra. Aliesa sama sekali tidak menolak nya ia malah menyenderkan kepalanya di bahu Lois.


" Apa ini perasaan bahagia itu Ibunda katakan saat itu." batin Lois sambil melirik Aliesa lagi.


...****************...


Pangeran Mahkota Alarick melirik ke arah Ratu Rieta dan Kaisar Wiliams dengan tatapan menyelidik. Sampai kudanya berhenti ia turun dengan aura wibawanya membuat Sang Kaisar dan Ratu dibuat terkejut.


Pangeran Mahkota Alarick membungkuk hormat dan mengucapkan salam.


" Salam Kaisar dan Ratu terima kasih telah repot-repot menyambut saya kemari." ucap Alarick dengan nada suara datar dan dingin.

__ADS_1


Membuat Kaisar Wiliams tambah terkejut melihat perubahan Pangeran Mahkota Alarick. Bukannya seharusnya sikapnya tidak seperti ini. Malah sekarang dia terlihat seperti Lois.


Ratu Rieta maju ke depan memeluk Pangeran Mahkota Alarick dengan erat.


" Akhirnya kau kembali Puteraku. Ibunda sangat menghawatirkan mu ketika mendapatkan kabar bahwa saat itu puteraku sedang sakit. Tetapi sayangnya ibunda tidak bisa datang karena mengurus pernikahan adikmu." ucap Ratu Rieta dengan nada suara lembut dan sedih.


Membuat Pangeran Mahkota Alarick diam-diam ingin sekali muntah mendengar nada suara Ratu Rieta seperti seorang penggoda.


" Apa ini sungguh menjijikan bahkan ibuku di dunia ku. Tidak pernah bersikap seperti ini. Apa ini rasanya memiliki seorang ibu yang memiliki sifat seperti busuk." batin Alarick dengan nada risih.


Dengan terpaksa Pangeran Mahkota Alarick membalas pelukan Ratu Rieta.


" Tenang saja Ibunda, anda tidak perlu khawatir saya sudah sampai di sini dengan selamat." ucap Alarick dengan pandangan seseorang yang berdiri tidak jauh dari depannya dan menatap nya dengan lembut.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2